Dubes RI: ASEAN Tolak Proteksionisme dalam Perdagangan Minyak Sawit

In Ekonomi

SinarHarapan.id –  Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak kebijakan proteksionisme dalam perdagangan minyak kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro, bersama para duta besar negara-negara ASEAN saat menemui Menteri Bisnis, Industri, dan Inovasi Swedia, Ibrahim Baylan, Senin (17/6).

“ASEAN mengakui inovasi yang dibuat oleh Swedia dan kontribusinya bagi terciptanya iklim inovasi yang tinggi bagi bisnis dan industri di Swedia,” kata Dubes Hapsoro, selaku Ketua ASEAN Committee in Stockholm (ACS), komite para duta besar ASEAN di Swedia.

Dubes RI sebagai Chair ACS membuka pertemuan dengan ucapan selamat kepadaBaylan yang baru terpilih sebagai Menteri Bisnis, Industri, dan Inovasi di bawah pemerintahan Perdana Menteri Stefan Lofven.

Dubes Hapsoro juga menyatakan bahwa ASEAN selalu mendukung hubungan perdagangan yang baik dengan Uni Eropa, dimana Swedia menjadi salah satu anggotanya. Dubes RI mengharapkan agar Baylan dapat mempromosikan ASEAN kepada para pebisnis dan pelaku usaha di Swedia untuk meningkatkan peluang kerja sama.

Para Dubes ASEAN juga menyampaikan bahwa inovasi seperti smart city telah merambah di beberapa kota di ASEAN. Selain itu, perkembangan digital pada industri kecil dan menengah dapat menjadi prospek kerja sama yang baik antara Swedia dengan ASEAN.

Menanggapi pernyataan para dubes ASEAN, Baylan menyatakan dirinya akan menjamin keberlangsungan kerja sama antara Swedia dengan ASEAN secara regional maupun bilateral.

“Swedia terkenal akan pembangunan berkelanjutannya. Saat ini, Swedia memfokuskan untuk menyediakan penghidupan yang baik bagi rakyat, namun tidak berdampak buruk pada lingkungan,” kata Baylan.

Di akhir pertemuan, Dubes Hapsoro memaparkan hasil studi minyak kelapa sawit dan bioenergi berkelanjutan yang tengah dilakukan oleh Royal Institute of Technology (KTH) Swedia untuk meningkatkan potensi biomassa di Indonesia. Selain itu, Swedish Institute juga akan menyaksikan sendiri manajemen perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kalimantan dan Sumatra pada November 2019.

(Sumber: KBRI Stockholm)

You may also read!

Penegakan Hukum Dirasa Berat Sebelah, Keluarga Pendiri Bangsa M. Natsir Minta Keadilan Ke Presiden

Wapres Bidang OKK dan Hukum LSM LIRA, Irham Maulidy (kiri), Cucu HM Natsir, Hadi Pranoto (tengah) dan Advokat Mukhlis

Read More...

Ajakan Perdamaian untuk Menjaga Persatuan dalam Keberagaman Raih Penghargaan UOB Painting of the Year 2019 (Indonesia)

SinarHarapan.id-PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia)  menganugerahkan penghargaan UOB Painting of the Year 2019 (Indonesia) kepada Anagard untuk karyanya

Read More...

Kawan Lama Buka 9 Gerai Unit Usaha Sekaligus di Neo Soho Mall Jakarta

SinarHarapan.id-Kawan Lama Retail terus berekspansi dengan menambah toko baru di Jakarta tepatnya di Neo Soho Mall, Jl. Letjen S Parman,

Read More...

Mobile Sliding Menu