15 August 2022

Laba usaha BEBS meningkat sebesar 103% dari Rp.51 miliar di Juni 2021 menjadi Rp. 104 miliar di Juni 2022. Laba bersih tahun berjalan BEBS juga melaporkan adanya kenaikan. (Dok/sh.id).

SinarHarapan.id – PT Berkah Beton Sadaya Tbk (kode saham “BEBS”) mencatatkan laporan keuangan dengan peningkatan laba yang positif pada buku Juni 2022.

Perusahaan industri pendukung infrastruktur yang telah masuk bursa saham dengan kode BEBS ini mencatatkan kenaikan keuntungan hingga 105% secara YoY.

Kenaikan kinerja Keuangan BEBS di tahun 2022 disebabkan perseroan yang telah berhasil meningkatkan penjualan sebesar Rp345 miliar atau 89%. Untuk laba bruto, BEBS juga mencatatkan kenaikan sebesar 104% dari Rp56 miliar di Juni 2021 menjadi Rp114 miliar di Juni 2022.

Peningkatan laba kotor meningkat dan berbanding lurus dengan pendapatan. BEBS juga mencatatkan laporan keuangan laba usaha yang mengalami peningkatan.

Laba usaha BEBS meningkat sebesar 103% dari Rp.51 miliar di Juni 2021 menjadi Rp. 104 miliar di Juni 2022. Laba bersih tahun berjalan BEBS juga melaporkan adanya kenaikan.

Tercatat di Juni 2022 laba bersih tahun berjalan BEBS mengalami kenaikan sebesar 105% menjadi Rp82 miliar dari tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp40 miliar. Peningkatan laba bersih tahun berjalan BEBS disebabkan oleh adanya kenaikan pendapatan usaha.

Selain itu, dalam laporan keuangan Juni 2022, BEBS telah membayarkan deviden kepada pemegang saham sebesar Rp32 miliar setara 30% dari laba bersih BEBS pada 2021.

Direktur Utama BEBS, Hasan Muldhani mengatakan bahwa kenaikan laba bersih dan laba kotor yang lebih tinggi dari peningkatan pendapatan disebabkan oleh adanya integrasi pekerjaan kontraktor proyek dan bahan baku milik sendiri serta efisiensi rasio beban perusahaan.

“Pertumbuhan keuntungan ini akan memberikan benefit bagi seluruh stakeholder, khususnya penerimaan Pemerintah dan deviden bagi pemegang saham,” kata Hasan, Jumat (8/7/2022).

Di Indonesia, awal tahun 2022 tampak perbaikan ekonomi yang ditandai dengan perkembangan pesat pertumbuhan mencapai 5,2%. Dalam hal ini tampak pemerintah berkomitmen dalam menjaga pemulihan ekonomi baik dari sisi supply dan demand. Sedangkan pada sektor saham konstruksi, para analis memprediksi dapat tumbuh dengan didukungnya proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh pemerintah maupun swasta.

“Kami optimistis terus mencapai pertumbuhan signifikan dengan keikutsertaan kami dalam proyek-proyek infrastruktur baik sebagai supplier maupun kontraktor,” kata Hasan.  (non)