26 September 2022

SinarHarapan.id-Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan layanan digital.

Seiring transformasi digital, PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) meluncurkan kampanye marketing bertajuk #DemiKamu di Jakarta, Rabu (24/8).

Transformasi digital memungkinkan calon nasabah mengajukan pembiayaan di CNAF hanya dalam waktu kurang dari sejam.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menjelaskan, untuk mendukung kampanye #DemiKamu, CIMB Niaga Finance sudah menyiapkan berbagai inovasi digital untuk mempermudah dan mempercepat proses akuisisi nasabah secara end to end.(24/8/2022)

Proses kilat ini dimungkinkan karena CIMB Niaga Finance memanfaatkan teknologi Straight Through Processing (STP).

Selain itu, nasabah mendapatkan kemudahan dengan hanya menyediakan KTP dan NPWP.

“#DemiKamu, kami melakukan extra miles untuk memberikan yang terbaik,” kata Ristiawan.

#DemiKamu merupakan sebuah realisasi dari semua upaya CNAF untuk lebih mengenal dan memahami kebutuhan nasabah. Baik dari kemudahan, sampai kecepatan proses pembiayaan.

Pada saat yang bersamaan, CNAF juga melaporkan jumlah pembiayaan baru (Booking) sebesar Rp4,47 triliun pada Semester 1 tahun 2022, naik sebesar 103% year-on-year (YoY), dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 sebesar Rp2,20 triliun.

Sejalan dengan peningkatan pembiayaan baru, Perseroan berhasil membukukan laba sebelum Pajak atau PBT (profit before tax) sebesar Rp246 miliar, naik sebesar 90% YoY dibandingkan semester 1 tahun 2021 sebesar Rp129 miliar.

Di samping itu, Perseroan konsisten mempertahankan rasio kredit bermasalah atau NPF (non performing financing) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 0,92%, lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Selain itu, rasio-rasio keuangan juga terjaga dengan baik. Per 30 Juni 2022, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Perseroan masing-masing tercatat sebesar 8,25% dan 24,87%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengatakan ”Tahun 2022 merupakan tahun dimana bisnis otomotif sudah mulai kembali seperti sebelum pandemi. Hal ini sejalan dengan berbagai stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah dalam percepatan ekonomi.”