Rencana Bunuh Empat Tokoh Nasional dan Satu Pemimpin Lembaga Survei dalam Aksi Rusuh 22 Mei

In Politik

SinarHarapan.id – Polri mengungkapkan adanya rencana membunuh empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal saat memaparkan hasil investigasi kasus kerusuhan 21-22 Mei dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Sebanyak enam tersangka kasus kerusuhan dalam aksi 21-22 Mei 2019 berhasil ditangkap. Penangkapan ini pun menguak rencana pembunuhan tokoh nasional agar terjadi kerusuhan.

“Kami menemukan bukti-bukti fakta hukum bahwa ada pihak ketiga sebagai penunggang yang ingin menciptakan martir,” kata Iqbal. Tersangka ditangkap masing-masing berinisoal HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF alias VV.

“Pada 1 Oktober 2018, HK mendapat perintah dari seseorang. Pihak kami sudah mengetahui identitasnya, sedang didalami. Pada Oktober, HK mendapat perintah untuk mencari dua pucuk laras panjang dan pendek di Kalibata,” ujar Iqbal.

Pada 5 Maret 2019, lanjut Iqbal, HK berhasil mendapat senjata api dari tersangka AD seharga Rp 5,5 juta. Kemudian 14 Maret, TJ mendapat bayaran Rp 25 juta dari seseorang yang identitasnya sedang didalami.

“TJ mendapat perintah untuk membunuh dua orang tokoh nasional, saya tidak bisa sebutkan tokohnya. Namun, kami sudah paham tokoh nasional,” kata Iqbal.

Selain TJ, pada 2 April, HK juga mendapat perintah untuk menghabisi dua tokoh nasional lainnya, tapi Iqbal tak mengungkapkan siapa saja tokoh yang disasar.

“Tersangka HK mendapat perintah dua tokoh nasional lain jadi empat target tokoh ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” kata Iqbal.

Pada April 2019, Iqbal melanjutnya, selain ada perencanaan pembunuhan terhadap tokoh nasional, tersangka juga mendapat perintah untuk membunuh pemimpin lembaga survei.

“Tersangka tersebut sudah beberapa kali mensurvei rumah tokoh tersebut, diperintahkan untuk mengeksekusi dan IR sudah mendapat Rp 5 juta,” kata Iqbal kepada media.

You may also read!

Penegakan Hukum Dirasa Berat Sebelah, Keluarga Pendiri Bangsa M. Natsir Minta Keadilan Ke Presiden

Wapres Bidang OKK dan Hukum LSM LIRA, Irham Maulidy (kiri), Cucu HM Natsir, Hadi Pranoto (tengah) dan Advokat Mukhlis

Read More...

Ajakan Perdamaian untuk Menjaga Persatuan dalam Keberagaman Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2019 (Indonesia)

SinarHarapan.id-PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia)  menganugerahkan penghargaan UOB Painting of the Year 2019 (Indonesia) kepada Anagard untuk karyanya

Read More...

Kawan Lama Buka 9 Gerai Unit Usaha Sekaligus di Neo Soho Mall Jakarta

SinarHarapan.id-Kawan Lama Retail terus berekspansi dengan menambah toko baru di Jakarta tepatnya di Neo Soho Mall, Jl. Letjen S Parman,

Read More...

Mobile Sliding Menu