Chatime Meriahkan Hari Nasional Taiwan ke-108

In Berita Kini

SinarHarapan.id – Berbagai merek makanan dan minuman Taiwan memeriahkan Perayaan 108 Double Tenth, atau Hari Nasional Taiwan di Jakarta, Selasa (8/10). Di antaranya jaringan teh susu mutiara ‘Chatime’, Xin Fu Tang, es krim ‘Snowmonsters’, kopi Golden Malabar’ dimsum ‘Din Tai Fung’. Hidangan tersebut dibagikan secara cuma-cuma kepada ratusan tamu yang menjejali ballroom Hotel Borobudur.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, hadir sebagai tamu kehormatan bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI seperti Meutya Hafid, Dave Laksono, Daniel Johan, Wihadi Wiyanto, Anggia Erma Rini dan Fauziah Pujiwatie.

Hadir pula Wakil Kepala BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai dan Duta Besar Pitono Purnomo, yang kini menjadi staf ahli di Kantor Wakil Presiden. Juga jajaran diplomat di Jakarta, seperti Duta Besar Afrika Selatan, Dubes Vatikan, dan Dubes Czeska Ivan Hotek.

“Dengan semangat yang berorientasi pada humanisme dari ‘Kebijakan Baru ke Arah Selatan’ Taiwan, interaksi dan pertukaran masyarakat kedua negara menjadi lebih dekat,” kata Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taiwan Economic and Trade Office/TETO) John Chen, dalam sambutannya.

Menurut Chen, sekitar 300.000 warga Indonesia bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Dari jumlah tersebut 260.000 di antaranya adalah pekerja migran. Sebanyak 12.000 pelajar Indonesia di Taiwan.

Pemerintah Taiwan dan Indonesia juga mempromosikan program ‘2+1’, di mana lulusan perguruan tinggi multi-teknologi Indonesia yang belajar di universitas sains dan teknologi Taiwan selama dua tahun, diperbolehkan magang di perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi di Taiwan selama satu tahun.

Pemerintah dan berbagai universitas di Taiwan juga menawarkan berbagai beasiswa bagi siswa Indonesia, serta berbagai program pelatihan profesional yang dijalankan oleh pemerintah Taiwan dan pihak swasta.

“Kesemuanya ini bertepatan dengan slogan “Meningkatkan Sumber Daya Manusia” yang digalakkan oleh Presiden Jokowi,” kata Chen, Kepala TETO selaku perwakilan pemerintah Taiwan di Indonesia.

Solidaritas Taiwan terhadap Indonesia juga ditunjukkan saat bencana gempa bumi tsunami melanda Lombok, kota Palu dan provinsi lain di Sulawesi Tengah pada 2018.

“Sumbangan dana pemerintah dan swasta Taiwan secara keseluruhan telah melebihi US$ 2,86 juta. Sebagian dana digunakan untuk membangun kembali sekolah-sekolah, pusat kegiatan Islam, donasi tanggul, mobil ambulan, pakaian dan makanan lainnya di daerah bencana,” kata Chen.

Dalam pidatonya, Chen juga memaparkan kinerja Taiwan menurut “World Competitiveness Report 2018” dari Swiss World Economic Forum (WEF), Taiwan berada di peringkat ke-13 di dunia, dan ke-4 di kawasan Asia-Pasifik.

“Taiwan memiliki peringkat sebagai salah satu dari empat teratas inovator super bersama Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss,” kata Chen.

Kestabilan ekonomi secara keseluruhan menempati urutan pertama di dunia, dan sistem keuangan menduduki peringkat ke tujuh di dunia.

Lingkungan investasi Taiwan terus membaik, dan menarik lebih banyak investasi asing. Raksasa server global “Supermicro” telah menginvestasikan total NT$ 10 miliar di Taiwan, dan Google mengumumkan bahwa mereka akan memperluas investasi dan operasinya di Taiwan.

“Di sisi lain, tahun ini kami membawa dana investasi terbesar dalam sejarah dari pengusaha Taiwan yang dulunya investasi di China, dan sekarang pulang kembali ke Taiwan untuk berinvestasi,” kata Chen.

Dari awal tahun sampai September ini, jumlah investasi telah mencapai NT$ 580 miliar, menciptakan lebih dari 28.500 lapangan pekerjaan.

Ada pun kerja sama antara Taiwan dan Indonesia juga terjalin di bidang pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, pemetaan tanah, perawatan medis, proses pembuangan sampah, dan daur ulang.

Dalam resepsi Hari Nasional Double Tenth 2019 juga dipajang patung es besar dari Gedung Taipei 101, yang pernah menjadi gedung tertinggi di dunia. Patung es tersebut diharapkan dapat mengajak para tamu, yang juga terdiri atas seniman, budayawan, para pengusaha dan komunitas Taiwan di Jakarta, untuk merasakan “Taiwan Taste ” di Indonesia.

Juga ditayangkan film Hari Nasional “Berani dan Percaya Diri, Berlayar dengan Dunia” yang diproduksi oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan, yang berisi tentang sains dan teknologi,perkembangan ekonomi politik serta keindahan pemandangan alam dan beragam budaya Taiwan.

Selain outlet-outlet Taiwan yang terkenal seperti dimsum Din Tai Fung, minuman teh susu bermutiara Chatime, Xing Fu Tang, es krim ‘Snowmonster’ dan kopi ‘Golden Malabar’, sejumlah produk teknologi Taiwan juga telah banyak dikenal masyarakat Indonesia sepertii Asus dan Acer,

Hari Nasional Taiwan Double Tenth merupakan hari peringatan awal Pemberontakan Wuchang (kerap disebut Revolusi Xinhai) pada 10 Oktober 1911.

Revolusi Xinhai memicu runtuhnya Dinasti Qing di China dan berdirinya Republik China, yang kini berada di Pulau Formosa dan disebut Taiwan, pada 1 Januari 1912.

Dr. Sun Yat-sen, seorang dokter, memimpin revolusi dan berperan dalam penggulingan Dinasti Qing. Dia menjabat sebagai Presiden Republik China pertama ketika didirikan pada 1 Januari 1912.

You may also read!

Nagita Slavina Jual Scraft dengan Design Khas Lima Benua

SinarHarapan.id - Nagita Slavina mulai merambah bisnis fashion, khususnya scraft. Bekerjasama dengan sebuah merk fashion Diario, Nagitamembuat desain scraft yang mencirilan lima benua. "Jadi

Read More...

Bukaka Teken Kontrak Senilai US$7,5 Juta di Bangkok

SinarHarapan.id -  PT Bukaka Teknik Utama yang diwakili oleh Direktur Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM), Saptiastuti Hapsari, menandatangani kontrak

Read More...

Dubes RI Resmikan Indonesia-Ethiopia Business Connect di Jakarta

SinarHarapan.id - Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC), sebuah wadah komunikasi cepat, konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media, diluncurkan

Read More...

Mobile Sliding Menu