Indonesia Pimpin Kembali Pertemuan Internasional Kekayaan Intelektual dan Pembangunan

In Internasional

SinarHarapan.id –  Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, terpilih kembali sebagai Ketua Committee on Development and Intellectual Property (CDIP) World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk sesi ke-23 dan ke-24 periode tahun 2019.

Pertemuan sesi CDIP ke-23 akan berlangsung 20-24 Mei 2019 bertempat di Markas Besar WIPO di Jenewa, Swiss dengan dihadiri oleh delegasi dari 191 negara anggota WIPO.

Pertemuan CDIP kali ini diawali dengan penyelenggaraan “International Conference on Intellectual Property and Development”, yang mengambil tema “How to benefit from the IP system”.

Konferensi ini merupakan yang pertama kalinya diselanggarakan dan menjadi platform pembahasan tentang pengetahuan dan pengalaman nasional, regional, dan internasional terkait isu-isu kekayaan intelektual, serta strategi mendapatkan manfaat dari sistem kekayaan intelektual.

Setelah pembukaan konferensi oleh Dubes RI, Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, juga dijadwalkan untuk hadir memberikan dignitaries address, yang menekankan pentingnya menciptakan koneksi antara kebijakan kekayaan intelektual dan pembangunan, utamanya untuk memperkuat sektor industri kreatif dan budaya Indonesia.

Lebih lanjut, dalam kegiatan tersebut, Indonesia juga memamerkan capaian nasional manajemen hak kekayaan intelektual dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Manajemen hak kekayaan intelektual dalam Asian Games 2018, termasuk desain, branding, merchandising, licensing dan hak penyiaran dianggap sebagai salah satu kunci kesuksesan penyelenggaraan Asian Games yang diakui oleh komunitas internasional.

“Kekayaan intelektual terus menjadi penggerak utama dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam hal ini CDIP memiliki peran yang krusial dalam mengedepankan pembahasan isu-isu terkait kekayaan intelektual dan pembangunan, termasuk berbagai hambatan yang dialami saat ini,” kata Dubes RI.

“Indonesia menjadi pusat perhatian dunia sebagai salah satu negara yang siap menyambut revolusi industri ke-empat menuju Indonesia maju melalui aplikasi teknologi, kreativitas dan kekayaan intelektual,” kata Dubes Hasan Kleib.

CDIP adalah salah satu komite utama di WIPO dan satu-satunya forum internasional yang membahas keterkaitan isu pembangunan dan kekayaan intelektual.

Komite ini memiliki mandat untuk mengarusutamakan dan mengkoordinasikan agenda pembangunan WIPO yang meliputi antara lain bantuan teknis, pembangunan kapasitas, fleksibilitas hukum kekayaan intelektual, dan alih teknologi di bidang kekayaan intelektual.

Selain memegang peran sebagai Ketua CDIP, saat ini Indonesia juga masih berperan sebagai Wakil Ketua perundingan teks perlindungan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional di Komite IGC-GRTKF WIPO dan koordinator Like Minded Group of Countries (LMCs) di komite tersebut. Sejak tahun 2017 Indonesia juga merupakan koordinator negara-negara Asia Pasifik di seluruh komite di WIPO.

(Sumber: PTRI Jenewa).

You may also read!

Pasar Malam Indonesia di Malmo-Swedia

SinarHarapan.id -  Beragam budaya Indonesia digelar dalam Pasar Malam Malmö 2019 Indonesisk Kvällsmarknad  di Limhamn Folkets Hus, Malmö, Swedia,

Read More...

Film “Boccia” Besutan Sutradara WNI Diputar di Thailand

SinarHarapan.id -  Lebih dari 200 penonton  di SF Cinema Bangkok  tersentuh menyaksikan film “Boccia”, sebuah film dokumenter non komersial tentang

Read More...

ILUNI UI Peduli Bencana Kabut Asap

SinarHarapan.id - Kadri Mohamad Komunitas Biduan (kiri), Endang Mariani Koordinator ILUNI UI Peduli (dua kiri), Andre Rahadian Ketua Umum ILUNI

Read More...

Mobile Sliding Menu