17 August 2022

SinarHarapan.id-Masalah stunting masih menjadi pekerjaan khusus untuk menanggulanginya di tanah air ini.

Stunting kerap dialami Balita dengan kondisi, dimana anak tinggi di bawah standar menurut usia anak.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi Balita stunting sebesar 24,4% pada 2021. Data tersebut menggambarkan, hampir seperempat Balita di Indonesia mengalami stunting pada tahun lalu.

Pemerintah menargetkan stunting di Indonesia turun menjadi hanya 14% pada 2024.

Dalam mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT. Kimia farma Tbk menginisiasi program bertajuk Bidan Inspiratif Untuk Negeri (BIUN).

Kolaborasi ini tercetus dari kesamaan fokus program antara Dompet Dhuafa dan PT Kimia Farma Tbk dalam upaya penurunan stunting melalui intervensi berbasis inovasi program dan pemberdayaan bidan di lokus-lokus stunting.

Dompet Dhuafa bersama PT Kimia Farma Tbk melangsungkan kick off dan webinar Program Bidan Inspiratif Untuk Negeri pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 yang berlokasi di Kimia Farma Corporate University, bersamaan dengan diperingatinya Hari Anak Nasional (HAN), dalam buku pedoman HAN 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyebutkan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia maju.”

“Semoga dengan kolaborasi bersama berbagai elemen khususnya Dompet Dhuafa, diharapkan dapat efektif dalam perencanaan dan pengembangan program ini”, ujar Dharma Syahputra selaku Direktur Sumber Daya Manusia PT Kimia Farma TBK.(23/7/2022)

Pada tahun 2020 PT Kimia Farma Tbk menginiasiasi program Bidan Inspiratif, sejalan dengan itu Dompet Dhuafa di tahun 2021 meluncurkan program Bidan Untuk Negeri (BUN) yang berlokasi di 4 wilayah pelosok di provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara barat, Aceh dan Sulawesi Selatan.

Di waktu yang bersamaan, Rahmad Riyadi selaku Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika mengatakan, “Kerjasama Dompet Dhuafa dengan Kimia Farma diharapkan dapat mendorong semangat bidan inspiratif dalam memberikan layanan kesehatan khususnya dalam mengatasi stunting di wilayah pelosok Indonesia”.

Bentuk dukungan PT Kimia Farma Tbk untuk proposal project inovasi pada bidan yang terpilih, akan diikutsertakan pada pelatihan pembekalan selama satu bulan, pembiayaan proposal project inovasi, supervise selama project berlangsung dan memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang penghargaan The Most Inspiring Midwife dari PT Kimia Farma Tbk pada akhir project.

Adapun program BIUN akan digelar di 13 Provinsi se-Indonesia. Lokasi yang ditentukan merupakan wilayah kerja Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang dipilih berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan, BKKBN, IBI dan stakeholder setempat.

BIUN mengutamakan inovasi program penjagaan 1.000 HPK serta program yang memiliki dampak besar.

Para bidan untuk negeri juga dapat mengikuti ajang kompetisi peserta Program Bidan Inspiratif tersebut, setelah menjalankan program selama minimal 1 tahun.

“Harus ada sinergi dan keterlibatan secara aktif dari semua elemen masyarakat. Fasilitas maupun sarana penunjang di wilayah pelosok Indonesia cukup berperan penting dalam pencegahan stunting,” ujar Bidan Citra disela-sela acara tersebut, untuk berbagi pengalaman selama di NTT (Nusa Tenggara Timur) sebagai Bidan dan mensosialisasikan stunting di masyarakat NTT.