8 August 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menkeu AS Janet Yellen di Nusa Dua Bali, Jumat (15/7). (Foto: Kemenkeu)

SinarHarapan.id – Indonesia dan Amerika Serikat sepakat bahwa konflik di Ukraina menyebabkan krisis pangan dan energi yang terjadi saat ini. Persamaan pendapat tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen di sela-sela Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank G20 (3rd Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7).

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan fisik pertama antara kedua menteri setelah Spring Meetings IMF-World Bank 22 April lalu.

Kedua menteri sepakat bahwa konflik di Ukraina menyebabkan harga energi dunia melonjak dan menimbulkan banyak masalah dalam perekonomian global. Adapun dunia perlu memikirkan solusi yang cepat untuk menjaga pasokan minyak dunia, dan mengembalikan harga minyak dunia ke level sebelum terjadinya konflik di Ukraina.

“Penanganan krisis pangan dan energi di dunia harus diakselerasi karena sejatinya siapapun berhak untuk mengakses makanan dan energi secara terjangkau,” kata Menkeu RI.

Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya langkah konkret dan teknis, tidak sebatas pada ranah konseptual, untuk mendukung implementasi peralihan penggunaan pembangkit listrik ke sumber energi yang ramah lingkungan, di mana memerlukan pembiayaan yang besar.

Salah satunya adalah melalui kebijakan Energy Transition Mechanism (ETM) yang telah diinisiasi dan dicanangkan oleh Indonesia bersama Bank Pembangunan Dunia (Asian Development Bank/ADB).

Menkeu Sri Mulyani juga menegaskan bahwa hasil dari Pertemuan Ketiga FMCBG akan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dunia.

Presidensi G20 Indonesia akan terus bekerja keras dan berkontribusi dalam menangani berbagai permasalahan utama di dunia.

Bukti nyata atas signifikansi dan relevansi peran Presidensi G20 Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi global secara bersama, selaras dengan arah tema Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”