Pesan Natal dari Jokowi: Jangan Lelah Bekerja di Ladang Tuhan

In Eksposisi

Jakarta – Pesan Natal yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada Perayaan Natal 2017 di Pontianak terasa sangat jelas dan tentu saja memberi semangat.

Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh umat kristiani di seluruh Indonesia agar jangan pernah lelah bekerja. Pesan ini disampaikan pada Perayaan Natal Bersama tingkat nasional yang dipusatkan di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017), seperti dikutip dari Kompas.com.

“Jangan pernah lelah bekerja, jangan pernah lelah bekerja di ladangnya Tuhan,” kata Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan umat kristiani yang hadir.

Kemudian Jokowi pun menyambungnya dengan,” Jangan pernah lelah bekerja di ladang pengabdian kita masing-masing, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, apapun status yang kita miliki. Jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan dan kekayaan bangsa dan negara.”

Entah terinspirasi atau ada yang membisikkan ke Presiden, kalimat “jangan lelah bekerja di ladang Tuhan” ini cukup akrab di kalangan umat kristiani.

Kalimat ini dilantunkan indah lewat karya Franky Sihombing yang hadir sekitar tahun 2006 berjudul “Jangan Lelah”.

Begini syair lengkapnya:
Jangan lelah
Bekerja di ladangnya Tuhan
Roh Kudus yang beri kekuatan
Yang mengajar dan menopang
Tiada lelah bekerja bersamaMu Tuhan
yang selalu mencukupkan
akan segalanya..

Ratakan tanah bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun di atas dasar iman
Ratakan tanh bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
menjadi siap dibangun
di atas dasar iman..

Setidaknya pesan Natal ini selaras dengan slogan yang selalu didengungkan oleh Jokowi: Kerja, Kerja, Kerja.

Jokowi pun menambahkan, simbol lilin Natal yang dinyalakan saat ini di seluruh penjuru tanah air oleh umat kristiani, menjadi lambang cahaya terang dalam kehidupan dan simbol pemandu dalam kegelapan.

“Cahaya yang mengingatkan kita akan nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai keutamaan bahwa manusia haruslah saling mengasihi, saling menjaga dan saling mencintai,” ucap Jokowi.

Nilai-nilai itu, sebut Jokowi adalah nilai yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini maupun di masa yang akan datang. Terlebih, dalam menjalani kodrat untuk hidup dalam keberagaman, kemajemukan dan kebinekaan.

“Keragaman yang perlu dirawat dengan cinta kasih untuk terus menjaga persaudaraan, kebersamaan, kerukunan dalam jalinan bhineka tunggal ika,” katanya

Sehingga, dalam balutan cinta kasih, menurut Jokowi kita akan saling menghormati, saling menghargai, saling menjaga dan saling melindungi sesama anak bangsa.

Jokowi yakin, dengan semangat cinta kasih akan menghadirkan kedamaian di hati, akan menebarkan kedamaian di seluruh penjuru tanah air, serta mewujudkan perdamaian abadi di seluruh muka bumi.

“Saya percaya, semangat cinta kasih akan menjadikan kita semuanya bersatu untuk menghadapi semua tantangan sebagai bangsa, serta berjuang bersama menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.

Jokowi pun tak lupa memberikan salam khas masyarakat Dayak, yakni, Adil Ka’talino Bacuramin Ka’Saruga Basengad Ka’Jubata (adil ke sesama, bercermin ke surga, bernafas kepada Tuhan).

Salam ini yang langsung disambut riuh serta tepuk tangan seluruh masyarakat yang hadir seperti dilaporkan okezone.com.

Gubernur Kalbar, Cornelis mengatakan terima kasih banyak kepada Presiden Jokowi atas kehadirannya meski terakhir di masa kepemimpinan akan segera berakhir pada Januari 2018 mendatang.

“Saya laporkan kepada bapak bahwa yang hadir adalah seluruh masyarakat dari 14 kabupaten/kota,” kata Cornelis.

Menurutnya situasi Kalbar aman damai merupakan kerjasama semua pihak bahu membahu untuk keberlangsungan acara natal nasional. “Kalbar aman damai berkat kerjasama semua pihak,” jelasnya.

Ketua Panitia natal nasional, Menteri ESDM, Ignatius Jonan menjelaskan sangat bangga telah melaksanakan natal dalam semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Sebanyak 15.000 undangan yang hadir merupakan perwujudan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dari seluruh provinsi yang dipanitiai dari berbagai macam suku serta agama yang berbeda-beda,” kata Jonan.

You may also read!

Diplomat dan Pemuka Agama Perlu Padukan Langkah buat Perdamaian Dunia

SinarHarapan.id  - Para pemuka agama dari 125 negara di dunia menyerukan perlunya kerja sama dengan para diplomat untuk memajukan perdamaian

Read More...

Ngampooz, Satu Aplikasi untuk Beragam Masalah Warga Kampus

SinarHarapan.id - Telah hadir aplikasi yang dapat membantu berbagai macam kebutuhan akademik mulai dari elemen mahasiswa, dosen, hingga kampus

Read More...

Pemuda Ethiopia Siap Kobarkan Semangat Bandung 1955 di Afrika

SinarHarapan.id - Indonesia dan Afrika memiliki hubungan yang dekat dan sangat penting, dimulai sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung

Read More...

Leave a reply:

Mobile Sliding Menu