Kekhawatiran Mardigu WP Dalam Pengelolaan Negara Tidak Berdasarkan Analisa SWOT NKRI

In Ekonomi
SinarHarapan.id – Mardigu Wowiek  Prasantyo adalah seorang Pengusaha dan juga Motivator bisnis, dia memiliki latar belakang staf khusus Menteri Pertahanan, juga seorang Pengamat Terorisme.
Dia bukanlah orang asing bagi awak media massa karena sering menjadi narasumber. Nama Mardigu telah beredar di media massa sejak 2009- 2010 silam.
Dia juga menerbitkan beberapa buku yang sebagian adalah tentang bisnis dan motivasi, seperti Sadar Kaya, Tajir Melintir dan Berani Kaya.
Bertema Solusi Pengelolaan Negara berdasarkan SWOT NKRI, Mardigu Wowiek Prasantyo kemudian mengemasnya dalam Bincang Santai bersama sejumlah rekan media  untuk memberikan pencerahan tentang sebuah Pemikiran Out of Box Mengubah Belief System Bangsa Indonesia Menjadi Macan Asia, selasa (13/8) di daerah Sudirman, Jakarta.
Mardigu WP memaparkan banyak hal seperti bagaimana Indonesia bisa berdaulat dengan kekayaan mineralnya atau bagaimana para pemimpin di negara ini bersama lembaga lembaga tinggi negara lainnya serta jajaran pemerintahannya hingga partai partai politik yang ada mampu mengelola negara berdasarkan SWOT NKRI-nya dan bukan justeru malah sebaliknya.
Indonesia dapat melebihi Cina dan Amerika Serikat sekalipun sebagai ‘Macannya Asia’ jika kita berani merevolusi diri kita sendiri sebagai bangsa dan rakyat Indonesia yang berdaulat sepenuhnya terhadap 7 Gatra yang kita miliki.
Simak saja paparannya pada tema tema antara lain 200 Ton Emas Indonesia Lari Ke Luar Negeri, Ini Dampak Negatifnya Perang Dagang Amerika Atas Cina, Jokowi Got Talent 2019, Buatlah Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat, Orang Indonesia Punya 5 Persen Saham Google, Mantap Kalo Saja Berani Lakukan Ini Pasti Cina Amerika Tunduk, Impor Kok Beginian Sih, State Terorism dan Emas Papua Barter Komunisme, Gila Ternyata Sederhana Caranya Menjadi Negara Lebih Besar Dari Amerika, Apa Sih Megatrends 2030, hingga Ternyata Solusi Ekonomi Indonesia Terletak Di Generasi Milenial, dan seterusnya.
Semua itu adalah keresahan, kegelisahan, dan ketakutannya agar Indonesia bisa tegak berdiri sejajar dengan bangsa bangsa lainnya, apalagi Indonesia punya potensi besar untuk menjadi negara yang juga Digdaya seperti mereka. Ini bagian dari Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka, SDM Unggul Indonesia Maju. Bahkan Mardigu WP secara tegas mengingatkan bahwa, “Perlu gila untuk membangun negara kita. Butuh nyali besar untuk berdaulat. Itu baru Revolusi”.
Dan sebagai catatan akhir Mardigu bahwa kini banyak negara sudah menerapkan Souverign Wealth Fund (SWF)  sebagai Modern Economics Theory, disamping selanjutnya digantikannya New Keynesian Economics dengan Michele Hudson Economics. Selain kini telah dimulainya era Printing Money Berbasis Project (Longterm Project, red) sebagai alternatif pembiayaan yang bisa dilakukan oleh negara berdaulat. Jadi untuk mengelola negara ini, sistemnya yang di bangun bukan manusianya, ujar Mardigu. SH/AJ

You may also read!

Diplomat dan Pemuka Agama Perlu Padukan Langkah buat Perdamaian Dunia

SinarHarapan.id  - Para pemuka agama dari 125 negara di dunia menyerukan perlunya kerja sama dengan para diplomat untuk memajukan perdamaian

Read More...

Ngampooz, Satu Aplikasi untuk Beragam Masalah Warga Kampus

SinarHarapan.id - Telah hadir aplikasi yang dapat membantu berbagai macam kebutuhan akademik mulai dari elemen mahasiswa, dosen, hingga kampus

Read More...

Pemuda Ethiopia Siap Kobarkan Semangat Bandung 1955 di Afrika

SinarHarapan.id - Indonesia dan Afrika memiliki hubungan yang dekat dan sangat penting, dimulai sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung

Read More...

Mobile Sliding Menu