15 August 2022

SinarHarapan.id – Sempat khawatir bakal terganjal gelombang baru kasus Covid-19 varian BA.4/BA.5 Omikron pada pertengahan musim panas 2022, sekitar 220 warga negara dan diaspora Indonesia di Austria dan Slovenia merayakan salat Idul Adha 1443 H di halaman terbuka gedung Kedutaan Besar/Perwakilan Tetap RI di Wina, Austria, Sabtu (9/7)

Menjadi khatib dalam perayaan yang berlangsung secara khidmat dan bersahaja tersebut Dr. H. Muhammad Hadid Subki, profesional dari PBB/IAEA di Wina, Austria.

“Ibadah Qurban memberikan pesan kepada umat Islam tentang pentingnya solidaritas, empati, dan hormat kepada orang lain, serta menyembelih ego pribadi untuk kepentingan bersama,” kata Khatib Dr. H. Muhammad Hadid Subki.

Suasana salat Idul Adha 1443 H di halaman terbuka KBRI /PTRI Wina, Sabtu (9/7). (Foto: KBRI Wina)

Duta Besar RI untuk Austria, Slovenia dan Organisasi Internasional di Wina, Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, menyalami para diaspora seusai salat, mengucapkan selamat Idul Adha 1443 H.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI/PTRI Wina bersama organisasi masyarakat muslim Indonesia “Warga Pengajian di Austria” (Wapena) tersebut dilaksanakan dengan prosedur kesehatan ketat dan pengawasan yang melekat dari gabungan panitia KBRI/PTRI dan Wapena selama kegiatan berlangsung,” kata Dubes Agusman.

Gelombang Covid-19 global tercatat merangkak naik pada Juni 2022 setelah tren menurun mulai pertengahan April 2022 dan membuka peluang relaksasi ketentuan pandemi di seantero dunia.

Tren serupa juga terjadi di Uni Eropa pada umumnya. Termasuk Austria, yang mulai menghapus ketentuan protokol kesehatan ketat dan kembali membuka perbatasan darat dan udara sejak pertengahan Mei untuk kegiatan bisnis dan pariwisata jelang libur musim panas 2022.

Halal bihalal seusai salat Idul Adha 1443 H di KBRI Wina. (Foto: KBRI Wina)

Varian BA.4/BA.5, penurunan jumlah tes PCR Covid, serta peningkatan interaksi masyarakat antar perbatasan negara dan antar kota di masa liburan musim panas, menyebabkan peningkatan kasus positif per hari.

Hal ini menjadi sumber kekhawatiran akan kemungkinan dibatalkannya pelaksanaan Sholat Idul Adha 1443 H di KBRI/PTRI Wina yang telah lama dipersiapkan dan dinanti WNI dan Diaspora Indonesia di Austria dan Slovenia.

Pada Jumat 8 Juli 2022, angka positif per hari Austria 11.362 kasus atau naik 15 persen dibandingkan hari yang sama pada minggu sebelumnya sebanyak 9.869 kasus.

Meski demikian rata-rata penggunaan fasilitas gawat darurat (bed occupancy rate) konstan rendah di angka tiga persen memberikan harapan positif.

Beberapa kiat diambil KBRI/PTRI Wina dan masyarakat Indonesia guna menyiasati Covid dan mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1443 H.

Jajaran KBRI Wina mengucapkan ‘Selamat Idul Adha 1443 H’. (Foto: KBRI Wina)

Antara lain dengan membatasi jumlah peserta, keharusan mendaftar individual secara daring untuk mendapatkan konfirmasi kehadiran, memiliki hasil tes PCR negatif yang berlaku dan memeriksa suhu tubuh untuk memasuki area kegiatan.

Para diaspora Indonesia yang hadir juga menggunakan masker saat sholat, menyediakan disinfektan di tempat strategis, membawa sajadah pribadi, melakukan wudhu di rumah masing-masing, serta tidak menyelenggarakan kegiatan makan-makan bersama yang menyebabkan kerumunan di ruang tertutup.

Berkat bubble yang dimonitor ketat bersama oleh KBRI/PTRI Wina dan unsur masyarakat terkait tersebut, perayaan berlangsung sukses tanpa mengurangi kekhidmatan dan arti penting Idul Qurban 1443 H bagi WNI dan Diaspora muslim Indonesia di Austria dan Slovenia.

Monitoring kontak erat akan terus dilakukan selama satu minggu ke depan melalui data yang terkumpul dari sistem pendaftaran online yang digunakan.

“Niat ibadah kita tulus, mengharapkan ridho Allah SWT, dengan tetap berikhtiar untuk saling jaga dalam menghadapi gelombang pandemi yang sedang merangkak naik kembali ini,” kata Kabul Kurniawan, Ketua Harian Wapena.

(Sumber: KBRI Wina)