Catatan Lepas dari Dua Duka SBY, Presiden Keenam RI

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Tak putus dirundung duka, Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (kembali harus menitikkan air mata.  Ibunda tercinta Siti Habibah berpulang ke hadirat Yang Maha Kuasa di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Cibubur,  Jum’at (30/8) malam..

Padahal kepedihan atas  wafatnya sang istri tersayang, Ani Yudhoyono di awal Juni 2019 belum lagi hilang.

Presiden yang akrab disapa dengan singkatan SBY tersebut  pernah memimpin di Republik Indonesia tercinta selama dua periode, 2004 sd 2014. Selama 10 tahun yang tak terasa berbagai tantangan beliau jalani dan masyarakat semuanya menikmati dan merasakan masa pemerintahannya.

Catatan disini, adalah melihat figur SBY disaat pemakaman Ibunda tercinta yang saya hadiri begitu mendengar kabar duka. Ketegaran sosok SBY menjadi haru dengan tangisan nya pada sambutan setelah selesai prosesi pemakaman yang dipandu oleh Mayjen TNI (purn) DR H. Ahmad Yani Basuki, kini ketua Lembaga Sensor Film. Ia seorang anak tunggal yang dibesarkan dengan kasih sayang penuh seorang ibu.

Saya melihat banyak sahabat, kerabat serta masyarakat yang spontanitas hadir di pemakaman. Kedatangan mereka merupakan ketulusan dimana SBY sudah tidak lagi memimpin negeri ini sebagai Presiden. Pidato beliau membuat hening suasana di pemakaman tanah kusir yang saat itu panas terik.

Dengan sabar dan santun SBY menerima salam duka para pelayat. beberapa yang terlihat Menteri Agama Lukman, Dede Yusuf, Djoko Suyanto mantan panglima TNI, Andi Mallarangeng, dan ibu-ibu pengajian masyarakat Cikeas. Almarhumah seorang figur ibu yang Solehah dan bermasyarakat dilingkungan secara sederhana. Ini yang membuat beliau dicintai masyarakat sekitar.

SBY masih sebagai figur yang menarik bagi masyarakat Indonesia, sehingga Sabtu 31 Agustus semua media meliput peristiwa ini. Saya mengenal SBY cukup lama. Presiden keenam RI itu  dengan mendiang ibu Ani Yudhoyono pernah singgah spontanitas ke sekolah TK TPA Tunas Kancana, Desa Ciputri Pacet Cianjur.

Hari itu gerimis rintik tetap semangat datang dan bernyanyi bersama anak-anak petani dan kebun di desa di ketinggian 1000 meter d iatas permukaan laut.  Acara itu tak teragenda, namun menjadi suatu kebahagiaan bagi  SBY dan Ani Yudhoyono hadir di sana. Saya merasakan dan melihat, ketulusan dan kesantunan pasangan suami-istri terhadap masyarakat negeri.

Saat itu, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden masih dijabat oleh Doni Monardo , yang kini menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Doa kami, anak anak dan guru TK TPA Tunas Kancana desa Ciputri kepada mendiang Ani Yudhoyono danSiti Habibah. Juga semoga ketabahan  SBY tetap dapat memberikan pikirannya bagi negeri tercinta ini.

 Penulis: Renaldi Zein mantan Dewan pengawas RRI serta pemerhati komunikasi publik.

You may also read!

Pelanggan XL HOME Bisa Main Gim di TV Cukup Pakai Smartphone

SinarHarapan.id - Untuk terus memberikan layanan home entertainment yang terbaik dan lengkap bagi pelanggan XL HOME, PT

Read More...

Radityo Brand Manager Kopi Torabika: New Normal Lahirkan Kebiasaan Baru

SinarHarapan.id - Indonesia sedang mempersiapkan untuk memasuki fase New Normal. tahapan New Normal ini mulai 1 Juni

Read More...

Deteksi Berbagai Risiko Penyakit, Prodia Luncurkan Welness Genomics, Bone, Muscle dan Joint Genomics

SinarHarapan.id - PT Prodia Widyahusada Tbk meluncurkan dua pemeriksaan berbasis gen dari rangkaian Prodia Genomics, yakni Prodia

Read More...

Mobile Sliding Menu