Presiden Pastikan Ada Relaksasi Kredit Bagi UMKM, Bisa Berupa Penundaan Cicilan Sampai Satu Tahun

In Sosial

Januari Wan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia (PEBPARINDO) saat menyampaikan surat kepada Bank Indonesia dengan tembusan antara lain Presiden RI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPR RI Komisi XI, Kemenhub dan Perusahaan Pembiayaan/Multi Finance perihal Pemohonan Restrukturisasi Angsuran Kredit kendaraan Bermotor.

SinarHarapan.id – Presiden Joko Widodo memastikan akan ada relaksasi kredit bagi UMKM terutama untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah Covid-19. Relaksasi yang diberikan bisa berupa penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada Selasa (24/3/2020), dalam Rapat Terbatas (melalui Video Conference) dengan Topik Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19, mengatakan banyak menerima keluhan dari UMKM.

“Kita kemarin sudah berbicara dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar,” katanya.

Kredit itu terinci baik kredit perbankan maupun industri keuangan nonbank.

Relaksasi yang diberikan bisa berupa penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga.

Presiden juga mengaku mendapatkan keluhan bagi para pekerja harian termasuk tukang ojek, supir taksi, hingga nelayan.

Untuk mereka, Presiden juga memastikan akan ada kelonggaran kredit yang diberikan.

“Mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” katanya.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, ia mengatakan, pada intinya Pemerintah fokus pada tiga hal.

“Intinya kita ingin tiga hal yang menjadi fokus kita, pertama keselamatan, kesehatan adalah yang utama, tapi siapkan yang kedua ‘social safety net’, bantuan sosial tolong disiapkan,” katanya seperti dikutip Antara.

Kemudian ia menambahkan yang ketiga bahwa dampak ekonomi harus dihitung dengan cermat sehingga kesiapan dalam menyediakan stok pangan betul-betul ada.

Sebelumnya pihak Lintas Organisasi (Organisasi Transportasi Darat ) di Indonesia menyampaikan surat kepada Bank Indonesia dengan tembusan antara lain Presiden RI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPR RI Komisi XI, Kemenhub dan Perusahaan Pembiayaan/Multi Finance perihal Pemohonan Restrukturisasi Angsuran Kredit kendaraan Bermotor.

Organisasi transportasi darat di Indonesia itu diantaranya :
1. Perkumpulan Pengusaha Bus dan Rental Indonesia ( PEBPARINDO )
2. Rencar Indonesia ( RCI )
3. Buser Rentcar Nasional ( BRN )
4. Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI ).

Dalam suratnya, Organisasi transportasi darat di Indonesia menyampaikan usulan Terkait Stagnan Biisnis Transportasi Darat akibat Dampak Musibag Virus Corona ( Covid-19 ) secara Nasional.

a. Menindak lanjuti Rapat Lintas Organisasi Pada Hari Jumat Tanggal 21 Maret 2020 brteempat di Kantor seketariat Jl. Raya Pondok Gede No 1 Jakarta Timur Terkait wabah Virus Corona ( COVID-19) yang melanda Indonesia sehingga mengganggu perekonomian para Pengusaha di Indonesia Khususnya dibidang
Transportasi Darat ( PARIWISATA ), dimana Customer pada Meresecedule bahkan membatalkan Perjalanan Setelah Pemerintah menetapkan Perrpanjangan Status keadaan tertentu Darurat wabah bencana
penyakit akibat virus CORONA sesuai dengan Surat keputusan BNPB Nomor 13A Tahun 2020 yang ditanda tangani Oleh Kepala BNPB ( Bpk Doni Monardo ) tertanggal 29 Pebruari 2020. Dengan memperpanjang Status Darurat CORONA menjadi 91 hari kedepan sampai dengan tanggal 20 Mei 2020.

b. Merujuk pada Pernyataan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Oleh Bapak Heru Kristiyana pada Peraturan OJK
No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan Countercyclical Dampak Pentebarran Virus CORONA.

c. Dengan terjadinya musibah Virus CORONA ( COVID-19 ) secara Nasional serta Penerapan perpanjangan Status Darurat CORONA menjadi 91 hari kedepan, yang akan melumpuhkan Cash flow dari Pengusaha Transportasi sebagai Debitur, dan untuk menghidari terjadinya Kredit Macet Maka kami dari Pengurus
maupun Anggota dari Beberapa Organisasi secara Nasional mengajukan Restrukturisasi / Reconditioning kepada Bank / Leasing sesuai dengan Stimulus/ Kebijakan Perbankan maupun Perusahaan Pembiayaan.

d. Adapun alasan kami mengajukan Permohonan Penanguhan Pembayaran Angsuran Pinjaman Kredit baik angsuran Pokok maupun bunga selama 3 ( tiga ) bulan kedepan terhitung Bulan April 2020 s/d Bulan Juni 2020 adalah sebagai berikut:

1. Intruksi pemerintah mengurangi aktifitas diluar rumah.
2. Intruksi Pemerintah meliburkan seluruh Sekolah
3. Penutupan beberapa Objek wisata
4. Menutup beberapa penerbangan domestic maupun Internasional.
e. Permohonan ini kami ajukan berdasarkan UU No.37 Tahun 2004 Pasal 222 ayat (2) dan (3) dan bilamana permohonan ini tidak dikabulkan, maka akan terjadi Kredit macet yang berkepanjangan sehingga Non Perfoming Loan akan naik diatas 3%.  SH/Elsen

You may also read!

Puluhan Anggota Toyota Sienta Community Indonesia ( TOSCA ) Donor Darah untuk PMI

SinarHarapan.id-Jumlah donor mandiri yang datang ke PMI untuk menyumbangkan darahnya berkurang sejak diberlakukannya jarak sosial (social distancing) untuk mencegah

Read More...

BMW M5 Special Edition Hadir di Indonesia Dalam Jumlah Terbatas

SinarHarapan.id-BMW Indonesia dan BMW Eurokars luncurkan BMW M5 Edition 35 Years secara virtual menggunakan aplikasi video conference dan akan

Read More...

19 Tempo Scan Group Peduli, Donasikan Rp. 10 M Kepada BNPB

SinarHarapan.id-Tempo Scan Group (“TSG”) telah merealisasikan penyerahan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (“BNPB”) sejumlah Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar

Read More...

Mobile Sliding Menu