Prabowo Tuduh Media “Pembohong”, Tim Hukumnya Jadikan “Link” Berita Media Bukti di MK

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memilih menggugat Keputusan KPU yang memenangkan Jokowi ke Mahkamah Konstitusi. Namun, untuk memperkuat dalilnya, tim hukum Prabowo-Sandi menyertakan banyak bukti link berita.

Berdasarkan berkas permohonan yang didapat detikcom, Minggu (26/5/2019), Tim Hukum mencoba membuktikan dalil Pilpres 2019 adalah pemilu yang dilakukan penuh kecurangan yang tersturktur, sistematis dan masif.

Hal itu diukur dari penyalahgunaan APBN, Ketidaknetralan aparat, Penyalahgunaan Birokrasi, Pembatasan Media dan Diskriminasi Perlakukan dan Penyalahgunaan Penegakan Hukum.

Oleh sebab itu, mereka mengajukan bukti-bukti link berita, di antaranya:

Bukti P-12

Bukti link berita 26 Maret 2019 dengan judul ‘Polisi Diduga Mendata Kekuatan Dukungan Capres hingga ke Desa

Bukti P-31

Bukti link berita 7 Januari 2019 dengan judul ‘Pose Dua Jadi di Acara Gerindra, Anies Terancam 3 Tahun Penjara’

Bukti P-14

Bukti link berita 6 Novemver 2018 dengan judul ‘Pose Jari Luhut dan Sri Mulyani Bukan Pelanggaran Pemilu’

Bukti P-15

Bukti link berita 11 Desember 2018 dengan judul ‘Kades di Mojokerto Dituntut 1 Tahun Percobaan karena Dukung Sandiaga’

Bukti P-16

Bukti link berita 12 Maret 2019 dengan judul ‘Bawaslu Setop Kasus 15 Camat Makassar Deklarasi Dukung Jokowi’

 

…dan masih banyak lagi link berita yang disertakan sebagai bukti ke MK.

Para hakim di Mahkamah Konstitusi. Tagar.id

“Semua fakta ini menunjukan terdapat kekeliruan yang terstruktur, massif dan sistematis yang tidak bisa diatasi oleh KPU,” ujar Tim Hukum Prabowo.

Padahal, Tim BPN juga melaporkan dugaan kecurangan pilpres ke Bawaslu dengan menyertakan bukti berupa link berita namun ditolak Bawaslu.

“Dengan hanya memasukkan bukti berupa link berita dalam laporan pelanggaran administrasi pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif, maka nilai kualitas bukti belum memenuhi syarat,” kata anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu RI, jalan MH Thamrin No 14, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan keputusan KPU, jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239. Sehingga selisih suara sebanyak 16.957.123.

Namun, jika dirunut ke beberapa bulan sebelumnya, tindakan Tim Hukum Prabowo ini terasa tidak konsisten dengan sikap Prabowo yang seringkali justru menyerang media.

Seperti diberitakan Tempo.co, Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sempat memperingatkan awak media yang datang meliput Hari Buruh di Tennis Indoor Senayan, untuk berhati-hati.

Prabowo menyampaikan itu ketika berorasi di hadapan ribuan buruh yang hadir dalam peringatan May Day di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.

“Para media, hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu. Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya,” kata Prabowo.

Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa para buruh saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Tenis Indor, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019. Hari buruh yang dihadiri sekitar 50.000 buruh. TEMPO/Subekti.

Prabowo mulanya bertanya kepada ribuan buruh, apakah mereka berharap ia bicara apa adanya atau yang manis. Prabowo juga memberikan pilihan kepada para buruh, apakah ia harus bicara normatif atau apa adanya. Para buruh pun konsisten menjawab apa adanya. “Itu banyak teve ya? Entah ditayangkan (atau) enggak, ditayangkan juga enggak tahu,” kata dia.

Setelah itu, Prabowo menuturkan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Ia mengatakan telah menerima sejumlah laporan yang telah menyakiti hati dan akal sehat masyarakat. Ia lantas mengutip pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, yang berbunyi: You can fool some of the people all of the time.

“Kamu bisa menipu sebagian rakyat seringkali atau selamanya atau seluruh rakyat sekali-sekali. But you can not fool all of the people all of the time. Kau tidak bisa membohongi seluruh rakyat setiap saat,” katanya.

Prabowo melanjutkan orasinya, namun kalimatnya berhenti ketika melihat para awak media, termasuk jurnalis teve, yang sedang merekamnya. “Kalau kau tidak mengerti kata cukup… Iya itu media-media juga gue salut lu masih berani ke sini, akan tercatat dalam sejarah. Hei media-media kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” katanya.

“Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Cukup sudah penindasan kepada rakyat. Cukup-cukup. Ya itu ada media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah hey kau media ikut merusak demokrasi di Indonesia,” tutur Prabowo, seperti dikutip Okezone pada momen yang sama, Hari Buruh.

Prabowo juga mengingatkan kepada penguasa untuk tidak menindas rakyat. Sebab suatu saat rakyat akan mencatat apa yang sudah dilakukan penguasa.

“Yang tidak benar harus kita katakan tidak benar. Jangan kau balik. Ingat rakyat Indonesia mencatat setiap penindasan yang kau buat,” ucapnya.

Kemarahan Prabowo juga pernah memuncak saat dia berorasi dalam acara peringatan hari disabilitas internasional di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018), seperti diliput oleh IDNTimes.

Ketua Umum Partai Gerindra itu kekesalannya terhadap media massa pasca-reuni akbar 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12). Menurutnya acara sebesar itu tidak ada yang meliput.

Calon Presiden Prabowo Subianto di panggung acara peringatan hari disabilitas internasional yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). IDN Times/Irfan Fathurohman

Dengan suara khas meledak-ledaknya, Prabowo mengatakan media-media kondang turut menjadi pelaku menipulasi demokrasi. Ia juga menyebutkan jika peserta reuni 212 mencapai sebelas juta orang.

“Kita dipandang dengan sebelah mata karena mereka dibilang kita gak punya duit mereka sudah tutup semua buktinya hampir semua media tidak mau liput sebelas juta lebih orang yang kumpul,” kata Prabowo.

Ia menyebutkan baru kali ini ada manusia berkumpul sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapa pun. “Tapi hebatnya media-media yang kondang, media-media dengan nama besar, media-media yang mengatakan dirinya objektif bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab mereka jadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi,” tuturnya.

Prabowo yang menggunakan kemeja biru berpeci hitam mengajak penyandang disabilitas  untuk tidak perlu lagi menghargai wartawan, karena menurutnya wartawan adalah antek-antek perusak demokrasi Indonesia.

“Saya sarankan kalian gak usah hormat sama mereka lagi mereka hanya anteknya yang ingin merusak demokrasi Republik Indonesia,” pungkasnya.

Namun, kenyataan berkata lain. Di hadapan Bawaslu dan MK, Tim Prabowo akhirnya juga membawa link berita dari media, padahal media dan wartawan sempat dituduh “antek perusak demokrasi”, tapi jika berita menguntungkan Tim Prabowo tetap diajukan jadi bukti.

You may also read!

Dubes RI: ASEAN Tolak Proteksionisme dalam Perdagangan Minyak Sawit

SinarHarapan.id -  Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak kebijakan proteksionisme dalam perdagangan minyak kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar

Read More...

TVRI Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan LPP TVRI tahun 2018

SinarHarapan.id - Setelah tiga tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meraih opini

Read More...

Halal bi Halal DPP PKB

SinarHarapan.id - Ketum PBNU Said Aqil Siradj (tengah), bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kiri), Menteri Riset, Teknologi,

Read More...

Mobile Sliding Menu