13 August 2022

Farida. Penerima manfaat dari Kota Bandar Lampung ini, sehari-hari berdagang pecel dan soto.

SinarHarapan.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran dana Bantuan Program Sembako / Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ secara tunai terhadap 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Guna memperlancar proses penyaluran, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia (Persero).

Penyaluran dana bantuan program kartu sembako tahun 2022 dilakukan serentak mulai Minggu, 20 Februari. Dana yang diserahkan kepada KPM sebanyak Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret (per bulan Rp200 ribu).

“Di Provinsi Lampung target penyaluran kepada 705.000 KPM. Saat ini sudah tersalurkan 98 persen,” ucap Kepala PT Pos Indonesia KCU Bandar Lampung Risdayati.

“Kami berkoordinasi dulu dengan instansi pemerintah dan aparat, berkoordinasi dengan tim. Kami juga tidak hanya mengandalkan pegawai PT Pos, tapi melibatkan tenaga pendamping untuk mempercepat penyaluran ke rumah KPM,” kata Risdayati.

Untuk diketahui, Pos Indonesia menyalurkan dana program kartu sembako melalui tiga metode, yaitu diambil langsung di Kantor Pos, disalurkan melalui komunitas, atau diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door)

Kepada penerima, Risdayati menjelaskan bahwa uang bantuan bebas dibelanjakan sesuai kebutuhan dan di mana saja.

“Saat menyalurkan, kita infokan KPM silakan berbelanja sesuai kebutuhan. Belanja di warung mana saja, terserah. Kita pasang spanduk di lokasi penyaluran bahwa tidak boleh berjualan di lokasi penyaluran dan tidak ada potongan apapun,” ucapnya.

Lantaran penyaluran dilakukan di tengah situasi pandemi, Pos Indonesia menerapkan sistem jadwal yang dibagi menjadi beberapa shift.

“Kami membuat jadwal untuk menghindari kerumunan masyarakat. Sementara untuk KPM lansia atau yang sedang sakit, bantuan kami antar langsung ke rumahnya,” tutur Risdayati.

Lebih lanjut Risdayati mengatakan masyarakat sangat antusias menerima bantuan dalam bentuk uang tunai.

“Animo masyarakat tinggi. Mereka sangat senang menerima tunai. Harapan kami, diberi kepercayaan lagi untuk menyalurkan bantuan serupa,” katanya.

Ya, antusiasme dan raut kegembiraan tampak di wajah para penerima bantuan dana program kartu sembako. Salah satunya, Farida. Penerima manfaat dari Kota Bandar Lampung ini sehari-hari berdagang pecel dan Soto.

Setiap hari, Farida berdagang demi memenuhi kebutuhan anak-anak. Terlebih suaminya telah meninggal dunia sejak 2011 akibat kecelakaan lalu lintas.

Bisa menerima bantuan dana program kartu sembako dari Kemensos, disambut penuh syukur oleh Farida.

“Saya senang banget dapat bantuan. Siapa coba yang mau kasih uang cuma-cuma di zaman covid-19, zaman susah, begini?” ucap Farida.

Uang bansos senilai Rp600 ribu akan digunakan Farida untuk berbelanja sembako.

“Sebelumnya, saya dapat bantuan beras, ayam, buah, dan telur. Kalau sekarang, terima tunai. Uangnya dipakai untuk membeli sembako dan memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Tak lupa Farida mengucapkan syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima dari pemerintah tersebut.

“Terima kasih banyak Pak Jokowi sudah membantu masyarakat kecil. Terima kasih Kementerian Sosial dan Pos Indonesia. Saya merasa diperhatikan oleh pemerintah,” tuturnya.

Ternyata, kebahagiaan tak hanya dirasakan oleh KPM. Warga yang tak mendapat bantuan juga ikut senang. Misalnya, Ida Lina, pedagang sayur di Rajabasa, Bandar Lampung.

“Walau saya enggak dapat bantuan, saya senang karena sayuran saya dibeli oleh mereka yang menerima bantuan. Alhasil warung saya jadi laku juga, membantu buat tambahan biaya hidup keluarga saya,” ucap Ida.