Hassan Wirajuda: Demokrasi, Kunci Sukses Perdamaian Aceh

In Internasional

SinarHarapan.id – Demokrasi menjadi kunci sukses proses perdamaian Aceh. Hal tersebut disampaikan mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda dalam The Ninth Princess Maha Chakri Sirindhorn Lecture on International Humanitarian Law di Bangkok, Thailand, Jumat (23/8).

Hassan Wirajuda secara khusus diundang oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn, putri sulung mendiang Bhumibol Adulyadej, untuk menjadi pembicara tunggal dalam Lecture ini dengan topik “Aceh Peace Process (1999-2005), Keys to Final Solution. ”

Putri Maha Chakri Sirindhorn adalah adik Raja Thailand saat ini,  Maha Vajiralongkorn Bodindra Debaya Varangkun – King Rama X.

Selain Putri Maha Chakri Sirindhorn, Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai juga hadir dalam acara tersebut bersama ratusan tamu lainnya, terdiri atas para pejabat pemerintah, duta besar, jajaran korps diplomatik, militer, akademisi dan media massa Thailand.

Sekitar 500 tamu undangan yang terdiri dari Pejabat Pemerintah Thailand, Duta Besar, korps diplomatik, militer Thailand, akademisi, dan media juga tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Menlu RI periode 2001-2009 tersebut   menyampaikan bahwa tatanan global dunia pada saat ini terancam oleh adanya proxy wars di kawasan yang dapat mempengaruhi kestabilan dan perdamaian.

ASEAN sebagai organisasi regional telah berhasil mempertahankan perdamaian dan ketertiban kawasan lebih dari 50 tahun sejak didirikan. Walaupun konflik antar negara di ASEAN telah berhasil ditiadakan, namun konflik di dalam negara masih ada seperti pengalaman Indonesia dalam permasalahan Aceh.

Disampaikan lebih lanjut bahwa akar permasalahan konflik Aceh, antara lain ketidakadilan ekonomi. Operasi militer pemerintah pusat Indonesia untuk memerangi kelompok bersenjata tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Reformasi Indonesia akhirnya membuka jalan untuk melakukan dialog dan negosiasi dengan kelompok bersenjata yang akhirnya membawa kesepakatan perdamaian di Aceh.

Ditekankan pula bahwa demokrasi telah memungkinkan Indonesia menerima dan mengeksplorasi ide-ide baru menuju perdamaian di Aceh.

Sebagai pelajaran yang dapat diambil dari konflik Aceh, anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI periode 2010-2014 tersebut juga  menegaskan pentingnya sikap terbuka dan toleran terhadap perbedaan, terlebih di masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.

Dormant conflict yang terkait dengan isu agama perlu terus diwaspadai karena mudah disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Princess Maha Chakri Sirindhorn Lecture on International Humanitarian Law merupakan acara yang cukup bergengsi dan mendapatkan perhatian dari banyak kalangan di Thailand.

Acara tersebut diluncurkan oleh Palang Merah Thailand bersama Kementerian Luar Negeri Thailand sejak tahun 2003 dan bertujuan untuk memajukan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang humanitarian international law ke masyarakat luas.

Kesempatan khusus yang diberikan kepada Dr. N. Hassan Wirajuda tidak lepas dari peran penting beliau sebagai pemimpin negosiasi dalam memajukan diplomasi kemanusiaan dan proses perdamaian di Aceh.

Hassan Wirajuda  juga telah banyak berkiprah dalam perdamaian di kawasan. Salah satunya menjembatani dan mendorong perdamaian di Filipina 1993-1996. Atas jasa-jasanya tersebut Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menganugerahinya dengan bintang jasa Order Sri Katuna pada 2008.

(Sumber: KBRI Bangkok)

You may also read!

Pasar Malam Indonesia di Malmo-Swedia

SinarHarapan.id -  Beragam budaya Indonesia digelar dalam Pasar Malam Malmö 2019 Indonesisk Kvällsmarknad  di Limhamn Folkets Hus, Malmö, Swedia,

Read More...

Film “Boccia” Besutan Sutradara WNI Diputar di Thailand

SinarHarapan.id -  Lebih dari 200 penonton  di SF Cinema Bangkok  tersentuh menyaksikan film “Boccia”, sebuah film dokumenter non komersial tentang

Read More...

ILUNI UI Peduli Bencana Kabut Asap

SinarHarapan.id - Kadri Mohamad Komunitas Biduan (kiri), Endang Mariani Koordinator ILUNI UI Peduli (dua kiri), Andre Rahadian Ketua Umum ILUNI

Read More...

Mobile Sliding Menu