Menjaga Reputasi “Brand” Lewat Pencarian “Online”

In Teknologi

SinarHarapan.id – Mesin pencari merupakan teknologi digital yang banyak dipakai masyarakat untuk mencari berbagai informasi. Sangat mudah untuk menemukan informasi sebagai wawasan pengetahuan, pendapat, komparasi sebelum interaksi dan transaksi.

Perusahaan atau organisasi perlu hadir disitu selain pengenalan dan komunikasi publik, harus juga sebagai bagian dari manajemen reputasi dalam pencarian online.

Charlie M. Sianipar, founder dari Rockad berpendapat, “Manajemen reputasi pencarian online ini merupakan kegiatan dan upaya konsisten untuk mengelola brand atau nama di mesin pencari, butuh waktu untuk berproses”.

Langkah ini sangat penting untuk dilakukan ketika ditemukannya ulasan atau informasi negatif yang muncul pada halaman pertama pencarian.

Bagi perusahaan kecil dan UKM yang ingin proaktif menjaga reputasi nama dan brand, dapat menggunakan Google Alert yang bisa diakses secara gratis.

Informasi negatif ini bisa muncul ketika pengguna mencari informasi terkait nama dan brand. Informasi tersebut bisa terkait langsung dengan bisnisnya maupun karena ada hal-hal lain yang menyerempet nama dan brand.

Ketika manajemen reputasi online tidak dijalankan dan perusahaan tidak melakukan pemantauan berkala atas nama dan brand di mesin pencari, maka informasi negatif tersebutlah yang menjadi informasi yang dianggap paling relevan menurut proses algoritma mesin pencari, bahkan kerap muncul pada urutan atas.

Tandil Wijaya, founder dari Galaseo, menambahkan “Perusahaan harus jeli untuk menampilkan aspek-aspek yang bisa meningkatkan value dari brand melalui cerita dan berita”.

Saat ini mesin pencari sudah sedemikian canggih, didukung dengan machine learning, pengelolaan dan kualifikasi informasi untuk disajikan menggunakan data-data yang diambil dari berbagai sumber di platform online, apakah situs berita, media sosial, maupun ulasan-ulasan lain di berbagai situs.

Mesin pencari akan berusaha menampilkan beragam informasi dalam segala aspeknya, karena ini akan memberikan kenyamanan kepada penggunanya selama berselancar di mesin pencarian, dengan satu klik dan hitungan detik akan menyajikan serangkaian tautan sumber informasi.

Ketika perusahaan skala besar, menengah maupun kecil tidak memperhatikan manajemen reputasi sebagai sebuah investasi dalam bentuk komunikasi digital yang berdampak ke masa depan, maka hal-hal yang disebutkan di atas akan menjadi bumerang bagi prospek bisnisnya, karena mempengaruhi persepsi publik yang baru dalam tahap pengenalan dan penjajakan mengenai perusahaan tersebut.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada berbagai Lembaga resmi dan profesional yang bisa melakukan penilaian yang lebih objektif terhadap kredibilitas suatu perusahaan, tetap saja informasi negatif yang tidak ditangani dengan langkah manajemen reputasi akan sangat tidak enak untuk dibaca,” kata Charlie.

Langkah manajemen reputasi pencarian online dapat dimulai dengan kajian terhadap fakta dan data yang dimuat dalam informasi negatif tersebut, sehingga dapat dipertimbangkan berbagai langkah yang perlu dilakukan mulai dari kontak langsung ke sumbernya sampai tindakan hukum.

Jika apa yang disampaikan dalam ulasan negatif merupakan kekeliruan yang sudah diselesaikan, maka lebih elegan tanggapan dalam bentuk klarifikasi, perbaikan dan permintaan maaf, bila perlu, disampaikan juga di media online, sehingga publik yang mencari informasi nama dan brand bisa juga melihatnya di mesin pencari. Ini menjadi cara untuk menyajikan informasi yang bisa dilihat dari dua sisi.

Adapun informasi bernada negatif ini bisa muncul dari website yang menerima masukan dari konsumen terkait produk dan jasa, tulisan dalam sebuah website dengan tujuan mendompleng isu negatif yang sedang dihadapi kompetitor dan pemberitaan di media online.

Bagi pihak yang mencari solusi untuk restorasi reputasi ini, manajemen reputasi yang relevan adalah menggunakan keahlian mereka yang berkecimpung di bidang SEO (Search engine optimization) digabungkan dengan cyber PR (Public relations), yang banyak diaplikasikan untuk dunia bisnis.

Untuk itu, perusahaan atau jasa manajemen reputasi perlu menyusun strategi pemasaran mesin pencari, yang intinya bertujuan untuk meningkatkan peringkat informasi positif yang ditampilkan di situs atau kanal yang dimiliki oleh perusahaan maupun di pihak ketiga.

Manajemen reputasi di mesin pencari menjadi hal yang semakin penting dalam era digital, karena halaman pertama pencarian menjadi etalase bisnis pertama yang menjadi referensi bagi pihak ketiga sebelum melihat kartu nama, proposal bisnis maupun website perusahaan.

You may also read!

Genap 30 Tahun, HDCI Donasikan Bantuan Covid-19 kepada Pemprov DKI Jakarta

SinarHarapan.id-Pandemi Corona yang telah menghingapi tanah air sejak bulan Maret 2020 lalu terus menjadi perhatian berbagai pihak untuk bersama-sama

Read More...

Pro kontra “New Normal” Dari Aspek Pemuda dan Pergerakan Menghadapi Momentum Hari Lahir Pancasila

SinarHarapan.id - Hingga saat ini skenario “New normal” atau bisa dikatakan sebagai pola hidup baru sebagai bentuk adaptasi

Read More...

Penjualan Suzuki Naik di Tengah Pandemi Corona

SinarHarapan.id-Di tengah lesunya pasar otomotif akibat pandemi Covid-19, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berhasil mencatatkan peningkatan penjualan Suzuki APV.

Read More...

Mobile Sliding Menu