Bosch dan Yayasan Tunas Bakti Nusantara Gagas inisiatif “Bakti Nusantara Nabire Project”

In Teknologi

SinarHarapan.id-Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menginisiasi “Bakti Nusantara Nabire Project” guna mendukung anak-anak dari pedalaman Papua agar dapat terus bersekolah. Prakarsa ini direalisasikan dalam bentuk penyediaan bangunan asrama yang layak dan memadai, serta pengadaan kebutuhan pokok bagi penghidupan para siswa SD dan SMP di Desa Muko, Nabire, Papua. Jauhnya jarak antardesa permukiman, juga dengan sekolah-sekolah terdekat, masih umum dijumpai di Papua. Kondisi ini turut mempengaruhi ketidakmerataan pendidikan yang berdampak pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah tersebut.

Secara nasional, Indonesia mengalami kenaikan IPM pada 2018 – yakni 71,39 (meningkat 0,58 dibandingkan tahun sebelumnya). Tak terkecuali Provinsi Papua yang bergeser dari kategori IPM rendah menjadi sedang.[1] Meski demikian, IPM Papua (60,06) masihlah yang terendah bila dibandingkan provinsi-provinsi lain. Keterbatasan sarana prasarana pendidikan dan akses untuk mencapainya turut berimbas pada rendahnya IPM provinsi tersebut. Hal ini menjadi alasan kuat bagi Bosch dan Yayasan Tunas Bakti Nusantara untuk memprioritaskan Papua sebagai fokus kepedulian.

“Selaras dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Bosch meyakini ketersediaan rumah tinggal yang layak dan memadai akan membantu anak-anak mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Karenanya, kami merasa terhormat dapat berkontribusi mewujudkan kediaman bagi anak-anak pedalaman di Papua – yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan kemudahan akses terhadap sarana prasarana pendidikan,” ujar Andrew Powell, Managing Director, Bosch di Indonesia.

Bosch telah menggelontorkan donasi senilai 250 juta rupiah untuk tahap pertama pembangunan asrama (dari keseluruhan tiga tahapan) bagi anak-anak pedalaman Papua yang mengalami kesulitan akses menuju sekolah. Perusahaan juga menyalurkan total 25.000 euro secara bertahap selama lima tahun (dimulai 2019) untuk subsidi kebutuhan pokok bagi penghidupan sekitar 35 anak. Tak berhenti di situ, Bosch akan menyiapkan program pemberdayaan berupa pelatihan serta pemberian alat pertukangan untuk produksi kerajinan tangan khas Papua; menyasar anak-anak yang menjelang lulus sekolah. Dengan demikian, mereka akan mampu berpenghasilan dan lebih mandiri.

Dalam menjalankan inisiatif ini, Bosch bermitra dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara yang telah menginisiasi gerakan Bakti Nusantara sejak 2016, yaitu sebuah gerakan sosial yang bertujuan mendorong pembangunan di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) Indonesia melalui upaya pemenuhan hak pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. “Untuk mencapai tujuan tersebut, Yayasan Tunas Bakti Nusantara bergerak berlandaskan semangat kepedulian, kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong-royong dari seluruh komponen masyarakat. Karenanya, kami sangat antusias menyambut ajakan Bosch menggagas ‘Bakti Nusantara Nabire Project’ untuk bersama-sama membantu anak-anak pedalaman di Papua agar mendapatkan hak-hak mereka, terutama pendidikan. Dengan asrama yang layak dan memadai, serta kebutuhan pokok yang terus terpenuhi, anak-anak Papua dapat belajar secara optimal sehingga kelak tumbuh menjadi manusia berdaya sehingga mampu berandil memajukan daerahnya,” papar Teguh Dwi Nugroho, Ketua Yayasan Tunas Bakti Nusantara.

Sebelumnya, Bosch di Indonesia telah aktif melaksanakan berbagai aktivitas sosial. Pada 2014, Bosch melibatkan karyawannya untuk menanam 6.000 bibit bakau di pesisir utara Jakarta. Bersama dengan yayasan amal perusahaan, Primavera, Bosch telah mendonasikan 637 juta rupiah (40.000 euro) untuk pembangunan dan pemeliharaan Panti Asuhan Bersinar di Jakarta, pada 2015. Kemudian, pada 2018, Bosch juga telah menyalurkan dana sebesar 1.154 miliar rupiah (172.600 euro) untuk korban gempa dan tsunami di Lombok dan Palu.

“Harapan kami, langkah sosial kami lewat Bakti Nusantara Nabire Project ini dapat menginspirasi berbagai pihak agar lebih peka dan peduli terhadap kondisi anak-anak Papua. Dengan semakin banyak dukungan, kita dapat membantu membuat perbedaan!” tutup Powell.

“Bakti Nusantara Nabire Project” akan menuntaskan pembangunan asrama hingga tahap ketiga. Bosch beserta Yayasan Tunas Bakti Nusantara masih menerima donasi melalui rekening Nabire Project dan www.kitabisa.com/bangunasramayaro.

[1] Indeks Pembangunan Manusia 2018, https://www.bps.go.id/publication/2019/08/27/34432798c6ae95c6751bfbba/indeks-pembangunan-manusia-2018.html

You may also read!

Pelajar Yogyakarta Menang Logo Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Thailand

SinarHarapan.id - Menandai awal tahun 2020, KBRI Bangkok dan Kementerian Luar Negeri Thailand secara bersama meluncurkan logo Peringatan 70 Tahun

Read More...

Coronavirus dan Pentingnya Taiwan Berperan di WHO

SinarHarapan.id -  Jumlah kasus baru pneumonia Coronavirus di Wuhan China telah melonjak. Kasus ini juga telah muncul di negara-negara

Read More...

Indonesia Dorong Kolaborasi untuk Peningkatan Produktivitas dan Ekspor di WEF 2020

SinarHarapan.id -  Indonesia menyelenggarakan Diskusi “The Indonesian Government Strategy: Advancing National Productivity and Export” dalam rangkaian kegiatan World Economic Forum

Read More...

Mobile Sliding Menu