Indonesia Dorong Kolaborasi untuk Peningkatan Produktivitas dan Ekspor di WEF 2020

In Internasional

SinarHarapan.id –  Indonesia menyelenggarakan Diskusi “The Indonesian Government Strategy: Advancing National Productivity and Export” dalam rangkaian kegiatan World Economic Forum 2020 di Davos, Switzerland (22/01).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjadi pembicara dalam Diskusi yang dimoderatori oleh Wakil Tetap RI di Jenewa, Dubes Hasan Kleib.

Menko Bidang Perekonomian menggarisbawahi program pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan ekspor, antara lain melalui penyederhanaan regulasi dan birokrasi, pembangunan sumber daya manusia, dan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.

Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian menekankan upaya Pemerintah Indonesia dalam mentransformasi ekonomi Indonesia dari sektor komoditas menjadi sektor industri yang berdasarkan inovasi dan bernilai tambah.

Ditambahkan, upaya Indonesia dalam menarik investor juga diikuti dengan peningkatan perjanjian perdagangan bebas dengan negara mitra dan perluasan kerja sama ekonomi dengan pasar non-tradisional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ketiga Menteri menggarisbawahi pentingnya pembangunan pusat industri baru, pemberian insentif kepada industri inovasi, serta peningkatan anggaran untuk research and development.

“Dengan demikian, program dan insentif pemerintah tersebut perlu didukung dengan kolaborasi dari sektor swasta nasional dan investasi asing untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan pembangunan,” pungkas Dubes Hasan Kleib.

Diskusi dihadiri oleh berbagai perusahaan Indonesia, CEO perusahaan asing serta perwakilan dari startup asing  yang memiliki perhatian terhadap upaya-upaya Indonesia dalam menarik Investor asing ke Indonesia.

Dubes Hasan Kleib menambahkan bahwa “Sesuai prioritas Pemerintah terkait transformasi ekonomi, Indonesia sedang mengupayakan perubahan dari natural resources based economy ke knowledge and innovation based economy”.

Ditambahkan pula bahwa “upaya untuk terus memperbaiki iklim ekonomi dan investasi merupakan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam menjamin terbukanya Indonesia untuk bekerja sama yang saling menguntungkan dengan semua pihak.”

Diskusi dilaksanakan di Paviliun Indonesia di Davos yang merupakan tempat promosi produk dan investasi Indonesia selama penyelenggaraan WEF 2020 dengan mengangkat tema Unity in Diversity: Partner for Action.

Paviliun Indonesia dibuka pada 21 Januari 2020 hingga 24 Januari 2020 untuk seluruh kalangan yang tertarik berinvestasi di Indonesia.

Indonesia memaksimalkan kehadiran Kepala Pemerintah, Menteri, CEO dari perusahaan multinasional, dan berbagai organisasi dari seluruh dunia yang hadir di WEF untuk meningkatkan kerja sama dan investasi di berbagai sektor untuk mendukung pertumbuhan positif perekonomian Indonesia.

(Sumber: PTRI Jenewa)

You may also read!

Pohon Beringin Besar di Kawasan Monas Tumbang

SinarHarapan.id - Petugas dari Pemprov DKI Jakarta membersihkan pohon beringin besar yang tumbang di kawasan Monas jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, 

Read More...

Diskusi PKS: ‘Omnibus Law RUU Tentang Cipta Kerja Untuk Siapa?’

SinarHarapan.id -  Pengamat Hukum, Said Salahuddin, Pengamat Politik, Rocky Gerung, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, dan Pengamat

Read More...

Gedung DPR Kebakaran, Banyak Karyawan Terjebak Kepulan Asap

SinarHarapan.id - Karyawan berjalan keluar ruangan saat terjadi kepulan asap putih di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin

Read More...

Mobile Sliding Menu