Bantu Warga Depok Cegah Virus Corona, Novi Anggriani Tegaskan Tidak ada Kaitan Pilkada Depok

In Sosial

SinarHarapan.id – Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang dialami Indonesia, membuat Pemerintah telah menetapkan COVID-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Presiden Jokowi menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat terkait wabah virus corona COVID-19 di Indonesia. Status ini berdasarkan faktor risiko dari wabah ini.

Pandemi virus Corona yang dialami Indonesia yang berkembang membuat seluruh daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berjibaku untuk memutuskan penyebaran dengan berbagai upaya sesuai prosedur disampaikan pemerintah.

Seperti Kota Depok membuat beberapa tokoh dan lapisan masyarakat berupaya melawan serta menjaga penyebaran virus Corona  di Kota Depok.

Warga yang antusias untuk mendapatkan Disenfektan dan Hand Sanitizer.

Seperti yang dilakukan Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani Munadi. Sudah tiga minggu dirinya melakukan bantuan untuk warga Depok dengan membagikan masker, hand sanitizer, disinfektan dan sembako kepada warga Depok dan supir gojek online.

Namun, disela-sela kebaikan yang dirinya lakukan masih saja ada beberapa pihak yang mengaitkannya dengan gerakan politik. Bahkan saat membantu bagi-bagikan Hand Sanitizer dan sembako, masih ada yang mengkaitkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020.

Ojek online menerima sembako.

“Saya sangat kecewa. Saya tegaskan, bantuan yang berikan ini kepada warga  semata didasari atas sisi kemanusiaan,” tegas Novi, Kamis (1/4/2020).

Ketua Komunitas Novi Anggriani Munadi (NADI) Center ini mengatakan, bahwa dirinya tidak mempunyai motif politik dalam membantu warga dari dampak virus Corona. Apalagi disebut-sebut sebagai bakal calon wali kota atau wakil wali kota Depok.

“Saya dan tim tidak pernah membawa segala bentuk atribut atau narasi partai. Saya juga tegaskan berkali-kali, saya tidak mencalonkan dan dicalonkan di Pilkada Depok 2020,” ujar Novi.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan untuk melawan virus Corona ini tanpa memandang warna mau biru, hijau, kuning maupun merah. Ini dilakukan untuk sisi kemanusiaan.

“Membantu itu menyenangkan bagi saya, saya merasa bermanfaat di antara sesama. Ini saya lakukan hanya untuk sisi kemanusiaan saja, tanpa memandang mereka darimana, mau merah, hijau, biru , kuning saya tidak melihat itu, karena saya tegaskan sekali lagi ini non politik, ” tegas Novi.

Dari kasus pademi virus Corona ini,  Novi juga mengkritisi  pemerintah  Kota Depok yang dinilai sangat lamban dalam menangani kasus virus Corona.

“Mengkritisi pihak pemerintah seperti Kota Depok juga wajar, karena mereka digaji dari uang warga Depok,” jelas Novi.

Melihat angka kasus virus Corona yang terus meningkat, Novi mengingatkan agar semua lapisan masyarakat di Depok untuk terus bergotong – royong mengatasi penyebaran virus Corona. Menjaga tetap disiplin jaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan.

“Mari warga Depok tetap bergotong-royong jaga kesehatan diri  dan kebersihan lingkungan  supaya kita terjaga bahkan terputus dari penyebaran virus Corona,” tutup Novi. SH/Elsen

You may also read!

Genap 30 Tahun, HDCI Donasikan Bantuan Covid-19 kepada Pemprov DKI Jakarta

SinarHarapan.id-Pandemi Corona yang telah menghingapi tanah air sejak bulan Maret 2020 lalu terus menjadi perhatian berbagai pihak untuk bersama-sama

Read More...

Pro kontra “New Normal” Dari Aspek Pemuda dan Pergerakan Menghadapi Momentum Hari Lahir Pancasila

SinarHarapan.id - Hingga saat ini skenario “New normal” atau bisa dikatakan sebagai pola hidup baru sebagai bentuk adaptasi

Read More...

Penjualan Suzuki Naik di Tengah Pandemi Corona

SinarHarapan.id-Di tengah lesunya pasar otomotif akibat pandemi Covid-19, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berhasil mencatatkan peningkatan penjualan Suzuki APV.

Read More...

Mobile Sliding Menu