Dahua Hadirkan Drone Deteksi Panas dan Jarak Tempuh 10 Km

In Berita Kini, Teknologi

Jakarta-Dahua Technology memperkenalkan produk teranyarnya Drone X820‎ dengan teknologi pendeteksi panas suhu dan bisa menempuh jarak hingga 10 km dari titik awal.

“Saat ini penggunaan drone memang lebih didominasi untuk aktivitas fotografi dan dokumentasi‎. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, drone sudah dapat digunakan oleh segmen yang lebih luas pada level industri,” kata Project Sales Manager Dahua Indonesia, Herry Tjhin di Pameran Indonesia Infrastructure Week 2017 (IIW) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (9/11).

Dia menjelaskan drone besutan Dahua sudah dapat digunakan oleh industri seperti keamanan area publik, inspeksi gardu, pencegahan kebakaran hutan, dan mengawasi berbagai wilayah lain yang tidak dapat terjangkau.

Menurutnya, kamera termal yang disiapkan pada drone tersebut juga dapat mendeteksi panas yang tidak wajar pada suatu wilayah tertentu.

“Contoh aplikasinya, drone Dahua dapat ditambahkan Thermal Camera, yaitu kamera yang dapat mendeteksi temperatur. Misalkan di hutan, Drone mendeteksi panas yang tidak wajar karena api, tentunya dapat membantu mencegah kebakaran yang lebih luas,” kata Herry Tjhin.

“Dahua drone ini sangat stabil dan memiliki kemampuan maping jarak jauh dan bisa membawa barang berat tertentu dengan daya tahan baterai 35 menit dengan 30 kali zoom optical dan berjarak hingga 10 km,” katanya.

Drone ini memiliki fitur follow me yang dapat diaktifkan dengan otomatis. Fitur tersebut membuat drone mengikuti penggunanya tanpa dikendalikan alat kendali jarak jauh.

Selain itu, dia menjamin X820 memiliki sistem keamanan yang kuat sehingga tidak bisa diambil alih lewat frekuensi mana pun. “Aman, semua sudah kami perkirakan. Kami menjamin semua teknologi yang ada pada drone ini sudah mengadopsi teknologi terkini,” ujarnya.

Dia mengatakan produk tersebut akan tersedia di Indonesia dalam waktu dekat. “Nanti, tunggu info berikutnya saja ya,” tutur Herry.

You may also read!

Dubes RI: ASEAN Tolak Proteksionisme dalam Perdagangan Minyak Sawit

SinarHarapan.id -  Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak kebijakan proteksionisme dalam perdagangan minyak kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar

Read More...

TVRI Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan LPP TVRI tahun 2018

SinarHarapan.id - Setelah tiga tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meraih opini

Read More...

Halal bi Halal DPP PKB

SinarHarapan.id - Ketum PBNU Said Aqil Siradj (tengah), bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Menteri Riset, Teknologi,

Read More...

Leave a reply:

Mobile Sliding Menu