Batik Girl Animation Series, Upaya Jalin Persahabatan RI-Australia Lewat Animasi Boneka Batik

In Sosial

SinarHarapan.id –  Sebuah program kolaborasi untuk mempererat jalinan persahabatan Indonesia dan Australia belum lama ini diluncurkan di Batam, Kepulauan Riau. Program “Batik Girl Animation Series” adalah sebuah program kolaborasi antara pihak Indonesia dan Australia.

Program tersebut akan berlangsung mulai November 2021 hingga April 2022. Kick off program Batik Girl Animation Series tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama  antara Politeknik Batam yang diwakili oleh Dr. Muhammad Zaennudin selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni dengan Yayasan Cinderella Indonesia yang diwakili oleh Lusia Efriani Kiroyan.

Tujuan utama dari program “Batik Girl Animation Series” ini adalah melakukan kampanye anti narkoba untuk generasi muda melalui film animasi yang akan dibuat secara berseri.

Untuk itu setelah penandatanganan kemudian dilanjutkan dengan workshop “Batik Girl Animation Series” yang diikuti oleh 50 Mahasiswa dari Program Studi Animasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan ide cerita sebelum Film Animasi Batik Girl di produksi.

Dimana setelah film animasi ini diproduksi akan dilanjutkan dengan kampanye anti narkoba melalui pemutaran film animasi ini di beberepa Universitas di Indonesia dan Australia.

Lusia Efriani Kiroyan selaku Project Leader dari program ini sangat berharap film animasi ini selain menjadi sarana kampanye anti narkoba untuk anak muda juga bisa menjalin persahabatan antara Indonesia dan Australia sekaligus bisa menjadi sarana Promosi Indonesia khusus nya kota Batam.

“Saya berharap sekali Film Animasi “Batik Girl” ini bisa diapreasiasi tidak hanya di Indonesia namun juga di kancah International,” kata Lusia.

“Saya juga sangat salut akan potensi animator-animator muda di kota Batam, dan di masa pandemi ini sangat pas untuk menggali potensi-potensi animator muda dengan membuat sebuah kampanye anti narkoba melalui Film Animasi Batik Girl,” kata Lusia menambahkan.

Melalui program ini Lusia ingin membuktikan bahwa di masa pandemic ini ia dan timnya masih bisa berkarya dan berkolaborasi dengan rekan-rekan di Australia.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi tim “Batik Girl Animation Series”, Lusia dan tim berusaha memberikan karya terbaik yang bukan hanya memberikan manfaat di Indonesia tetapi juga bisa memberikan kontribusi di Australia juga.

“Dan semoga pemerintah daerah maupun pemerintah pusat mendukung program ini sehingga bisa menjadi program yang berkesinambungan di masa mendatang,” pungkas Lusia.

Program “Batik Girl Animation Series” merupakan salah satu program yang mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui Australian Alumni Grant Scheme yang dikelola Australia Awards in Indonesia.

Dari pihak Indonesia diwakili oleh Universitas Politeknik Batam dan Yayasan Cinderella Indonesia sedangkan dari pihak Australia diwakili oleh Dr. Monika Winarnita (Deakin University, Melbourne Australia), Dr. Marthin Nanere, Msc FAMI CPM (La Trobe Business Scholl) dan Jeremy Jones AM (Director International & Community Affairs).

You may also read!

Pospay Gebu Minang

Kolaborasi Pospay Gebu Minang Diluncurkan

SinarHarapan.id - PT Pos Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang meluncurkan . Pospay Gebu

Read More...

realme Luncurkan “Unleash The Mighty Power”

SinarHarapan.id, Jakarta- realme, merek Favoritnya Anak Muda hari ini resmi menggelar acara peluncuran Unleash The Mighty Power dengan rangkaian

Read More...

Begini Strategi Pemasaran Kendaraan Honda SUV di Tanah Air

SinarHarapan.id-Dalam beberapa tahun terakhir, pasar otomotif di Indonesia terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat akan sebuah

Read More...

One commentOn Batik Girl Animation Series, Upaya Jalin Persahabatan RI-Australia Lewat Animasi Boneka Batik

Comments are closed.

Mobile Sliding Menu