Sidang Kasus Mafia Tanah, JPU Ancam Pidanakan Saksi Bila Beri Keterangan Palsu

In Megapolitan

SinarHarapan.id – Sidang kasus mafia tanah dengan terdakwa mantan Presiden Direktur Jakarta Royale Golf Club Muljono Tedjokusumo kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu (13/2/2019).

Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan saksi fakta. Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum, yakni Aseni, yang merupakan salah satu saksi fakta yang mengurus surat-surat atau dokumen.

Saksi melakukan pengurusan surat kehilangan AJB di Polres Metro Jakarta Barat. Adapun saksi merupakan pekerja lepas dari terdakwa dugaan kasus mafia tanah Muljono Tedjokusumo.

Kepada Ketua Majelis Hakim, daksi Aseni menyebutkan dirinya pernah diperiksa mengenai kepengurusan surat keterangan kehilangan surat AJB. Dan ada 2 AJB, yaitu No. 1242 dan 1248.

Dalam persidangan Aseni mengaku pernah diperiksa sebanyak 3 kali oleh penyidik (saat itu).

Saksi mengaku, mengurus perihal fotokopian surat AJB tidak sampai ke kantor kelurahan, hanya sebatas mengurus surat kehilangan AJB di kantor Kepolisian. Dia juga tidak tahu-menahu tentang keperluannya untuk apa, hanya sebatas membantu saja.

Saat dicecar oleh Ketua Majelis Hakim, surat itu digunakan untuk apa, saksi mengaku tidak tahu. Dan hanya sekali itu saja.

“Itu pada tahun 2013. Itu pun hanya mendampingi Musnal yang kini sudah Almarhum,” katanya. Dan di tahun 2012 lalu, dia mengaku mengenalkan Musnal kepada terdakwa.

Saat itu, sambil duduk di kursi pesakitan, lanjut Saksi Aseni, (saat itu) terdakwa memerintahkan dirinya untuk membantu mengurus surat kehilangan, fotokopi surat AJB.

Di sela persidangan, JPU pun mengingatkan, kepada terdakwa dan saksi agar tidak berbohong dalam membeberkan fakta dipersidangan, karena dapat terancam pidana.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang kasus dugaan mafia tanah dengan terdakwa mantan Presdir Jakarta Royale Golf Club Muljono Tedjokusumo (ketiga kanan), Rabu (13/2/2019). Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan, Aseni (berjalan, tengah).

Kemudian lanjut saksi, dia ketahui hanya kepengurusan surat kehilangan AJB saja. Saksi juga tidak pernah mengetahui mengenai pihak RT/RW. Kemudian terkait surat pernyataan, dia mengaku ada tertera tanda tangan dirinya.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan mendatang.

Sebelumnya diberitakan, sidang kasus dugaan mafia tanah dengan terdakwa Muljono Tedjokusumo digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019) lalu.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sterry Marleine dan dua Hakim Anggota Achmad Fauzi dan M Noor menghadirkan saksi Kepala Sub Seksi Sengketa Konflik Perkara Pertanahanan BPN Jakarta Barat Budi Harsono. Budi mengakui bahwa telah terjadi kesalahan administrasi dalam penerbitan empat sertifikat atas nama Muljono Tedjokusumo.

“Ya bener Akte Jual Beli (AJB) yang menjadi dasar penerbitan sejumlah sertifikat atas nama Muljono Tedjokusumo ada kesalahan administrasi. AJB Nomor 1209 telah dinyata hilang, namun ada surat kuasa pengurusan yang ditandatangani terdakwa untuk menjadi bahan memenuhi persyaratan penerbitan sertifikat,” ujar Budi.

BPN Jakbar, kata Budi, belum membatalkan empat sertifikat karena masih menunggu keputusan pengadilan.

“Ya kami masih menunggu hasil keputusan Pengadilan Negeri Jakbar terkait pembatalan sejumlah sertifikat itu,” ujar Budi lagi.

Kuasa hukum para korban Akhmad Aldrinof Linkoln menilai aneh, tidak masuk akal, terdakwa menandatangani surat kuasa pengurusan sertifikat, namun tidak tahu apa tujuan yang dikuasakan kepada seseorang itu.

“Majelis Hakim tidak bodoh, aparat penegak hukum itu tidak bodoh. Penyataan tentang hilangnya AJB untuk dasar pembuatan sertifikat yang tidak diketahui oleh terdakwa pasti akan lebih memberatkan hukumannya,” kata Akhmad Aldrinof Linkoln kepada wartawan usai mengikuti jalannya persidangan lalu.

Dalam sidang sebelumnya juga para saksi tidak pernah melakukan jual beli sama sekali terhadap terdakwa. Moeljono didakwa melanggar Pasal 263 ayat (1) juncto Pasal 264 Ayat (2) dan juncto Pasal 266 Ayat (2) KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Okta.

Seperti diketahui tertuang Laporan Polisi nomor LP 261/III/2016/Bareskrim Tgl 14 Maret 2016 dan LP 918/IX/2016/Bareskrim tanggal 7 September 2016. MT dilaporkan oleh H. Muhadih, Abdurahman, dan ahli waris Baneng.

Menurut Akhmad Aldrinof Linkoln, Muldjono Tedjokusumo menyandang status tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan menempatkan keterangan palsu pada akta autentik tanah di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 dan 266 KUHP.

You may also read!

Astra UD Trucks Terus Dukung Keamanan Pengemudi Truk bersama Kepolisian Republik Indonesia

SinarHarapan.id -Astra UD Trucks, penyedia solusi total transportasi terdepan yang telah berkiprah selama 35 tahun sebagai distributor resmi terpercaya

Read More...

CTI IT Infrastructure Summit 2019 Usung Tema “Artificial Intelligence”

SinarHarapan.id -Penyedia solusi infrastruktur TI PT Computrade Technology International (CTI Group) akan mengadakan kembali seminar dan pameran infrastruktur TI

Read More...

KTM Galaxy Bekasi Berikan Banyak Promo

SinarHarapan.id -Di awal tahun ini, dealer KTM Bekasi Galaxy memberikan banyak promo fantastis untuk para calon konsumen, promo tersebut

Read More...

Mobile Sliding Menu