13 August 2022

Petugas Juru Antar PT Pos Indonesia menjadi garda depan dalam penyaluran dana bansos

SinarHarapan.id – Pos Indonesia dipercaya oleh Kemensos menyalurkan dana program Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM dalam 14 hari ke seluruh Indonesia.

Dana program Kartu Sembako diberikan kepada KPM sebanyak Rp600.000 untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret. Yang artinya, per bulannya tiap KPM berhak atas dana bansos Rp200.000.

Capaian tersebut bahkan menuai apresiasi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

“Ini adalah capaian paling bagus dalam sejarah penyaluran bansos, di atas 90 persen dalam dua minggu,” kata Menko PMK Muhadjir di sela-sela memantau penyaluran bansos di Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan bahwa menyalurkan bansos hanya dalam tenggat waktu dua minggu merupakan sebuah tantangan yang dihadapi dengan optimisme tinggi.

“Tantangan ini luar biasa, tapi kita optimistis karena sudah punya pengalaman menyalurkan BST (Bantuan Sosial Tunai) sebelumnya. Yang luar biasa adalah waktu penyaluran dana program Kartu Sembako lebih pendek, hanya 14 hari,” kata Charles Sitorus dalam sebuah wawancara di Denpasar, Bali, belum lama ini.

“Sebelumnya, penyaluran BST 30 hari. Dari segi jumlah juga meningkat hampir dua kali lipat, dari sebelumnya 10 juta menjadi 18,8 juta KPM,” ujar Charles Sitorus lagi.

Semua pencapaian tersebut diraih Pos Indonesia berkat kerja keras dan soliditas pegawai Pos, terutama petugas juru bayar sebagai ujung tombak yang bergerilya mengantarkan dana bansos ke rumah KPM.

 

Juru Bayar

Hiruk-pikuk proses penyaluran dana bantuan program sembako ini, menyisakan cerita sendiri dari mereka yang berjibaku di lapangan, dalam proses penyaluran dana bantuan program sembako.

Mereka adalah karyawan PT Pos Indonesia yang menjadi garda depan dalam penyaluran dana bansos ini.  Perjuangan dalam pengabdian kerja ini tentu dialami seluruh pegawai Pos Indonesia di Tanah Air.

Salah satunya dituturkan I Putu Suwadiyana, petugas juru antar Pos di Kintamani, Bali. Dalam sehari rata-rata ia mengantarkan dana bansos ke 15 KPM.

“Saya mengantarkan ke rumah 15 KPM. Kondisi wilayah Kintamani cukup ekstrem, jalannya terjal, cuaca tidak menentu, kadang hujan yang berselimut berkabut, dan tentu teriknya matahari.,” kata Putu yang telah mengabdi di Pos Indonesia selama 10 tahun.

Kendala klasik sering dijumpai Putu. Dari alamat rumah antara KPM satu ke yang lainnya, sangat jauh. Sinyal yang tidak bersahabat di pelosok desa, atau ketika mendatangi rumah KPM, ternyata  kosong atau sedang tidak berada di rumah.

Selain mengantarkan dana bansos, Putu juga bertugas melakukan geotagging dan memotret rumah KPM. Geotagging di Kintamani ditargetkan selesai pada 20 April 2022.

Sebagai informasi,  geotagging berarti “penanda tempat.” Artinya, fungsi ini digunakan untuk menandai di lokasi mana foto diambil. Geotagging memudahkan untuk pelacakan dan menemukan informasi tentang keberadaan bangunan di lokasi tersebut.

Satu value yang paling krusial adalah dengan Geotagging yang dilakukan maka akan membantu Kemensos melakukan verifikasi data KPM.

“Proses geotagging dimulai dari jam 09.00, disortir per desa, kemudian saya mendatangi kepala dusun, lanjut ke rumah KPM diantar oleh kepala dusun,” kata Putu.

Hal serupa juga dialami oleh Lalu Zaenal Nurhakim. Dia bertugas sebagai pengantar dana bansos sekaligus melakukan proses geotagging.

“Sehari rata-rata mengantar ke rumah 10 KPM, bergantung cuaca. Kendala yang saya hadapi yaitu medan yang berbukit-bukit, jalan tanah yang becek saat hujan,” kata Zaenal.

“Alamat rumah antar KPM satu dan lainnya berjauhan. Sinyal pun kadang jelek. Kalau sinyal sedang jelek, saya lakukan geotagging pakai metode offline dulu. Nanti saat sinyal bagus, dilakukan sinkronisasi dan data naik,” ucap Zaenal lagi.

Disiplin dan pengabdian para pegawai Pos di Bali tersebut berbuah pada capaian realisasi pengantaran dana bansos Kartu Sembako di Gianyar, Bali, yaitu 98 persen.

 

Strategi Capai target

Edi Rubandi selaku Executive Manager Kantor Pos cabang Gianyar 80500, yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem menjelaskan metode pembayaran dilakukan melalui tiga cara.

“Metode pembayaran menggunakan tiga metode, yaitu pembayaran di komunitas (balai desa, kecamatan), di kantor pos, dan door to door (diantar langsung ke rumah KPM). Metode tersebut berjalan lancar dengan dukungan pemda, dinas sosial, kepala desa, dan aparat keamanan, sehingga penyaluran dana bisa lancar terselesaikan 98 persen,” kata Edi.

Adapun alokasi KPM sebanyak 69.022. Selain mengantarkan bansos, petugas Pos juga wajib melakukan geotagging dan memotret rumah KPM.

“Sejauh ini proses geotagging dan memotret rumah KPM tercapai 25 persen. Terus kita lakukan setiap hari, tidak ada libur, dan kita pantau di dashboard aplikasi,” ucap Edi.

Untuk mempercepat proses tersebut, Edi mengaku menyiapkan masing-masing lima personel di 23 Kantor Pos yang tersebar di setiap kecamatan. “Total 115 orang,” katanya.

Kerja keras dan penuh tantangan para petugas Pos tersebut tak sia-sia. Sebab, KPM sangat bersyukur dan bahagia bisa menerima bansos Kartu Sembako.

“Saya senang dikasih uang tunai karena bisa bebas beli sembako di mana saja, tidak harus di warung agen yang ditunjuk. Saya bisa beli beras, minyak, telur, cabai, sayuran. Kalau boleh, bantuan selanjutnya dalam bentuk tunai saja,” kata Ketut Ayu, salah satu KPM di Bangli, Bali.

Menerima bansos Kartu Sembako senilai Rp600.000, Ketut Ayu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.

“Terima kasih Pak Presiden Jokowi atas bantuan uang Rp600.000. Bisa saya belikan sembako untuk saya dan keluarga,” katanya.