Emak-emak Kampanye Hitam Ditahan Polisi, Lalu Tak Diakui Kelompoknya

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Polisi bergerak cepat untuk menangani kasus video viral kampanye hitam yang dilakukan tiga orang ibu di Karawang, Jaba barat.

Polisi telah menetapkan tiga orang emak-emak di Karawang sebagai tersangka kaitan video viral kampanye hitamJokowi-Ma’ruf Amin. Kepada detik.com, polisi membeberkan peran dari ketiga emak-emak tersebut.

Dalam kasus ini, tiga orang tersebut di antaranya ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang.

Mereka diamankan sejak Minggu (24/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Ketiga tersangka ini memiliki peran masing-masing dalam kaitan video tersebut,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/2/2019).

Truno menjelaskan dalam kasus ini, ES dan IP terlihat dalam video mengeluarkan kata-kata terhadap seorang kakek yang berdiri di depan pintu rumahnya. Sementara CW melakukan perekaman dan mengunggah ke media sosial dengan akun miliknya @citrawida5.

“Nah CW juga mengunggah suatu caption yang ditambahkan dalam akunnya. CW yang merekam,” kata Truno.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko

Ketiga emak-emak ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Arti ajakan itu:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Polisi juga menyebut 3 emak-emak tersangka kampanye hitam ke Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan relawan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno. Ketiganya tergabung Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES).

“Iya betul, relawan emak-emak namanya PEPES,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Samudi saat dikonfirmasi detikcom via pesan singkat, Selasa (26/2/2019).

Bukan Anggota PEPES

Sementara itu Ketua Umum Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PEPES), Wulan membantah tiga perempuan yang ditangkap di Karawang, Jawa Barat adalah anggotanya.

Wulan menduga emak-emak yang berkampanye jika Jokowi menang azan dilarang dan pernikahan sejenis sah itu hanya simpatisan PEPES.

Wulan mengatakan PEPES memiliki data keanggotaan di setiap daerah. Ia mengaku telah memeriksa data tersebut dan tak menemukan nama tiga ibu itu di dalamnya.

“Tapi kami enggak tahu juga kalau mereka simpatisan. Kan, kami tidak bisa mengontrol semuanya. Namanya simpatisan ya boleh-boleh saja,” kata Wulan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/2).

Ia juga menegaskan PEPES tak pernah memberikan arahan kampanye hitam setiap kali para relawan berkampanye dari pintu ke pintu (door to door) untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Enggak ada arahan seperti itu (kampanye hitam),” ujar Wulan.

Konfirmasi BPN

Berdasarkan laporan dari Tribunnews.com, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, membenarkan bahwa perempuan yang diamankan pihak kepolisian itu merupakan bagian dari relawan Pepes yang terdaftar.

“Berdasarkan laporan yang saya terima mereka adalah relawan Pepes. Saya menerima laporan dari teman teman mereka,” terang Ferdinand, Senin, (25/2/2019).

Namun, ujar Ferdinand, informasi yang ia dapatkan itu baru berasal dari teman-teman relawan Pepes.

Ferdinand berpendapat, relawan Pepes yang diamankan di Mapolda Jawa Barat itu harusnya tak dibawa ke ranah hukum.

Pasalnya, menurut Ferdinand, apa yang disampaikan oleh para relawan itu masih berupa prasangka yang belum terjadi.

Ferdinand mengatakan, hal tersebut sama saja dengan pernyataan bahwa ekonomi Indonesia akan hancur jika Jokowi menang Pilpres 2019.

“Jadi kenapa mereka kemudian dipidana, karena sesuatu yang belum terjadi. Bagaimana kalau memang Jokowi menang ternyata itu benar terjadi. Siapa yang mau menanggung beban hidup mereka yang ditahan,” papar Ferdinand.

“Ini masalah politik, kalau mau, tim 01 membantah tidak benar. Dijawab dengan argumen politik jangan memenjarakan orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara BPN, Andre Rosiade yang turut menanggapi kasus ini menyebutkan, emak-emak yang melakukan kampanye hitam itu perlu ditelusuri lebih lanjut apakah bagian dari relawan Pepes atau bukan.

Ini dikarenakan, menurut Andre, pihaknya tidak pernah memberikan arahan maupun instruksi kepada relawan untuk melakukan kampanye hitam.

Andre menjelaskan, selama ini BPN hanya meminta agar para relawan menyampaikan program yang dimiliki Prabowo-Sandi di bidang ekonomi.

“Kami tidak pernah menginstruksikan, cara cara SARA atau hoax. Relawan kita fokuskan berbicara pada ekonomi,”katanya.

Andre mengatakan, bahkan BPN juga terkejut karena ada ibu-ibu yang melakukan kampanye dengan cara seperti itu.

“Saya jamin itu bukan arahan dari BPN, sesuai dengan arahan pak Prabowo dan bang Sandi,kita fokus pada masalah ekonomi dalam berkampanye, serta mengedepankan kesantunan,” pungkasnya.

 

Tanggapan TKN

Di sisi lain, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa video viral itu merupakan kampanye hitam yang berisi fitnah dan kebohongan.

Ia juga mengaku bahwa kampanye dari rumah ke rumah dengan cara menyebarkan fitnah itu sangan merugikan pihak TKN.

Ace memaparkan, pihaknya mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus video viral ini.

“Menelusuri siapa yang melakukan kampanye hitam tersebut. Darimana Ibu-ibu ini mendapatkan informasi dengan mengkampanyekan hoaks dan fitnah keji seperti ini. Kami yakin bahwa cara-cara seperti ini dilakukan bukanlah berdiri diri tapi sistematis,” tegas Ketua DPP Golkar ini.

Menurut Ace, ada kemungkinan bahwa kampanye samacam itu terjadi di sejumlah tempat lainnya.

Untuk itu, TKN meminta agar pihak berwajib bisa segera mengungkap tuntas cara-cara dan materi kampanye seperti ini, sehingga menjadi pembelajaran bahwa kampanye hitam dan hoaks itu melanggar hukum.

“Jika tidak, maka kampanye hoaks dan fitnah ini akan terus terjadi yang mengakibatkan rusaknya tatanan masyarakat,” tegasnya.

 

Respons Jokowi

Presiden Joko Widodo pun mengomentari fitnah yang kembali diarahkan kepadanya terkait kampanye Pilpres 2019.

“Ada katanya nanti kalau Presiden Jokowi menang nggak boleh azan. Wah ini kan kebangetan itu,” kata Jokowi saat berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah di Cilacap, Senin (25/2/2019), demikian dilaporkan Kompas.com.

Selain itu, Jokowi kembali menyinggung fitnah yang selama ini dituduhkan kepadanya seperti terlibat PKI hingga antiulama. Padahal, kata Jokowi, dirinya setiap hari bersama ulama dan sering mengunjungi pondok pesantren.

Kepada warga, Jokowi mengingatkan agar tidak menyebarkan kabar bohong atau fitnah hanya karena pemilu. Pesan lain, jangan ada perpecahan hanya karena perbedaan pilihan calon pemimpin.

“Karena modal kita, aset terbesar kita persatuan,” ucap Jokowi.

You may also read!

Dua Panggung Megah Jakarta Fair Siap Hibur Pengunjung

SinarHarapan.id -Event akbar tahunan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2019 mulai dibuka pada Rabu (22/5) kemarin. JFK kembali hadir di

Read More...

DFSK Hadir Di Jakarta Fair 2019

SinarHarapan.id -Jakarta Fair merupakan salah satu ajang pameran terbesar di Asia Tenggara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya untuk menyambut

Read More...

Audi Q8 dan VW Tiguan Allspace Siap Mengaspal Di Indonesia

SinarHarapan.id - PT Garuda Mataram Motor (GMM), Agen Pemegang Merek Audi dan Volkswagen (VW) di Indonesia akan meluncurkan dua SUV

Read More...

Mobile Sliding Menu