Memahami Kinerja Perusahaan Asuransi dan Ekonomi Makro Bersama Prudential Indonesia

In Ekonomi

SinarHarapan.id-Memasuki usianya yang ke-25 tahun, Prudential Indonesia terus berupaya memberikan layanan terdepan bagi nasabah dan masyarakat umumnya, sekaligus juga mengedukasi dan memberikan masa depan yang lebih baik, dalam literasi-inklusi keuangan, kesehatan dan kesejahteraan.

Mengusung semangat “We Do Good” yang telah dikampanyekan sejak tahun lalu, Prudential senantiasa mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dengan memfokuskan layanan “We Do Health”, We Do Wealth”, We Do Technology” dan “We Do Good”.

Luskito Hambali, Chief Customer and Marketing Officer, Prudential Indonesia mengatakan “melalui We Do Wealth, kami terus memberikan solusi dan membantu pelanggan dalam hal perencanaan keuangan”, di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Sejalan dengan semangat “We Do Good” dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan kerja jurnalistik dalam menginformasikan outlook ekonomi makro Indonesia, Prudential menggelar workshop singkat Journalist Masterclass 2020 guna memahami laporan keuangan perusahaan asuransi.

Dalam paparanya, Fitha Faisal Hastiadi, Ekonom Universitas Indonesia mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya berkutat di angka 5% harus didorong dengan peningkatan produktifitas, semisal pendayagunaan lulusan SMK ke Industri yang dibutuhkan.

“Pendekatan institusional seperti investasi, pengaturan labour cost, inovasi, infrastruktur dan lainnya, harus terus digalakan”, ujar Fitha.

Fitha juga membeberkan poin-poin penting industri asuransi sepanjang tahun 2019 kemarin, seperti adanya pertumbuhan premi asuransi hingga 8,0%, pertumbuhan aset hingga 5,91%, Risk-Based Capital (RBC) untuk asuransi jiwa dan umum yang tumbuh hingga 120% dari sebelumnya 345,35% menjadi 789,37% dan asuransi komersil yang hanya mengcover 12,08% dari total penduduk Indonesia”.

Selanjutnya, pemahaman terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi dikupas lebih lanjut oleh Paul Setio Kartono, selaku Chief Strategy Officer, Prudential Indonesia.

Dalam penjelasannya, Paul terlebih dahulu memberikan informasi dasar mengenai cara kerja asuransi itu sendiri. Dalam pengerjaannya, dijelaskan juga investasi apa saja yang bisa ditawarkan kepada nasabah untuk pengelolaan keuangannya, dengan cara semisal membedakan investasi modern dan tradisional, konvensional dan syariah.

Paul juga menambahkan, bagaimana nantinya konsumen akan memilih perusahaan asuransi berdasarkan rating dan kemampuan perusahaan asuransi tersebut dalam pengelolaan keuangan.

Risk-Based Capital (RBC) juga menjadi bagian penting terhadap indikator kesehatan keuangan. Dan yang terakhir, Paul menekankan pentingnya pemberian nilai atau rating terhadap perusahaan asuransi tersebut.

 

You may also read!

Puluhan Anggota Toyota Sienta Community Indonesia ( TOSCA ) Donor Darah untuk PMI

SinarHarapan.id-Jumlah donor mandiri yang datang ke PMI untuk menyumbangkan darahnya berkurang sejak diberlakukannya jarak sosial (social distancing) untuk mencegah

Read More...

BMW M5 Special Edition Hadir di Indonesia Dalam Jumlah Terbatas

SinarHarapan.id-BMW Indonesia dan BMW Eurokars luncurkan BMW M5 Edition 35 Years secara virtual menggunakan aplikasi video conference dan akan

Read More...

19 Tempo Scan Group Peduli, Donasikan Rp. 10 M Kepada BNPB

SinarHarapan.id-Tempo Scan Group (“TSG”) telah merealisasikan penyerahan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (“BNPB”) sejumlah Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar

Read More...

Mobile Sliding Menu