13 August 2022

SinarHarapan.id – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak para pelaku seni untuk mempersiapkan diri agar karya mereka masuk ke dalam ekosistem digital. Hal ini karena, proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan Rp 5.400 triliun pada tahun 2030 nanti.

“Pelaku seni, seperti seni rupa, pertunjukan, animasi, dan film, harus siap untuk masuk ke pasar digital,” kata Teten, Jumat (8/7/2022).

Teten menjelaskan, saat ini ekonomi kreatif (ekraf) termasuk pelaku seni di dalamnya, menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. Tercatat, pertumbuhan ekraf mencapai 5,06 persen, sedangkan kontribusi seniman terhadap PDB mencapai 7,24 persen.

“Kalau ditotal keseluruhan, proyeksi PDB ekraf mencapai Rp 1.274 triliun. Kita sudah masuk era digital, dan sekarang ada Non Fungible Token (NFT), yang dapat dimanfaatkan oleh teman-teman pelaku seni,” bebernya.

Teknologi digital, kata Teten, membuat gaya hidup di seluruh dunia hampir seragam. Ia menyebutkan, siapa yang punya penetrasi kuat untuk masuk ke dalam gaya hidup dunia maka harus bisa menentukan, apakah mau menjadi followers atau trend setter.

“Kita harus mampu memiliki kemampuan untuk membuat narasi yang kuat tentang aktivitas seni kita di ekosistem digital. Ini menjadi sesuatu yang perlu kita hadapi, setiap negara sedang mencari keunggulan domestiknya, keunggulan kita di seni budaya bisa menjadi unggulan untuk diperkuat sebagai unggulan,” kata Teten.

Dirinya juga berharap seni di Indonesia dapat terus tumbuh, dengan demikian perekonomian bangsa dapat ikut terus tumbuh.

“Semua lembaga dunia memprediksi, Indonesia akan menjadi 5 negara besar dunia di tahun 2045, setelah Amerika, China, dan India. Kita harus menyiapkan mentalitas negara maju, bukan lagi inlander bukan lagi imperior, harus siap menjadi negara maju,” katanya.