Dubes RI Cermati Peluang di Wonsan Kalma, Destinasi Baru Wisata Korea Utara

In Internasional

SinarHarapan.id – Jika bicara Korea Utara, biasanya orang merujuk Pyongyang sebagai kota terbesar dan paling terkenal di Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK)/Korea Utara.

Sebagai ibu kota, memang Pyongyang merupakan kota terbesar, pusat pemerintahan, pusat bisnis, dan destinasi wisata yang indah.

Namun dalam waktu tidak lama lagi, negara ginseng ini akan memiliki kota wisata yang sangat indah.

Adalah Wonsan-Kalma, sebuah destinasi pantai di Teluk Wonsan, Provinsi Kangwon sekitar 213 km Tenggara Pyongyang, kini didaulat oleh Pemerintah Korea Utara sebagai pusat pariwisata.

Titel ini menambah prestise Kota Wonsan yang selama ini dikenal sebagai kota dagang terbesar kedua di Korea Utara.

Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu menilai pembangunan Wonsan-Kalma sangat impresif. Kota tersebut tampak benar-benar bertransformasi dan menyiapkan diri untuk menjadi pusat pariwisata bertaraf internasional.

“Saya melihat langsung pembangunan besar-besaran dan keseriusan Pemerintah Korea Utara membangun Wonsan-Kalma, sebagai destinasi wisata terbesar dan terbaik di Korea Utara. Pembangunan mega proyek wisata ini baru dimulai dua tahun lalu dan rencananya akan dibuka pada April 2020, ” ujar Dubes Napitupulu, dalam kunjungan kerja ke Wonsan pada Jumat (12/7) lalu.

Dubes Napitupulu menjelaskan bahwa Wonsan-Kalma Tourist Zone adalah proyek wisata teranyar Pemerintah Korea Utara yang menghadirkan resort dan hotel mewah. Termasuk tujuh hotel berbintang lima di sepanjang empat kilometer Pantai Wonsan.

Destinasi wisata laut ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi seperti olahraga air  dan taman hiburan.

Mega proyek wisata tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 5.000 wisatawan lokal dan mancanegara.

“Melihat masifnya pembangunan zona wisata Wonsan-Kalma dan lokasi strategis Kota Wonsan di pinggir pantai timur Korea yang berhadapan langsung dengan Laut Timur dan Jepang, saya yakin kota ini akan menjadi magnet wisata terbesar di Korea Utara. Tidak mustahil Wonsan-Kalma akan menjelma menjadi Bali-nya Korea Utara,” imbuh Dubes RI.

Kota Wonsan dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar tiga jam dari Pyongyang. Saat ini sedang dibangun bandara baru bertaraf internasional yang dapat dijangkau dari berbagai kota baik dalam negeri seperti Pyongyang dan Samjiyon maupun dari luar negeri seperti Beijing, China.

Menurut Dubes RI, pembangunan Wonsan-Kalma sebagai pusat wisata besar di Korea Utara ini merupakan peluang kerja sama bagi industri pariwisata bagi dunia, termasuk Indonesia.

“Agen wisata Indonesia dapat menjadikan Wonsan-Kalma sebagai destinasi baru,” kata Dubes Napitupulu.

Pada saat yang sama, industri pariwisata kita juga dapat melihat pembangunan besar-besaran fasilitas wisata di Wonsan-Kalma ini sebagai peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Pemerintah Korea Utara juga saat ini tengah mengundang investor asing.

Beberapa negara antara lain China dan Italia telah bekerja sama dan menanamkan modalnya di Wonsan-Kalma.

Konon beberapa negara Eropa telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dan berinvestasi di mega proyek ini.

“Saya kira ini merupakan peluang baik untuk meningkatkan kerja sama pariwisata Indonesia dan Korea Utara. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah cermat dan cepat, sebelum semua habis diambil orang,” kata Dubes RI.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Dubes RI juga mengunjungi beberapa toko lokal yang menjual produk-produk Indonesia.

Mulai dari makanan, minuman hingga peralatan rumah tangga.

“Saya cukup surprised melihat sebuah toko yang menjual ratusan item produk buatan Indonesia mulai produk makanan, bumbu, sabun, deterjen, kosmetik dan peralatan rumah tangga,” kata Dubes RI.

Dubes Napitupulu mengaku sangat senang menyaksikan begitu banyak produk Indonesia dalam sebuah tokoh di Korea Utara. Dia merasa seperti melihat produk-produk itu di toko-toko Indonesia.

“Yang lebih menarik lagi, ternyata barang-barang tersebut juga digemari masyarakat setempat karena kualitasnya yang baik dan harganya yang bersaing, dibanding produk negara tetangga. Tentunya ini juga merupakan peluang bisnis yang sangat baik bagi para pengusaha kita, di samping peluang wisata,” kata Dubes RI.

Hanna Andari, Fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang menyatakan bahwa toko tersebut sengaja fokus menjual produk Indonesia karena animo masyarakat yang tinggi sehingga barang dari negara lain kurang laku di toko tersebut.

Hal ini juga membuktikan bahwa Wonsan terbuka bagi consumer goods luar negeri dan siap bekerja sama dengan berbagai negara untuk membangun wilayah ini sebagai pusat pariwisata di Korea Utara.

(Sumber: Pensosbud KBRI Pyongyang)

 

You may also read!

Peduli Sesama, Relawan Siaga dan PMI Giatkan Donor Darah

SinarHarapan.id- Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat jumlah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun. Penyebab penurunan

Read More...

Menaker: Subsidi Upah Buruh Rp 600.000 Tidak Dibatasi Jenis Pekerjaan

SinarHarapan.id - Penerima program subsidi upah buruh tidak dibatasi jenis pekerjaan baik kriteria maupun persyaratan lain karena yang terpenting

Read More...

Penyuntikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Disaksikan Jokowi, Gubernur Jabar Jadi Relawan

SinarHarapan.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyaksikan secara langsung pelaksanaan penyuntikan perdana untuk imunisasi untuk 1.620 relawan yang akan

Read More...

Mobile Sliding Menu