13 August 2022

Managing Director Synthesis Huis Aldo Daniel (kiri) menjelaskan kepada Yayat Supriatna, Pakar Tata Kota, tentang rencana pengembangan kawasan Synthesis Huis.

SinarHarapan.id – Jakarta Timur saat ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk berkembang jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Potensi perkembangan hunian di Jakarta Timur ikut didukung oleh potensi lingkungan, seperti wilayah Cijantung, yang masih memiliki ruang terbuka hijau yang luas, intensitas curah hujan yang tinggi sehingga dari sisi iklim secara makro pun memiliki suhu udara yang lebih sejuk dibanding wilayah lain di Jakarta.

Untuk menggali potensi kawasan Jakarta Timur, khususnya wilayah Cijantung, PT Synthesis Karya Pratama menggelar forum diskusi bersama media bertema “Tata Kota Jakarta Timur Sebagai Lokasi Hunian Potensial” di Jakarta, Kamis (30 Juni 2022).

Pakar Tata Kota Yayat Supriatna menjabarkan dalam diskusi tersebut bahwa pengembangan wilayah Jakarta Timur mendorong pembentukan sentra ekonomi baru.

Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah terbentuknya simpul layanan transportasi besar, yaitu LRT Cawang yang terintegrasi dengan kereta api cepat, dan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek.

“Kawasan hunian akan mudah tumbuh dan berkembang cepat dengan didukung oleh jaringan infrastruktur, transportasi publik dan menjamurnya pusat-pusat kegiatan ekonomi,” kata Yayat.

“Pusat permukiman yang diminati konsumen adalah kawasan hunian yang mudah diakses. Begitu pula kehadiran beragam fasilitas umum sebagai pendukung yang kuat bagi sebuah kawasan,” katanya lagi.

Lebih lanjut Yayat memaparkan, dari sisi potensi lingkungan, Jakarta Timur seperti wilayah Cijantung itu masih memiliki ruang terbuka hijau yang luas, intensitas curah hujan yang tinggi sehingga dari sisi iklim secara makro, Cijantung masih memiliki suhu udara yang lebih sejuk dibanding wilayah lain di Jakarta.

Selain lokasinya cukup strategis, kondisi lingkungannya pun cukup nyaman untuk hunian.

“Semua kondisi ini, ditambah lagi dengan kehadiran  sebuah perumahan yang bagus, layak huni, dan keren, maka pemilik rumah pun bisa mendapatkan kebanggaan,” kata Yayat.

“Synthesis Huis bisa menghadirkan pride ‘Jaktim rasa Jaksel’ bagi kaum milenial yang menjadi salah satu sasaran market,” kata Yayat lagi.

Inilah yang mendasari kehadiran Synthesis Huis di Jakarta Timur, demikian menurut Aldo Daniel selaku Managing Director Synthesis Huis.

“Kehadiran Synthesis Huis di Jakarta Timur sebagai Iconic Residential project merupakan pilihan tepat yang dapat dijadikan hunian impian keluarga yang saat ini sedang berkembang. Selain lokasinya masih berada di Jakarta, kawasan hunian ini juga didukung oleh segudang potensial perkembangan properti,” kata Aldo.

Aldo menjelaskan, Synthesis Huis dibangun di lahan seluas 3.3 hektar, dengan total lahan seluas 5 hektar, memiliki lokasi yang strategis dan mudah di akses, hanya 5 menit dari pintu tol Pasar Rebo, dekat pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, rumah sakit dan CBD TB Simatupang.

Keunggulan lainnya kawasan Synthesis Huis berdampingan dengan hutan kota Cijantung Jakarta Timur sebagai paru-paru kota Jakarta. Bersuasana lingkungan nan nyaman, asri, serta alami.

“Wilayah Cijantung memang dikenal sebagai kawasan hunian yang masih terjaga keasriannya di Jakarta Timur. Karena itu, ada beberapa wilayah tetap dipertahankan sebagai area hijau seperti hutan kota,” ucap Yayat.

Menurut Yayat, lokasi dan aksesibilitas merupakan poin penting yang mampu mendongkrak nilai investasi sebuah kawasan hunian. Hadirnya Synthesis Huis di wilayah Cijantung Jakarta Timur merupakan langkah tepat.

Selain mempunyai nilai lebih dari sisi strategis bagi lokasi perumahan. Synthesis Huis juga diuntungkan dengan letaknya yang berdampingan hutan kota Cijantung, Jakarta Timur. Rasanya sulit menemukan lokasi perumahan seperti ini, apalagi di Jakarta.

Managing Director Synthesis Huis Aldo Daniel (kanan) sedang berbincang dengan Yayat Supriatna, Pakar Tata Kota, tentang rencana pengembangan kawasan Synthesis Huis.

Hal lain terkait kebijakan Rancangan Peraturan Gubernur (RANPERGUB) perihal penataan kota Jakarta Timur juga dipertegas Merry Morfosa, selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta (DCKTRP), di sela-sela forum diskusi yang digelar di marketing gallery Synthesis Huis.

Menurut Merry, selain siap bertransformasi menjadi kawasan hunian potensial baru di Jakarta Timur. Wilayah Jakarta Timur juga sedang dirancang sebagai kota administrasi yang prospektif untuk perkembangan properti.

“Saat ini kami masih menunggu penerapan (RANPERGUB) tentang penataan kota terutama kawasan hunian,” kata Merry.

“Dari Rancangan Peraturan Gubernur ini ada sejumlah kebijakan baru yang perlu diketahui para developer terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Aturan main yang digulirkan pastinya menjadikan Jakarta Timur sebagai kawasan perkotaan yang lebih baik dari sebelumnya,” urai Merry.

“Jakarta Timur itu memang didominasi oleh fungsi hunian, kami juga telah mengatur berbagai rancangan tata kota terkait kawasan hunian, baik untuk rumah tapak, rumah flat maupun rumah susun, termasuk juga pengembangan real estate yaitu pemecahan kavlingnya minimal 60m2 tidak boleh lebih kecil dari luas itu. Izin untuk membangun rumah tinggal juga sudah kami diterapkan sampai empat lantai,” katanya.

“Khusus di wilayah Cijantung Kecamatan Pasar Rebo, kami telah merancang sebagai fungsi hunian. Untuk potensial perkembangan properti, kami juga telah menyusun zona dan sub zona sesuai Rancangan Peraturan Gubernur, rencana pola ruang RDTR, rencana struktur ruang, serta peraturan zonasi,” kata Merry.

Bukan hanya itu, menurut Merry, DCKTRP Provinsi DKI Jakarta juga telah membuat ketentuan dan penggunaan lahan (untuk kegiatan hunian), termasuk ketentuan intensitas pemanfaatan ruang (pada zona perumahan), ketentuan tata bangunan dan prasarana minimal, ketentuan kegiatan hunian, persyaratan dasar perizinan berusaha dan kewajiban pembangunan.

Jakarta Timur memiliki wilayah administrasi paling luas di DKI Jakarta sebesar 188,02 km2 dengan jumlah penduduk 3.037.193 jiwa dan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang terbilang paling rendah.

Ini membuat wilayah tersebut masih memiliki potensi pengembangan kawasan hunian, apalagi lokasinya terbilang strategis, dekat Jakarta Selatan yaitu Jakarta Tenggara seperti Cijantung.

Wilayah ini bahkan diproyeksikan akan menjadi kawasan potensial untuk investasi properti di Jakarta Timur.