Kivlan Zen di Antara Para Pembunuh Bayaran Pengincar Tokoh Nasional  

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Salah seorang kuasa hukum Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zen, Burhanuddin, memberi keterangan bahwa kliennya diperiksa terkait hubungannya dengan enam orang yang diduga menjadi pembunuh bayaran dalam kaitannya dengan enam tersangka yang merancang pembunuhan empat tokoh nasional.

Pengembangan para tersangka pembunuh bayaran ini berdasarkan pengakuan para tersangka sebelumnya yang telah diproses kepolisian.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Mapolda Metro Jaya tersebut, Burhanuddin mengatakan Kivlan menyatakan bahwa dia mengenal ketiga orang di antara pelaku. Demikian pernyataannya seperti dikutip dari Antaranews.

“Tadi hanya dipertanyakan sejauh mana Kivlan mengenal mereka. Ya, dikenal karena ada hubungan kegiatan, diskusi,” kata Burhanudin kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).

Saat ditanyakan siapa orang-orang tersebut, Burhanuddin mengatakan beberapa nama.

“Tajudin, Iwan, Heri. Itu aja kok. Tadi baru beberapa orang saja (yang ditanyakan),” ujar Burhanuddin.

Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (tengah) menghadiri unjuk rasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (9/5/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra./hp.

Dari ketiga nama yang disebutkan oleh Burhanudin, dua nama memang diketahui terdaftar menjadi pelaku, yakni HK alias Iwan dan kedua adalah Tajudin atau TJ, sedangkan Heri belum diketahui.

Selain nama yang disebutkan, Burhanudin mengaku bahwa ada mantan ajudan Kivlan di antara enam orang yang ditangkap tersebut, namun Burhanudin tidak mengungkap namanya.

“Ada, iya mantan ajudannya. Tapi bukan keterkaitan itu sebetulnya. Mereka (penyidik) sedang pendalaman pengakuan saja kok,”kata dia.

Namun Burhanudin kemudian sedikit meralat ucapannya. Ketika dikonfirmasi lagi, dia menyatakan bahwa tidak ada ajudan atau mantan ajudannya di antara enam orang tersebut.

“Nggak. Nggak ada ajudan atau bekas ajudan,” katanya meralat ucapannya.

Namun, publik akhirnya mengetahui siapa orang yang disebut mantan ajudan tersebut.

Pengacara Kivlan Zen, Djuju Purwanto, menjabarkan adanya hubungan antara Kivlan Zein dengan Armi disebutnya bekerja sebagai sopir Kivlan tapi tidak full time.

Dengan demikian, jumlah tersangka yang Kivlan kenal menjadi empat tersangka. Kivlan disebut-sebut memperkerjakan salah satu tersangka tersebut.

“Dalam hal ini ada seseorang yang bernama Armi. Armi ini baru saja ikut bekerja paruh waktu bersama atau ikut Pak Kivlan Zen itu baru sekitar 3 bulanan, juga termasuk salah satu tersangka pemilik penggunaan senjata api tidak sah,” kata Djuju kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019),  seperti dikutip Detikcom.

Armi yang dimaksud adalah Azwarmi. Dia merupakan salah seorang tersangka yang diduga pernah mendapatkan perintah untuk melakukan pembunuhan terhadap salah seorang bos lembaga survei. Azwarmi diperintahkan mencari eksekutor.

Kembali ke pernyataan Djuju, Armi disebutnya bekerja sebagai sopir Kivlan tapi tidak full time. Kemudian, tiga tersangka lainnya disebutnya juga dikenal oleh Kivlan.

Namun tiga tersangka itu tidak bekerja pada Kivlan. Tiga tersangka lainnya adalah teman Armi.

“Ya Iwan dan teman-teman itu, ada beberapa senjata api yang dijadikan sebagai alat bukti yang di mana sebetulnya Pak Kivlan tidak memiliki senjata tersebut. Tapi dimiliki oleh pihak lain sehingga Pak Kivlan dimintai keterangan atas keberadaan senjata api tersebut. Ada sekitar 1 laras panjang dan 3 senjata pistol,” kata Djuju.

Djuju menegaskan Kivlan tidak memiliki senjata api tersebut. Kivlan juga disebutnya tidak menyimpan senjata api tersebut.

Diketahui, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal sebelumnya menyebut sudah ada enam tersangka yang dijerat terkait hal tersebut. Keenamnya adalah HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

“Kelompok ini diduga kuat ingin menciptakan martir atau kerusuhan di dalam aksi unjuk rasa 21 dan 22 Mei 2019 lalu,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, dikutip Antara, Senin 27 Mei 2019.

Azwarmi ini yang berinisial AZ.  Para tersangka itu diduga memiliki senjata api ilegal yang digunakan untuk menyasar empat tokoh nasional. Penyidik juga mendalami hubungan Kivlan dengan enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ditanyakan di mana Kivlan mengenal ketiga orang tersebut, Burhanuddin, seperti dikutip Antaranews, menegaskan kliennya tidak mengenal ketiga orang tersebut di acara relawan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, namun karena pernah sama-sama menjadi anggota TNI.

“Tidak ada keterkaitan sama sekali dengan relawan. Belum lama. Tapi mereka kenal cuma kemungkinan karena sesama mantan anggota,” ucapnya.

Perkembangan berikutnya Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan itu ditahan polisi selama 20 hari mulai Kamis (30/5/2019).

Pengacara Kivlan Zen lainnya, Suta Widhya mengatakan, kliennya akan ditahan di Rumah Tahanan Guntur selepas menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Dalam hal ini kebijakan dari Kepolisian untuk menahan 20 hari ke depan di (Rutan) Guntur,” kata Suta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

Menurut dia, Kivlan ditahan karena penyidik menilai sudah mempunyai alat bukti cukup terkait status kliennya sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal.

Kivlan sendiri datang ke Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB. Sejauh ini status Kivlan masih sebagai saksi dalam kasus kepemilikan senjata api.

You may also read!

Dubes RI: ASEAN Tolak Proteksionisme dalam Perdagangan Minyak Sawit

SinarHarapan.id -  Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak kebijakan proteksionisme dalam perdagangan minyak kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar

Read More...

TVRI Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan LPP TVRI tahun 2018

SinarHarapan.id - Setelah tiga tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meraih opini

Read More...

Halal bi Halal DPP PKB

SinarHarapan.id - Ketum PBNU Said Aqil Siradj (tengah), bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Menteri Riset, Teknologi,

Read More...

Mobile Sliding Menu