Pembangunan SDM Syarat Dasar untuk Memimpin di Kancah Internasional

In Ekonomi
SinarHarapan.id – Awal revolusi industri telah terjadi di Perancis pada abad 17. Saat ini, tahun 2019, revolusi industri memasuki 4.0 dengan basis teknologi digital. Percepatannya terjadi di seluruh negara di dunia. Tak terkecuali bagi Indonesia.
Namun, sejauh mana Indonesia mampu mengikuti percepatan revolusi industri 4.0 yang mampu merambah hampir di seluruh sendi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara?
Saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana Indonesia bisa membalikkan keadaan dengan fokus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga bisa menjadi syarat dasar Indonesia untuk bisa memimpin di kancah global.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema “Membangun Karakter dan Mental Indonesia” di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/3/2018).
Menurut Dirjen Kebudayaan, revolusi karakter menjadi jantung dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Untuk itu, harus terus ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.
“Gerakan revolusi mental merupakan gerakan yang fenomenal. Dalam kehidupan sehari-hari telah banyak terjadi perubahan.Salah satu contohnya yang terjadi di comnuter line (kereta api jabodetabek) di mana saat ini sudah dinilai lebih baik dari sebelumnya,” jelas Hilmar.
Hal yang sama, Dirjen Kebudayaan menjelaskan, juga terjadi di pembangunan infrastruktur. “Terkait infrastruktur, jangan hanya dilihat secara fisik. Tapi lihat juga side effect-nya dari sisi kebudayaan,” ujarnya.
Selanjutnya, menurut Dirjen Kebudayaan, penguatan pada pendidikan karakter. Pola yang dilakukan sebisa mungkin melalui hal-hal yang praktis. Misalnya, peserta didik diarahkan untuk bergotong royong melakukan bersih-bersih sekolahnya.
“Di Jepang, tidak ada OB (Office Boy) karena semua pekerjaan bisa dilakukan dan menjadi tanggung jawab masing-masing. Sementara persepsi di Indonesia masih berbeda, segala sesuatu harus dibantu oleh orang lain,” pungkas Hilmar.  ( SH/AJ)

You may also read!

BMW Astra “Joy Fest” Berikan Sensasi Berkendara Bak Pembalap Di Sirkuit Sentul

SinarHarapan.id-BMW Astra  memanjakan pelanggannya melalui program "Joy Fest:BMW Astra- Experience Driving" di Sirkuit Sentul, Bogor, yang akan digelar hanya

Read More...

Mitsubishi Xpander Cross Bisa Dipesan Mulai Hari ini, Tawarkan Tiga Varian

SinarHarapan.id-PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi memperkenalkan Mitsubishi Xpander Cross, perpaduan sebuah MPV dengan ketangguhan dan tampilan

Read More...

Pertamina Fastron Kembali Dipercayai Menjadi Technical Partner Lamborghini Squadra Corse

SinarHarapan.id-PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), melalui produk unggulannya Pertamina Fastron terus memperkuat eksistensinya di pasar global

Read More...

Mobile Sliding Menu