SiDU Berkontribusi Menumbuhkan Kebiasaan Menulis Pada Anak

In Berita Kini

SinarHarapan.id – Generasi Muda Indonesia kini memiliki sebuah wadah baru untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui gerakan nasional “ayo menulis bersama SiDU !”. Sinar Dunia (SiDU), merk buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, mensosialisasikan gerakan tersebut pada sebuah gelar wicara hari ini bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis”.

“Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan “Ayo menulis bersama SiDU!” sejak April 2018 lalu demi menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak yang kami yakini dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi anak Indonesia,” tutur Consumer domestic business Head SiDU, Martin Jimi.

Pada gelar wicara tersebut, pakar edukasi anak dari wahana visi indonesia, Nurman Siagian, turut menyoroti kompetensi anak Indonesia yang masih berada di belakang negara-negara lainnya.

“Hasil survei tiga tahunan dari programme for international student assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh organisation for economic coorperation and development (OECD) menunjukkan Indonesia masih menduduki peringkat 60 dari 72 negara,” papar Nurman.

Ia menambahkan, isu kompetensi ini berkaitan pula dengan melemahnya tradisi menulis di indonesia seiring pesatnya perkembangan gawai. Padahal, menulis –khususnya di buku tulis –memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai keterampilan seperti berfikir kritis, daya ingat dan motorik.

“kegiatan menulis mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran. Oleh karena itu, gerakan ‘ayo menulis bersama SiDU!’ amat saya apresiasi dan patut kita dukung,” sambung Nurman.

SiDU merintis “ayo menulis bersama SiDU!” pada april 2018 lalu, melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga mei 2018, melibatkan 20.000 murid Dri 100 sekolah dasar di Jabodetabek pada tahap pertama yang akan berlangsung hingga Mei 2018. Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak, serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif dengan modul yang berlangsung selama 21 hari.

Bekerja sama dengan Renny Yaniar, seorang penulis cerita anak kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 130 buku, SIDU menyusun modul buku latihan menulis tersebut berdasarkan studi yang mengungkapkan bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk dengan rutin melakukannya selama minimal 21 hari.

Buku latihan menulis tersebut mencakup berbagai topik yang memancing minat anak untuk menulis. Mulai dari mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, hungga perhelatan Asia Games 2018, dimana APP Sinar Mas sebagai mitra resmi turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

Beragam topik tersebut diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus anak untuk mengutarakan pendapat serta idenya melalui tulisan tangan.

Menyadari pentingnya dukungan lingkungan sekitar untuk menumbuhkan kebiasaan menulis anak, SiDU juga menghadirkan praktisi Mindful Parenting, Melly Kiong untuk berbgi kiat praktis pada orangtua dan guru.

“ Dengan dukungan berbagai pihak, APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program “Ayo Menulis Bersama SiDU” dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia, serta menjadi motor munculnya program-program sejenis agar kebiasaan menulis semakin meluas di Indonesia,” tutup Martin. (SH/AS)

You may also read!

Radityo Brand Manager Kopi Torabika: New Normal Lahirkan Kebiasaan Baru

SinarHarapan.id - Indonesia sedang mempersiapkan untuk memasuki fase New Normal. tahapan New Normal ini mulai 1 Juni

Read More...

Deteksi Berbagai Risiko Penyakit, Prodia Luncurkan Welness Genomics, Bone, Muscle dan Joint Genomics

SinarHarapan.id - PT Prodia Widyahusada Tbk meluncurkan dua pemeriksaan berbasis gen dari rangkaian Prodia Genomics, yakni Prodia

Read More...

Kisruh Tanah Wijaya Karya Beton Berujung di Meja Hijau

SinarHarapan.id - PT Wijaya Karya Beton, salah satu anak perusahaan PT Wijaya Karya, diduga mengalami kerugian senilai hampir Rp200

Read More...

Mobile Sliding Menu