Tetty Paruntu ke Istana Pagi, KPK Rilis “Pernah Diperiksa” Siang, Dicegat Airlangga Lalu Pulang

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu yang sempat menyambangi Istana Negara dan menimbulkan kehebohan karena sosoknya yang tidak disangka-sangka sebagai calon menteri  Kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin sepertinya memang tidak akan mendapat posisi menteri.

Kader Golkar itu ternyata bahkan tak sempat bertemu dengan Jokowi.

Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan soal kedatangan Tetty ke istana. Di Istana, Tetty ternyata sempat bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan tak bertemu dengan Jokowi.

“Karena itu kan usulan dari partai Golkar. Tapi di dalam bertemu dulu dengan Pak Airlangga. Jadi tidak bertemu dengan pak presiden. Dia memang bertemu dengan Pak Airlangga di dalam. Setelah itu meninggalkan istana,” ujar Bey dikutip detik.com, Senin (21/9/2019).

Saat dikonfirmasi Tetty batal menjadi menteri, Bey membenarkannya. Sebab Tetty tidak bertemu dengan Jokowi.

“Ya karena tidak bertemu ya tidak jadi. Jadi semua yang bertemu dengan teman-teman tadi adalah setelah bertemu dengan Presiden,” sebut Bey.

Saat ditanya mengenai kehadiran Tetty, Airlangga yang juga dipanggil oleh Jokowi menyebut kadernya itu belum tentu bertemu dengan presiden.

“Ya tentu banyak hal karena beliau sebagai bupati banyak hal yang dibahas. Tetapi juga belum tentu dengan pak presiden,” kata Airlangga setelah bertemu dengan Jokowi di Istana, Senin (21/10/2019).

Tetty Paruntu padahal sempat terlihat mengenakan kemeja putih mendatangi Istana kepresidenan Jakarta pada Senin (21/10).

“Saya bantu kerja,” kata Tetty Paruntu saat ditanya wartawan.

Namun, Tetty Paruntu memang memiliki catatan tersendiri terkait kasus korupsi. Tetty diketahui pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, KPK memeriksa Tetty sebagai saksi dalam kasus yang menjerat politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

“Saat itu kami menelusuri dugaan sumber gratifikasi yang diberikan pada anggota DPR, Bowo Sidik, terkait revitalisasi pasar di Minahasa Selatan,” kata Febri dalam keterangan tertulis, Senin siang, seperti dikutip Kompas.com.

Febri menuturkan, Tetty telah diperiksa dalam penyidikan dan persidangan kasus tersebut. Hingga kini proses persidangan itu terus berlanjut. Dalam pengembangan kasus itu, KPK baru saja menetapkan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono. “Terkait pemberi gratifikasi belum ada tersangka baru, nanti kami perlu cermati dulu fakta yang muncul di persidangan,” ujar Febri.

Pada akhirnya, seperti diungkap Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Tetty langsung meninggalkan Istana melalui pintu samping usai bertemu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, seperti dikutip Merdeka.com.

You may also read!

Hadiri Perayaan Natal Jurnalis Kristiani, Menkes Terawan Pilih Jadi Hamba

SinarHarapan.id -  Menteri Kesehatan RI, Dr. Terawan Agus Putranto, mengaku memilih untuk menjadi hamba, ketimbang menjadi sahabat. Hal tersebut disampaikan

Read More...

Tidak ada WNI Terjangkit Virus Corona di Wuhan, China

SinarHarapan.id - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Wuhan, China memastikan tidak ada warga Indonesia (WNI) maupun mahasiswa Indonesia yang

Read More...

Awal Tahun Baru, The Promotor Band Merilis Single Terbaru “Merindukan Kamu”

SinarHarapan.id -  The Promotor itulah nama band yang baru di deklarasikan di ke publik di awal tahun 2020 ini dan

Read More...

Mobile Sliding Menu