Dubes RI Resmikan Indonesia-Ethiopia Business Connect di Jakarta

In Ekonomi

SinarHarapan.id – Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC), sebuah wadah komunikasi cepat, konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media, diluncurkan Selasa (22/10) di gedung SME Tower, Jakarta.

Peluncuran IEBC dilakukan oleh Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, disaksikan oleh Armel Arifin, Direktur Bisnis dan Marketing Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM), Kementerian Koperasi dan UKM; Leny, Ketua Forum Perdagangan Indonesia Afrika (FPIA) dan puluhan pengusaha pengurus dan anggota FPIA.

“IEBC sengaja diluncurkan dalam rangka meningkatkan hubungan dan mempererat kerjasama pengusaha Indonesia dan Ethiopia melalui berbagai aplikasi media sosial. Pengusaha memerlukan komunikasi, keputusan dan transaksi cepat dan real time. Waktu dan informasi dalam berbisnis sangat penting dan info tersebut harus segera sampai ke tangan pelaku,” kata Duta Besar Al Busyra.

“Salah satu tantangan sekaligus kelemahan yang sering terjadi selama ini antara lain kurang dan terbatasnya informasi mengenai permintaan dan penawaran antar pengusaha Indonesia dan Ethiopia. Ini juga dialami banyak pengusaha di negara-negara lain yang berpotensi besar melakukan kerjasama dengan Indonesia,” tambah Duta Besar Al Busyra.

Pada acara peluncuran tersebut, Duta Besar Al Busyra Basnur juga memaparkan perkembangan terkini dan peluang kerjasama ekonomi Indonesia-Ethiopia serta African Continental Free Trade Area (AfCFTA). Hadir juga sebagai pembicara Yete Mbote Jacques, Walikota Edea, Kamerun yang menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) di Serpong, 16-20 Oktober 2019.

Salah satu pernyataan menarik dalam tanya jawab adalah pengakuan pengusaha Indonesia yang hampir semua belum mengetahui potensi besar pasar Afrika bagi Indonesia. “Mendengarkan kata Afrika saja, langsung muncul persepsi negatif dalam pemikiran kami,” kata Duta Besar Al Busyra mengutip pernyataan seorang pengusaha yang hadir sebagai peserta.

“Diplomasi ekonomi Indonesia dibawah Menlu Retno Marsudi dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, menempatkan Afrika sebagai prioritas. April 2018, Indonesia menyelenggarakan Indonesia-Africa Forum dan Agustus 2019, sebagai tindak lanjut, Indonesia menyelenggarakan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Mbote mengundang pengusaha Indonesia untuk segera hadir di Kamerun. Saat ini banyak pengusaha China, Jepang dan Korea berbisnis di Kamerun. Ia pun berjanji akan memberikan pelayanan khusus kepada pengusaha Indonesia yang datang ke kotanya.

Duta Besar Al Busyra Basnur berada di Jakarta dalam rangka mendampingi puluhan pengusaha Ethiopia yang menghadiri TEI 2019 dan sebagai pembicara di salah satu forum expo tahunan terbesar Indonesia tersebut.

Ethiopia dengan penduduk 112 juta jiwa, kedua tertinggi di Afrika setelah Nigeria, mengalami kemajuan ekonomi yang pesat. Tahun 2004-2017 pertumbuhan ekonomi Ethiopia diatas 10 persen, tertinggi di sub-Sahara. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Ethiopia 8,6 persen, tetap tertinggi di kawasan.

Saat ini terdapat lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Ethiopia, yaitu PT Indofood, PT Sinar Antjol, PT Busana Apparels Group, dan PT Sumber Bintang Rejeki dan PT Bukit Perak PT Bukit Perak.

You may also read!

Ahok Menuju Jabatan Bos BUMN, Pertamina Jadi Sasaran

SinarHarapan.id - Publik dihebohkan dengan kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Rabu (13/11/2019) ke kantor Kementerian BUMN, Jakarta

Read More...

Meski Mantan Napi, Ahok Tetap Bisa Jadi Pemimpin BUMN

SinarHarapan.id - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Rabu (13/11/2019) mendatangi kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Ahok bertemu langsung

Read More...

Distribusi Mobil Kia Kini Ditangani oleh Anak Perusahaan Indomobil Group PT Kreta Indo Artha

SinarHarapan.id-PT Kreta Indo Artha (KIA), anak perusahaan dibawah naungan Indomobil Group, resmi menjalankan distribusi kendaraan bermotor Kia di Indonesia.

Read More...

Mobile Sliding Menu