Indonesia Kecam Keras Aksi Terorisme di Sri Lanka

In Berita Kini, Internasional

SinarHarapan.id –  Indonesia mengecam keras aksi pengeboman di berbagai lokasi di Sri Lanka, Minggu (21/4), sekitar pukul 09:00 (waktu setempat). Hingga Senin (22/4) sedikitnya 290 orang tewas dan 500 luka-luka dalam delapan ledakan di Hari Paskah tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menerima Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Dharsana Mahendra Perera untuk menyampaikan bela sungkawa kepada Pemerintah Sri Lanka dan keluarga korban, Senin (22/4).

“Saya mendengar dari Duta Besar Sri Lanka tentang upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Sri Lanka setelah serangan. Saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk membantu Sri Lanka,” kata Menlu RI lewat akun Twitter resminya.

“Indonesia mengecam sekeras-kerasnya atas serangan bom di Sri Lanka dan menekan bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Menlu RI.

Dalam delapan ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel di Kolombo di Hari Paskah kemarin, 290 orang tewas dan 500 luka-luka.

Ledakan terjadi di Gereja Santo Antonius di Kochchikade, Kolombo, dan Gereja Santo Sebastian di Negombo, pinggiran Ibu Kota Sri Lanka, Minggu pagi. Ledakan ketiga mengguncang Gereja Sion di Batticaloa.

Bom lain meledak di tiga hotel bintang lima di Kolombo. Pada Minggu malam, ledakan lain terjadi di sebuah hotel dekat kebun binatang di Dehiwala dan satu lagi di kompleks perumahan di Dematagoda, keduanya di Ibu Kota Sri Lanka.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kolombo terus memantau perkembangan situasi dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan WNI setempat.

Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Meskipun pada saat terjadinya ledakan, seorang WNI berinisial K.W sedang berada di Hotel Shangri La, namun KBRI Kolombo sudah memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat keamanan Sri Lanka.

Beberapa WNI lainnya yang menginap di hotel Shangri La tidak berada di hotel saat kejadian.

KBRI Kolombo terus memantau perkembangan situasi, termasuk kondisi WNI di sekitar lokasi kejadian, berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Terdapat sekitar 374 WNI di Sri Lanka, termasuk sekitar 140 orang di Kolombo, Ibu Kota Sri Lanka.

Pemerintah Indonesia meyakini bahwa Pemerintah Sri Lanka dapat mengatasi situasi dengan baik, dan juga bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.

Pemerintah menghimbau agar WNI di Sri Lanka untuk tetap waspada dan berhati-hati serta mengikuti arahan dari otoritas keamanan setempat.

Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Kolombo +94772773127.

You may also read!

Bukaka Teken Kontrak Senilai US$7,5 Juta di Bangkok

SinarHarapan.id -  PT Bukaka Teknik Utama yang diwakili oleh Direktur Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM), Saptiastuti Hapsari, menandatangani kontrak

Read More...

Dubes RI Resmikan Indonesia-Ethiopia Business Connect di Jakarta

SinarHarapan.id - Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC), sebuah wadah komunikasi cepat, konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media, diluncurkan

Read More...

Bernilai Rp 3,78 Triliun, Mesir Pembeli Terbesar Pertama selama TEI 2019

SinarHarapan.id - Mesir menjadi pembeli terbesar pertama selama  pameran dagang Trade Expo Indonesia 2019. Rekapitulasi transaksi Perdagangan delegasi Mesir mencapai nilai 

Read More...

Mobile Sliding Menu