15 August 2022

SinarHarapan.id-Konsumsi Teknologi Informasi (TI) di Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik dalam beberapa tahun ke depan.

Pendapatan di pasar layanan diproyeksikan mencapai US$3,60 miliar pada tahun 2022 dan diharapkan menunjukkan pertumbuhan tahunan (CAGR 2022-2027) sebesar 11,86%, menghasilkan volume pasar sebesar US$6,31 miliar pada tahun 2027.

Melihat peluang ini, PT. Synnex Metrodata Indonesia (SMI), PT Synnex Metrodata Indonesia (“SMI”), salah satu entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTOL) yang fokus dibidang Bisnis Distribusi Digital menjalin  kemitraan dengan Allied Telesis sebagai distributor premium untuk pasar Indonesia.

Allied Telesis, pemimpin global dalam solusi konektivitas dan alat jaringan cerdas telah melayani kebutuhan industri komunikasi jaringan selama lebih dari 35 tahun.

Saat ini, Allied Telesis menawarkan solusi strategis yang berfokus pada jaringan dan keamanan. Allied Telesis menyediakan sakelar pertahanan dan titik akses nirkabel dengan Kerangka Manajemen Otonom/AMF-Security untuk cepat merespons berbagai bentuk ancaman.

Solusi Allied Telesis mampu berintegrasi dengan lebih dari 30 vendor keamanan seperti Barracuda, Fortinet, Nozomi dan Sophos.

Selain itu, SMI telah menjadi pakar distribusi untuk vendor keamanan tersebut yang akan menciptakan aliansi terbaik dalam solusi keamanan siber untuk pasar indonesia.

Selain keamanan siber, Allied Telesis juga menyediakan solusi Wi-Fi yang stabil dan mulus berbasis Al.

Didorong juga oleh permintaan pasar, Allied Telesis melanjutkan ekspansi globainya ke pasar Asia dengan membangun pabrik di Indonesia, Singapura dan Cina sebagai bukti komitmen bisnis.

Allied Telesis berada di posisi dua teratas sebagai perusahaan penyedia switch di Jepang dan berfokus pada industri kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan manufaktur.

PT. Synnex Metrodata Indonesia (SMI), anak perusahaan Metrodata Group, dengan jaringan yang tersebar di 20 wilayah strategis di Indonesia yang mencakup 150+ kota, dan 5200+ mitra saluran akan memperkenalkan solusi Allied Telesis untuk memenuhi kebutuhan industri Manufaktur — untuk menjalankan lingkungan pabrik yang lebih cerdas, Pemerintah — untuk menavigasi tantangan dan menerapkan solusi IoT yang memberikan kinerja dan pengembalian investasi, Pendidikan — menggunakan teknologi untuk menambah nilai dan meningkatkan pengalaman pendidikan dan Kesehatan — solusi digital dari UGD ke Ruang Operasi untuk mempercepat fungsi operasional bisnis.

“Kemitraan ini akan menjembatani solusi dan teknologi Allied Telesis ke pasar, bersama-sama kami akan membantu klien memecahkan masalah bisnis kritis di berbagai bidang seperti jaringan, keamanan, dan kelangsungan bisnis,” jelas Lie Heng, Direktur PT Synnex Metrodata Indonesia.(14/7/2022)

Kemitraan antara SMI dan Allied Telesis akan memperkenalkan teknologi Allied Telesis seperti Ethernet Switch (Core/Distribution/Access), Industrial Switch, Wireless Access Points, SDN Controller, Unified Network Monitoring dan Operating Platform.

Selanjutnya, teknologi-teknologi tersebut akan didukung oleh Manajer Pengembangan Bisnis dan dua Engineering bersertifikat untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan dan tepat waktu.

Produk Allied Telesis menawarkan keuntungan sebagai, berikut : Alat otomatisasi unik untuk keamanan siber, Wi-Fi, SO-WAN, dan LAN. Memiliki pabrik di Indonesia, Singapura, China, yang akan menyediakan stok yang cukup untuk memenuhi pesanan dan waktu tunggu yang singkat. Produk dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Teknologi baru Allied Telesis memberikan solusi yang berfokus pada jaringan dan keamanan.

Khususnya, AMF-Security dapat menjadi sakelar pertahanan diri dan akses nirkabel untuk respons yang lebih mudah dan lebih cepat terhadap ancaman.

Benjamin Teh, Asean South Regional Director Allied Telesis mengatakan, Dengan pembangunan infrastruktur IT sebagai prioritas utama untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kami optimis bahwa solusi kami akan memberdayakan industri TI terutama dalam industri komunikasi jaringan di Indonesia.”(Iwan)