Kiat Mengatur Keuangan dan Berbelanja saat Bulan Puasa

In Berita Khas

SinarHarapan.id – Bulan Ramadan segera tiba, berbagai hal perlu dipersiapkan. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah mengatur keuangan selama Bulan Puasa.

Untuk mempersiapkan diri dalam menyambut Ramadan inilah, PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) menggelar talk show bertajuk “Anti Boncos di Bulan Ramadan” bertempat di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Acara yang dipandu oleh Astrid Tiar ini menghadirkan Perencana Keuangan, Ligwina Hananto yang memberikan tips mengelola keuangan di bulan Ramadan.

Ligwina Hananto pun menjelaskan tiga jenis pengeluaran selama Bulan Puasa.

Pengeluaran itu secara umum, yaitu pengeluaran rutin, gaya hidup, dan sosial. Pengeluaran rutin adalah uang yang kita gunakan untuk menunjang kegiatan sehari-hari seperti transportasi, uang makan siang, uang belanja dan lainnya.

Pada bulan puasa, biasanya pengeluaran rutin ini cenderung mengalami penurunan sebab kita tidak makan siang, atau belanja konsumsi di siang hari.

Namun saat Ramadan, pengeluaran gaya hidup malah bisa meningkat sebab biasanya saat berbuka kita ingin menyediakan menu berbuka dan sahur yang baik, misalnya ada takjil, mengonsumsi buah lebih banyak juga varian menu yang lebih beragam dari hari biasanya.

“Belum lagi badai buka bersama. Ini bakal merogoh dompet bahkan tabungan kita. Kalau tidak ikutan, gak enak. Tapi kalau diikuti semua, ya banyak banget,” kata Ligwina.

Satu lagi, pengeluaran sosial juga turut meningkat bahkan berlaku juga untuk nonmuslim. Pada bulan Ramadam yang penuh keberkahan semua orang berlomba-lomba untuk saling berbagi, bersedekah, membayar zakat, memberi THR kepada asisten rumah tangga, satpam komplek, tukang sampah dan lainnya.

Salah satu cara untuk memenuhi berbagai pengeluaran ini adalah lakukan disiplin keuangan, gunakan penghasilan bulanan untuk pengeluaran bulanan dan gunakan penghasilan tahunan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pengeluaran tahunan.

“Lakukan budgeting bulanan seperti bulan-bulan sebelumnya, ada pos untuk biaya hidup, dana darurat, sedekah, investasi dan dana lain-lain. Lalu gunakan dana THR untuk keperluan membayar zakat, membeli bingkisan, memberi ampau untuk ponakan dan sanak-saudara, berqurban, memberi THR dan mudik bagi yang pulang kampong,” kata Ligwina.

Ligwina juga mengatakan uang THR tidak bisa diandalkan untuk disimpan sebagai investasi atau modal usaha misalnya. Baiknya memang uang THR ini disisihkan 10-20% untuk disimpan.

Berbagai kiat agar anggaran terpenuhi dan semua kebutuhan selama bulan puasa terpenuhi, yaitu:

Pertama, jangan termakan mitos belanja yang keliru, yaitu belanja semurah mungkin tapi dapat barang sebanyak mungkin. Kualitas barang haruslah yang diutamakan.

Kedua, manfaatkan promo. Memanfaatkan promo bukan dengan membeli barang sebanyak-banyaknya namun justru kita harus mampu menyesuaikan promo dengan kebutuhan yang kita perlukan.

Ketiga, persiapan dana belanja. Misalnya, setiap bulan kita menyisihkan bujet sekian untuk belanja. Selama tidak ada kebutuhan, uang tersebut berarti tidak perlu dipakai. Pola belanja demikian akan lebih sehat dan tidak terjebak hutang.

You may also read!

Pasar Malam Indonesia di Malmo-Swedia

SinarHarapan.id -  Beragam budaya Indonesia digelar dalam Pasar Malam Malmö 2019 Indonesisk Kvällsmarknad  di Limhamn Folkets Hus, Malmö, Swedia,

Read More...

Film “Boccia” Besutan Sutradara WNI Diputar di Thailand

SinarHarapan.id -  Lebih dari 200 penonton  di SF Cinema Bangkok  tersentuh menyaksikan film “Boccia”, sebuah film dokumenter non komersial tentang

Read More...

ILUNI UI Peduli Bencana Kabut Asap

SinarHarapan.id - Kadri Mohamad Komunitas Biduan (kiri), Endang Mariani Koordinator ILUNI UI Peduli (dua kiri), Andre Rahadian Ketua Umum ILUNI

Read More...

Mobile Sliding Menu