Boncengan Sepeda dengan Jokowi di Berlin

In Internasional

SinarHarapan.id –  Nuansa baru terlihat di perayaan Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-74 di Berlin. Di salah satu sudut ruangan Resepsi, tampak para tamu asik berfoto dengan replika Presiden RI, Joko Widodo yang sedang mengayuh sepeda di depan Brandenburger Tor, Berlin. Menariknya lagi, acara resespi yang dihadiri sekitar 400 tamu undangan ini, diselenggarakan di gedung Axica yang berlokasi sekitar 50 m dari Brandenbuger Tor, salah satu ikon terpenting Kota Berlin.

Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno memang sengaja mendisain perhelatan kemerdekaan Indonesia tahun ini dengan tampilan berbeda. Resepsi diplomatik pada umumnya kental dengan suasana formal. Namun Resepsi Diplomatik Indonesia yang berlangsung tanggal 17 September 2019 ini dikemas dalam konsep yang lebih variatif. Esensinya adalah untuk mengenalkan Indonesia dari berbagai aspek kepada para tamu yang mayoritas adalah mitra asing Indonesia di Jerman.

Saat pertama masuk ruangan resepsi, terlihat disain taman hutan yang menggambarkan alam Indonesia yang hijau dan terpelihara kesinambungannya. Di sisi kanan dan kiri ruangan juga disiapkan displai foto yang menceritakan tentang kilas balik awal sejarah hubungan Indonesia dan Jerman. Diantaranya menceritakan sejarah Humbold bersaudara yang pernah menulis buku tentang Indonesia di awal Abad ke-19, sejarah mengenai pengaruh kedokteran Indonesia di Jerman, serta beberapa foto dan lukisan Raden Saleh. Selain itu, ada pula foto-foto Presiden RI pertama, kedua, keempat, kelima, keenam dan ketujuh saat berkunjung ke Jerman.

Nuansa berbeda lainnya tampak di tengah ruang resepi. Di sana terdapat meja bundar putih menyajikan aneka minuman khas Indonesia, termasuk kopi yang selalu ramai didatangi para tamu. Kopi yang disajikan oleh dua barista Indonesia di Berlin ini adalah kopi Gayo Aceh yang didatangkan langsung dari Indonesia. Selain itu ada pula ruang pameran yang menampilkan berbagai capaian Indonesia di bidang perdagangan, pendidikan sosial budaya, pertahanan, serta layanan kekonsuleran dan keimigrasian.

Dubes Oegroseno dalam sambutannya menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang terbentuk dari berbagai kerajaan. Sebagai bangsa yang besar dan kuat, Indonesia telah teruji dengan berbagai tantangan yang tidak mudah. Mulai sejak awal kemerdekaan sampai dengan sekarang.

“Anda mungkin masih ingat, tahun 1998 Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi yang sangat dahsyat. Pertumbuhan kita bukan lagi nol, tapi sampai minus 13%. GDP kita turun dari 268 milyar US Dollar menjadi 115 milyar US dollar. Banyak yang meramalkan Indonesia akan hancur dan terpecah saat itu“, ujar Dubes Oegroseno.

Namun persepsi tersebut terbantahkan. Indonesia berhasil bangkit dan mampu menghadapi masa-masa sulit itu.

“Buktinya, kita sekarang adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang maju. Hanya dalam satu dekade dari masa krisis, Indonesia diterima menjadi negara anggota G-20. Dan di tengah perang dagang yang pelik saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonsia masih terkendali di angka 5%. GDP Indonesia masih di atas 1 Triliun US dollar dan diprediksi akan tumbuh menjadi 1,6 Triliun US dolar di tahun 2024“, jelasnya lagi.

Dubes Oegroseno menambahkan bahwa potensi besar yang dimiliki Indonesia ini adalah peluang untuk penguatan kerja sama dengan berbagai mitranya, termasuk dengan Jerman. Tahun 2020 mendatang Indonesia akan menjadi Negara Mitra Hannover Messe. Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan Jerman khususnya untuk isu-isu multilateral, penegakan hukum, pendidikan, energi dan lingkungan berkelanjutan, serta perubahan iklim.

Keseruan acara Resepsi Diplomatik tahun ini juga dilengkapi dengan berbagai kesenian tradisional Indonesia. Di antaranya pertunjukan Gendang Beleq yang mengawali rangkaian acara resepsi. Tabuh gendang dalam atraksi ini lengkap dengan instrumen musik lainnya langsung menyita perhatian para tamu yang sedang asik berbincang. Sesuai maknanya, Gendang Beleq merupakan pertunjukan instrumen musik dan tari patriotis untuk melepas dan menyambut para pejuang yang berangkat dan kembali dari peperangan. Keunikan penampilan Gendang Beleq dengan pakaian tradisional Lombok itu pun banyak diabadikan para tamu dalam foto dan video.

Selain Gendang Beleq, tamu undangan juga disuguhkan lagu-lagu dari berbagai daerah di nusantara. Kebersamaan dengan para tamu yang hadir semakin terasa saat mereka diajak berpoco-poco dan bersajojo bersama. Tak ketinggalan aneka kuliner Indonesia juga disajikan untuk para undangan yang hadir.

You may also read!

Bukaka Teken Kontrak Senilai US$7,5 Juta di Bangkok

SinarHarapan.id -  PT Bukaka Teknik Utama yang diwakili oleh Direktur Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM), Saptiastuti Hapsari, menandatangani kontrak

Read More...

Dubes RI Resmikan Indonesia-Ethiopia Business Connect di Jakarta

SinarHarapan.id - Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC), sebuah wadah komunikasi cepat, konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media, diluncurkan

Read More...

Bernilai Rp 3,78 Triliun, Mesir Pembeli Terbesar Pertama selama TEI 2019

SinarHarapan.id - Mesir menjadi pembeli terbesar pertama selama  pameran dagang Trade Expo Indonesia 2019. Rekapitulasi transaksi Perdagangan delegasi Mesir mencapai nilai 

Read More...

Mobile Sliding Menu