Kowani Kecam Keras Keganasan Teror Bom 3 Gereja di Surabaya

In Berita Kini

SinarHarapan.id – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) didirikan melalui Kongres perempuan pertama pada tanggal 22 desember 1928 di Jogyakarta, sekarang Kowani yang merupakan  organisasi Federasi telah memiliki anggota 91  organisasi perempuan tingkat pusat yang memiliki anggota lintas sektoral dan lintas agama (Islam, Kristen, Budha dan Hindu) dengan jumlah anggota sebanyak 60 juta, menyatakan mengecam keras atas keganasan teror bom yg menimpa 3 gereja di surabaya.

“Teror bom yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya Ini merupakan tindakan bom bunuh diri merupakan perbuatan yang tercela dan tidak bisa ditoleransi. bom bunuh diri telah merusak tatanan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Peristiwa tersebut kerupakan puncak kejahatan kemusiaan yang tidak bisa ditoleransi dengan dalih apapun. Sehingga harus ditindak dengan tegas”, ujar   Dr. Ir.  Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd melalui siaran pers yang diterima redaksi SinarHarapan.id, di Jakarta, Minggu (13/5).

Ketum Kowani mengatakan, Gerakan teroris/radikalisme harus terus diwaspadai karena mereka memiliki agenda terselubung yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.

“Gerakan teroris dan radikalisme memang harus diwaspadai, karena mereka begitu banyak memilik agenda teror yang terselubung dan ini bisa memecah keutuhan bangsa NKRI”, tegas Giwo.

Terorisme  merupakan kejahatan serius. Tak ada agama yang mengajarkan terorisme. Semua agama mengajarkan kedamaian dan kebaikan. ” Aksi tersebut merupakan kejahatan yang sangat serius dan tidak ada agama yang mengajarkan aksi untuk membunuh melainkan mengajarkan kebaikan dan kedamaian”, ujarnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat tak boleh cemas apalagi takut. Kita semua harus bersatu melawan terorisme. Semua agama mengajarkan kasih sayang dan tanpa kekerasan. Sebagai Ibu Bangsa maka perempuan  Harus aktif dalam meningkatkan kerukunan, Harus aktif mencegah potensi terorisme  serta meningkatan ketahanan keluarga untuk mencapai Indonesia aman dan damai.

Dalam kejadian tersebut Ketua Umum Kowani menyatakan turut berduka  kepada korban dan Keluarga Korban Bom  Surabaya yang terjadi pada 3 gereja di Surabaya pada hari ini tanggal 13 Mei 2018, dan mengharapkan kepada semua pihak terkait dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cepat agar Indonesia kembali damai, aman, tanpa gerakan terorisme. (SH/EOS)

You may also read!

Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Berharap, Pemerintah Menunda Implementasi Pajak Terhadap Perdagangan Elektronik (e-commerce)

SinarHarapan.id -Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) meminta penundaan implementasi kebijakan  pajak terhadap industri perdagangan elektronik (e-commerce) dalam konsep jual beli digital

Read More...

Seri GIIAS 2019 Akan di Mulai di Surabaya

SinarHarapan.id -Konsisten dengan tujuan untuk terus mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia, GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) di tahun

Read More...

Servis Gratis Suzuki Peduli “Gempa Lombok” Dilanjutkan

SinarHarapan.id -Dalam rangka pemulihan pascagempa di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 29 Juli 2018 lalu, PT Suzuki Indomobil

Read More...

Mobile Sliding Menu