Dibebaskan dari Tuduhan Pembunuhan, Siti Aisyah: Terima Kasih Presiden Jokowi

In Eksposisi
  • Foto: Siti Aisyah bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, dalam konperensi pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (11/3) sore. (Foto: Antara)

SinarHarapan.id – Siti Aisyah, warga negara Indonesia, yang sebelumnya menyadang status tersangka atas pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tidak menyembunyikan rasa harunya.

Siti terharu atas upaya pemerintah untuk membebaskan dirinya dan berhasil meyakinkan Jaksa Penuntut Umum pada Mahkamah Tinggi Selangor, Darul Ehsan, Malaysia, Muhammad Iskandar bin Ahmad, untuk menarik dakwaan terhadap dirinya.

“Terima kasih buat Bapak Presiden Jokowi, terima kasih buat Bapak Menteri yang berusaha menolong saya sampai saya sekarang ini berada di Indonesia,” kata Aisyah kepada wartawan dalam konperensi pers yang digelar usai dirinya tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (11/3) sore.

Dalam konperensi pers yang dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly itu, Siti Aisyah menyampaikan kebahagiaannya setelah dirinya dinyatakan bebas setelah Jaksa Penuntut Umum mencabut dakwaan.

“Perasaan saya senang, bahagia, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata Aisyah.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan, bahwa pembebasan Siti Aisyah sudah sesuai dengan hukum acara pidana yang berlaku di Malaysia.

“Ini kan sudah melalui persidangan, dan itu dimungkinkan dalam Pasal 254 hukum acara pidana Malaysia. Itu dimungkinkan, Jaksa mencabut (tuntutan terhadap Siti Aisyah),” tegas Yasonna.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa proses pembebasan Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang sebelumnya dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, merupakan hasil dari proses yang panjang.

“Ini proses panjang, pendekatan panjang karena memang kita melihat dari jauh bahwa Siti ini tidak, bukan merupakan masuk dalam jaringan itu, tetapi memang dimanfaatkan, itu saja,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai usai menerima Dirut ITDC dan CEO Dorna Sport SL, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3) sore.

Proses panjang dimaksud, menurut Presiden, pendekatan dari kedutaan, Kementerian Luar Negeri, dari Kementerian Hukum dan HAM, dan tentu saja kepedulian kita terhadap warga negara kita yang berada di luar negeri.

Mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan, menurut Presiden, akan dibahas besok. “Ya, besok kita ketemu,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui Siti Aisyah telah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia dari dakwaan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Jaksa Penuntut Umum pada Mahkamah Tinggi Selangor, Darul Ehsan, Malaysia, Muhammad Iskandar bin Ahmad, telah menarik dakwaan terhadap Siti Aisyah, dari persidangan yang sudah berlangsung sejak 1 Maret 2017 lalu. (Setkab)

You may also read!

Permenhub Ojol: Siapkan Shelter, Tarif Rp 3.000 Per Km Dipertimbangkan

SinarHarapan.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna

Read More...

KAI Siap Datangkan Kereta Hydrogen Pertama di Dunia ke Indonesia

SinarHarapan.id – Indonesia menjadi negara Asia pertama yang secara serius menunjukkan ketertarikannya pada kereta hydrogen Coradia iLint. Hal ini diperlihatkan

Read More...

Pendidikan Karakter di Sekolah Jadi Prioritas, Guru Bahagia Murid Bahagia

SinarHarapan.id - Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) perlu terus ditingkatkan di seluruh sendi kehidupan, termasuk di lingkungan sekolah, mengingat tantangan

Read More...

Mobile Sliding Menu