Pertama dalam Sejarah, Putra Raja Salman Sambut Jemaah Haji Indonesia di Madinah

In Internasional

SinarHarapan.id –  Putra Raja Salman, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyambut kedatangan kloter jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 11) yang melewati jalur cepat (fast track) di Bandara Madinah, Sabtu (13/7).

“Untuk kesekian kalinya Indonesia mendapatkan perlakuan istimewa dari Kerajaan Arab Saudi,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang turut mendampingi Pangeran Faisal bin Salman Abdulaziz Al Saud.

Dalam penyambutan tersebut, hadir pula Menteri Haji dan Umrah, Dr.  Muhammad Shalih Taher Bentin, Presiden GACA (General Authority of Civil Aviation) Abdul Hadi Al-Mansouri dan beberapa pejabat tinggi  dari Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Adapun perwakilan Pemerintah Republik Indonesia, selain Dubes Abegebriel, hadir pula Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat.

Kepada wartawan, Dubes Abegebriel mengungkapkan bahwa dalam sejarah haji Indonesia, ini adalah pertama kalinya jamaah haji Indonesia disambut oleh seorang Putra Raja.

Sambutan istimewa ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam poros Saunesia (Saudi Indonesia) yang berada dalam masa-masa keemasan.

Pangeran Faisal bin Salman adalah kakak dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang sangat dekat dengan Presiden Jokowi.

Dubes Abegebriel meyakini bahwa Kerajaan Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia juga tidak bisa dipisahkan dari hubungan hangat antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pangeran Faisal bin Salman mengapresiasi jamaah haji Indonesia, meski jumlahnya terbesar namun dikenal sebagai jamaah yang tertib, disiplin dan taat aturan, sehingga sangat membantu dalam menciptakan kelancaran penyelenggaraan haji yang nyaman sebagai realiasasi Visi Saudi 2030.

Dubes Abegebriel menegaskan bahwa jalur cepat fast track ini adalah pengalaman untuk kedua kalinya bagi jamaah Indonesia karena Indonesia termasuk negara pertama kali yang mendapatkan “keistimewaan” ini pada tahun yang lalu bersama dengan Malaysia.

Dubes RI yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut menambahkan bahwa pada 2019 ini, Arab Saudi menambahkan tiga negara yang bisa menikmati pelayanan baru jalur cepat yaitu Pakistan, Bangladesh dan Tunisia dengan total jemaah mencapai 225.000 orang.

Dubes RI menyatakan rasa syukur atas berbagai kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepadanya. Antara lain, Dubes RI bisa berkomunikasi langsung dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dalam komunikasi dengan Raja tersebut Dubes RI menyampaikan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menambah kuota haji 29.000 menjadi 250 ribu jamaah mengingat masa antri di Indonesia mencapai 30 tahun.

“Alhamdulillah tahun ini sudah ada penambahan 10.000 jamaah dan diharapkan tahun depan bisa menambah 19.000 lagi agar bisa mencapai 250.000 jamaah,” kata Dubes Abegebriel.

You may also read!

KAHMIPreneur: Mandalika Harus Jadi Penggerak Utama Perekonomian Wilayah

SinarHarapan.id - Founder KAHMIPreneur Kamrussamad berharap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, bisa

Read More...

Diplomat dan Pemuka Agama Perlu Padukan Langkah buat Perdamaian Dunia

SinarHarapan.id  - Para pemuka agama dari 125 negara di dunia menyerukan perlunya kerja sama dengan para diplomat untuk memajukan perdamaian

Read More...

Ngampooz, Satu Aplikasi untuk Beragam Masalah Warga Kampus

SinarHarapan.id - Telah hadir aplikasi yang dapat membantu berbagai macam kebutuhan akademik mulai dari elemen mahasiswa, dosen, hingga kampus

Read More...

Mobile Sliding Menu