Mulai Hari Ini, Royal Enfield ‘Classic 500 Pegasus’ Limited Sudah Bisa Dipesan

In Otomotif

SinarHarapan.id -Perusahaan motor tertua dengan produksi berkelanjutan, Royal Enfield, mengumumkan ketersediaan sepeda motor edisi terbatas, Classic 500 ‘Pegasus’ di Indonesia. ‘Pegasus’ terinspirasi dari sepeda motor legendaris RE/WD Flying Flea 125 yang diproduksi di fasilitas bawah tanah Royal Enfield di Westwood, Inggris saat masa Perang Dunia Kedua.

Diciptakan sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada Flying Flea dan sejarah kemiliteran Royal Enfield, Classic 500 Pegasus menawarkan para pegiat sepeda motor sebuah sepeda motor bersejarah yang hanya diproduksi sebanyak 1.000 unit secara global dan 40 unit akan tersedia di Indonesia dengan harga Rp. 109.900.000.

Royal Enfield memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam produksi kemiliteran dan semenjak itu terciptalah moto ‘Made Like a Gun Since 1901’. Royal Enfield memproduksi amunisi, perangkat artileri dan sepeda motor pada masa perang dunia dan menyuplai pasukan bersenjata India dengan sepeda motor hingga kini.

Royal Enfield berperan dalam menyuplai sepeda motor untuk pasukan bersenjata Inggris dan juga pemerintah Rusia, dan hingga kini tetap berlanjut membuat sepeda motor yang sederhana, otentik dan klasik. Namun, sejauh ini kisah mengenai produksi Royal Enfield pada masa peperangan yang paling sering diceritakan adalah tentang sepeda motor bermesin 2-tak 125cc yang dipakai oleh pasukan terjun payung Inggris untuk menggempur garis pertahanan musuh pada Perang Dunia Kedua, termasuk operasi D-Day dan Arnhem, yakni ‘The Flying Flea’.

“Kisah Flying Flea sangat luar biasa dan menginspirasi, serta memiliki sejarah yang tidak dimiliki sepeda motor mana pun. Sepeda motor militer yang tangguh telah dan tetap menjadi bagian penting dari sejarah Royal Enfield di mana Royal Enfield mempertahankan unsur klasik, sederhana dan tangguh dalam menciptakan sepeda motor.

Sepeda motor kami berperan penting di Perang Dunia Pertama dan Kedua, hingga berhasil meraih reputasi untuk ketangguhan di kondisi ekstrim. Classic 500 Pegasus adalah sebuah bentuk penghormatan kepada kisah perang legendaris dan sejarah panjang ketangguhan Royal Enfield,” ujar Vimal Sumbly – Head Business Markets – APAC Region, Royal Enfield.

Dikenal akan ketangguhannya, sepeda motor Royal Enfield digunakan oleh pasukan Inggris di Prancis dan Belgia selama masa perang dunia pertama dan disuplai untuk digunakan oleh tentara Russia.

Dalam perang dunia kedua, puluhan dari ribuan sepeda motor Royal Enfield dikirim ke hampir seluruh area konflik peperangan. Namun hanya Flying Flea yang sanggup dijatuhkan hingga ke garis belakang pertahanan musuh oleh para pasukan terjun payung. Berkat citra dan ceritanya, Departemen Peperangan Inggris pun memesan lebih dari 4,000 unit sepeda motor Royal Enfield.

Sederhana, kuat dan tangguh, Flying Flea diterjunkan sebagai mesin perang garis depan sebagai aset sangat berharga bagi tentara elit dari resimen terjun payung yang ketika itu baru dibentuk, sepeda motor tersebut dijatuhkan dengan parasut dalam alat pelindung khusus atau dibawa dengan pesawat tempur Horsa. Di daratan, sepeda motor tersebut digunakan untuk pengintaian, komunikasi dan sebagai alat membawa para tentara ke dalam peperangan.

Sepeda motor Royal Enfield berbodi kompak dan serba bisa membuktikan ketangguhannya saat Operasi Market Garden pada September 1944, operasi udara terbesar dalam sejarah. Seorang sekutu pemberani mencoba untuk memperpendek peperangan dengan menyusup ke wilayah Jerman melalui Belanda melewati kontak senjata di beberapa jembatan dan berpuncak pada pertempuran di Arnhem dimana pasukan terjun payung terkepung dan kalah jumlah melawan divisi tank Jerman selama 7 hari bertahan.

Dilanda berbagai masalah termasuk radio yang rusak, komandan pasukan mengandalkan Flying Flea untuk membawa pesan. Handlingnya yang kuat dan tangguh di berbagai medan membuat Flying Flea yang tangguh dan serba bisa hampir tak terhentikan. Dihadapkan dengan pagar atau parit, pengendara bisa turun dan mengangkat sepeda motornya dengan mudah.

“Para pengendara sepeda motor tersebut kemudian pergi ke kantor pusat Oosterbek Town Hall dari berbagai jurusan,” kenang veteran perang Arnhem John Jeffries. “Dahulu mereka sering beredar dimana-mana.” John seorang pegiat sepeda motor yang melakukan aksi terjun payungnya di Belanda pada gelaran 4th Parachute Brigade, memiliki kenangan indah tentang Flying Flea. “Saya suka dengan Flying Flea. Ukurannya kecil. Saya selalu menilai sebuah sepeda motor dari bobotnya dan Royal Enfield sangat saya sukai.”

Flying Flea juga berperan penting pada operasi D-Day, invasi amfibi terbesar dalam sejarah. Sekutu bertempur untuk mendirikan sebuah pangkalan pinggir pantai di Normania, Perancis Utara, dalam persiapan penyerangan Eropa Barat yang dikuasai oleh Jerman, ratusan Flying Flea dan sepeda motor James ML diturunkan dari kapal ke pantai.

Berbicara mengenai peran Flying Flea selama opearasi D-Day, Gordon May, sejarawan Royal Enfield mengatakan, “Begitu landasan diturunkan, sepeda motor pun keluar dari pesawat. Sepeda motor digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan para tentara dan membawa mereka maju, serta menemani mereka seperti yang biasanya dilakukan konvoi pengawal sepeda motor.”

Perwira komandan D-Day di kemudian hari memuji sepeda motor ringan dan para pengendaranya, yang dikenal sebagai “beachmasters” karena keberhasilan mereka dalam pendaratan di pantai.
Dipersembahkan sebagai penghargaan terhadap Flying Flea dan warisan militer Royal Enfield, Classic 500 Pegasus menawarkan kesempatan untuk memiliki sekelumit dari sejarah sepeda motor. Hanya 1.000 unit akan dipasarkan di seluruh dunia.

Untuk merayakan Flying Flea dan mengungkap kisah luar biasa yang belum diceritakan, Royal Enfield secara resmi bekerjasama dengan British Army’s Parachute Regiment (Resimen Terjun Payung Tentara Inggris). Mark Wells, Head of Global Product Strategy and Industrial Design, Royal Enfield menjelaskan: “Bagi kami, sangat penting untuk bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan, sehingga kira-kira 18 bulan yang lalu kami mendekati Pasukan Terjun Payung dan menyampaikan keinginan untuk bekerjasama dalam sebuah proyek, dan hingga kini kolaborasi kami sangat luar biasa.

Sepeda motor Classic 500 Pegasus yang baru ini merangkum banyak sejarah dan warisan Royal Enfield. Ini merupakan hal yang hanya dilakukan oleh Royal Enfield. Banyak merek lain memiliki sepeda motor tentara di masa lalu, namun hanya Royal Enfield yang memiliki Flying Flea.

Setiap unit dari 1.000 sepeda motor Classic 500 Pegasus baru tersebut memiliki logo Pegasus berwarna marun dan biru, yang merupakan logo resmi dari lencana Resimen Terjun Payung – pada tangki bahan bakar, serta nomor seri individual. Stiker Royal Enfield ‘Made Like a Gun’ yang sangat terkenal pada kotak baterai (aki) juga merupakan peringatan akan sejarah sang mesin.

Logo yang ada pada Royal Enfield Classic 500 Edisi Pegasus dibuat berdasarkan logo asli yang digunakan pada Flying Flea pada masa Perang Dunia Kedua, oleh 250th (Airborne) Light Company, kini menjadi koleksi resmi Royal Enfield di Pusat Teknologi Royal Enfield, Inggris. Sepeda motor baru memiliki pilihan warna bertemakan peperangan yaitu, Service Brown dan Olive Drab Green, kecuali di India, hanya pilihan Service Brown yang tersedia.

Berbagai gear yang terinspirasi oleh sejarah sepeda motor luar biasa ini, juga akan tersedia; dari mulai kemeja, kaos dan topi, hingga pin kerah, tas dan helm, apparel terbatas, dan asesoris dari koleksi tersebut juga dihias dengan lencana resmi militer serta emblem Pegasus.

Setiap sepeda motor yang sangat diminati dan tersedia dalam jumlah terbatas ini, dilengkapi dengan satu set pannier kanvas kustom bergaya militer dengan emblem Pegasus. Setiap sepeda motor diberikan berbagai tanda otentik khas sepeda motor militer, termasuk grip stang berwarna coklat; tali kulit dengan gesper kuningan pada filter udara; peredam suara, rim, kickstart, pedan dan panel lampu depan berwarna hitam; kesemuanya untuk melengkapi tampilan masa perang. Sebagai tambahan, konsumen juga bisa membeli rangkaian Genuine Motorcycle Accessories yang kompatibel dengan sepeda motor tersebut.(SH/IW)

You may also read!

Pohon Beringin Besar di Kawasan Monas Tumbang

SinarHarapan.id - Petugas dari Pemprov DKI Jakarta membersihkan pohon beringin besar yang tumbang di kawasan Monas jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, 

Read More...

Diskusi PKS: ‘Omnibus Law RUU Tentang Cipta Kerja Untuk Siapa?’

SinarHarapan.id -  Pengamat Hukum, Said Salahuddin, Pengamat Politik, Rocky Gerung, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, dan Pengamat

Read More...

Gedung DPR Kebakaran, Banyak Karyawan Terjebak Kepulan Asap

SinarHarapan.id - Karyawan berjalan keluar ruangan saat terjadi kepulan asap putih di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin

Read More...

Mobile Sliding Menu