Soetrisno Bachir; Pemerintah Menghadapi Tantangan Ekonomi Global

In Ekonomi

SinarHarapan.id – Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir, mendorong untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal.

Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat perlu adanya gotong royong sehingga semuanya terlibat tanpa adanya penonton. Soetrisno pun mengajak 2 organisasi islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah untuk sama-sama menciptakan SDM yang berkualitas
Menurut Kepala Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir, laju ekonomi nasional dewasa ini semakin besar tantangannya.

Bahkan Singapura menyiapkan pendidikan yang sangat memadai untuk warga negaranya, demi menjawab dan menghadapi tantangan laju ekonomi dunia 10 tahun ke depan.

“Jadi mereka (pemerintah Singapura) sudah mengantisipasi. Indonesia juga harus mempersiapkan SDM nya, sehingga ketika pasar dunia terbuka dan barang import masuk, kita tidak mengalami defisit lagi.

Oleh karena itu, salah satu jalan menurut Soetrisno yang sangat fundamental adalah membawa masyarakat yang mayoritas umat Islam yang ada di dua organisasi besar di Nu dan Muhammadiyah. Keduanya didorong untuk mengambil satu sikap agenda yaitu mempersiapkan generasi yang menguasai ekonomi dan kewirausahaan, ungkap Sutrisno Bachir seusai menjadi pembicara dalam Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bertema “Risalah Pencerahan dalan Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan: Tinjauan Ekonomi, Politik dan Sosial Budaya, di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5/2019).

Agar dalam 10 tahun ke depan Indonesia siap menghadapi laju perubahan ekonomi regional dan global, maka pendidikan kewirausahaan menjadi kunci.

“Apalagi kita mempunyai sumber daya alam luar biasa. Ini menjadi peluang. Karena saat ini kita masih kalah dari Vietnam bahkan Malaysia, laju pertumbuhan ekonominya. Jadi kita harus fokus menghadapi persoalan ke depan. Dengan melaraskan sektor usaha, kampus dan pendidikan,” ungkapnya.

Soetrisno menilai, saat ini Indonesia masih belum mampu menyediakan SDM berkualitas. Oleh karena itu, ketika pasar global terbuka yang terjadi malah impor, padahal produk tersebut bisa diproduksi dalam negeri jika memiliki SDM yang mumpuni.

Sebagai Kepala KEIN dia tahu eksportir terbesar dari Indonesia dikuasai swasta. Turunannya pemerintah harus bicara dengan pihak swasta dan duduk bersama dengan dunia usaha. Sebagai pelaku ekspor.

“Agar bersama-sama melakukan industrialisasi bahan bahan dari Indonesia. Yang sangat bisa meningkatkan added value yang sangat tinggi,” katanya.

Jika hal itu berhasil dilakukan, maka krisis ekonomi di lapangan dapat di atasi. Hasilnya, ekonomi kita bisa menuju Indoesia incoorporated, sebagaimana negara tetangga lainnya. “Intinya kita bersatu. Jangan sampai politik yang sempat memecah belahkan kita, dalam pemilu barusan membuat kita tidak bersatu lagi,” tutup Soetrisno. (SH/AJ)

You may also read!

Dua Panggung Megah Jakarta Fair Siap Hibur Pengunjung

SinarHarapan.id -Event akbar tahunan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2019 mulai dibuka pada Rabu (22/5) kemarin. JFK kembali hadir di

Read More...

DFSK Hadir Di Jakarta Fair 2019

SinarHarapan.id -Jakarta Fair merupakan salah satu ajang pameran terbesar di Asia Tenggara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya untuk menyambut

Read More...

Audi Q8 dan VW Tiguan Allspace Siap Mengaspal Di Indonesia

SinarHarapan.id - PT Garuda Mataram Motor (GMM), Agen Pemegang Merek Audi dan Volkswagen (VW) di Indonesia akan meluncurkan dua SUV

Read More...

Mobile Sliding Menu