3 December 2022

Djarum Trees for Life Ajak Mahasiswa Tanam 5.000 Bibit di Pemogan, Bali. SH/Dok

SinarHarapan.id- Dalam upaya turut mendukung agenda pemerintah terkait penyelenggaraan KTT G20 pada November 2022 mendatang, Djarum Trees for Life (DTFL) lakukan penanaman 5.000 bibit di Kawasan Hutan Mangrove Pemogan, Bali. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program konservasi ekosistem mangrove yang sudah dijalankan oleh DTFL sejak empat belas (14) tahun terakhir, dan telah berhasil menanam lebih dari satu (1) juta mangrove di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Aksi penanaman di area seluas 5.000 meter di Pulau Dewata ini tidak dilakukan DTFL sendiri. Kali ini DTFL menggandeng Direktorat Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Pemerintah Provinsi Bali; akademisi; tokoh muda peduli lingkungan, serta 150 mahasiswa yang tergabung di Darling Squad, sebuah komunitas sadar lingkungan yang digagas oleh Djarum Foundation pada akhir 2018.

Sejak 2008, DTFL serius mendorong rehabilitasi dan konservasi mangrove, yang dimulai dari Mangkang, Semarang, Jawa Tengah. Selain penanaman, DTFL juga melakukan pendampingan ke masyarakat demi memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh maksimal, mengingat benih tersebut rentan terbawa arus pasang.

“Mangrove menjadi salah satu tumbuhan sentral dalam penanganan perubahan iklim karena kekayaan fungsi fisik, ekologi, sosial, ekonomi. Upaya pelestarian mangrove harus berkelanjutan mengingat tanaman yang hidup di wilayah perairan ini rentan mengalami kerusakan, baik secara alami maupun karena aktivitas manusia. Indonesia yang memiliki luasan mangrove hingga 22,6 persen dari total keseluruhan dunia memainkan peran sentral, termasuk dalam hal serapan emisi karbon yang sangat besar dari mangrove. Oleh karenanya, kami akan selalu berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian mangrove di Indonesia,” tegas FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation.

Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir.Inge Retnowati, M.E. menyebut, “Mangrove mempunyai kemampuan menyimpan cadangan karbon 4 sampai 5 kali lebih besar dari tanaman hutan di daratan, sehingga jika semakin banyak lahan mangrove yang dibuka, maka akan semakin membantu dalam pengendalian iklim. Untuk memaksimalkan nilai ini, perlu kerja sama berbagai pihak, dari kementerian, akademisi hingga peran swasta. Kami mengapresiasi upaya Djarum Trees for Life, termasuk dengan mengajak mahasiswa untuk sedari
awal memahami upaya pelestarian mangrove untuk masa depan ini”.

Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Pemerintah dan Kesra, Sekda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, SE., MM menyampaikan, “Mangrove berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim karena mampu menyimpan dan menyerap karbon empat sampai lima kali lebih banyak dari hutan tropis daratan. Kami mengapresiasi kegiatan penanaman dan konservasi mangrove yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundationmelalui program Djarum Trees for Life.

Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata penanaman mangrove, sebagai simbol upaya keberlanjutan lingkungan untuk mengurangi efek perubahan iklim, serta wujud kepedulian akan pelestarian hutan mangrove. Keterlibatan mahasiswa Bali dalam acara ini juga menjadi hal yang positif untuk lebih memahami tentang pelestarian mangrove. Dengan demikian, mereka tergerak untuk mendorong kelestariannya hingga bertahun mendatang.

About Post Author