Infrastruktur Jalan Mulai Rampung, Kemacetan Terurai pada 2019

In Megapolitan

SinarHarapan.id – Secara bertahap, berbagai pembangunan sejumlah jalan tak sebidang seperti underpass dan flyover yang dibangun sejak 2017 mulai rampung.

Jika sudah bisa digunakan, infrastruktur ini akan mampu mengurai kemacetan pada 2019 mendatang.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faisal mengatakan, pembangunan enam jalan tak sebidang yang terdiri atas tiga underpass dan tiga flyover pada 2017, kini sudah mulai selesai bertahap, di antaranya flyover Pancoran, underpass Kartini, dan flyover Cipinang Lontar.

Untuk underpass Matraman dan Mampang Prapatan, serta flyover Bintaro akan selesai Maret.

Menurut Yusmada, pembangunan sebenarnya terlambat dari target yang dijadwalkan, yakni akhir 2017.

Itu lantaran adanya kendala teknis di luar perencanaan seperti, utilitas pipa, listrik, dan sebagainya yang harus dipindahkan atau disesuaikan dengan pembangunan.

“Underpass Kartini dan flyover Pancoran mulai diujicobakan Jumat (23/2/2018) dengan satu jalur. Tentunya akan ada penyesuaian kemacetan. Angka kemacetan ada di Dinas Perhubungan. Tapi dengan memisahkan gerakan, pastinya ada penyesuaian kemacetan,” katanya.

“Sementara itu, dari Pondok Indah ke Simatupang sudah tidak ada hambatan dengan adanya underpass Kartini,” katanya lagi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan akan melihat hasil uji coba underpass Kartini dan flyover Cipinang Lontar untuk memastikan berapa persentase kemacetan yang terurai.

Menurut dia, kemacetan yang akan terurai hanyalah kemacetan di area sekitar pembangunan.

Untuk mengurai kemacetan itu bukan hanya menambah infrastruktur jalan, melainkan juga ada peningkatan layanan transportasi umum dan pengendalian kendaraan melalui tarif parkir dan jalan berbayar elektronik.

“Target kami, kemacetan dapat terurai pada 2019-2020. Jadi untuk melihat uraian kemacetan dari adanya penambahan jalan itu, idealnya semua akan terjadi pada 2019-2020 itu,” katanya.

You may also read!

Dubes RI: ASEAN Tolak Proteksionisme dalam Perdagangan Minyak Sawit

SinarHarapan.id -  Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak kebijakan proteksionisme dalam perdagangan minyak kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar

Read More...

TVRI Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan LPP TVRI tahun 2018

SinarHarapan.id - Setelah tiga tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meraih opini

Read More...

Halal bi Halal DPP PKB

SinarHarapan.id - Ketum PBNU Said Aqil Siradj (tengah), bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Menteri Riset, Teknologi,

Read More...

Mobile Sliding Menu