26 September 2022

Ketua Umum periode 2022–2026 Andrew Susanto (kiri) dan General Manager QNET Indonesia Ganang Rindarko saat rapat umum dan pemilihan ketua umum AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia) di Surabaya. SH/Dok.

SinarHarapan.id– Direct selling atau penjualan langsung atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah MLM (Multi Level Marketing) adalah salah satu metode penjualan yang sudah sangat lama dilakukan dengan konsep menjual produk langsung kepada konsumen. Aspek pertemuan penjual dan pembeli menjadi salah hal yang lazim dilakukan di bisnis penjualan langsung. Lantas bagaimana dengan sekarang dimana teknologi sangat maju pesat, segala bentuk bisnis dan kegiatan ekonomi bisa dilakukan secara online. Dengan teknologi, bisnis bisa dilakukan tanpa tatap muka secara langsung. Bagaimana dengan bisnis penjualan langsung?

“Tidak ada yang bisa membendung perkembanga teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah secepat mungkin kita harus memanfaatkan teknologi itu. Siapa yang cepat beradaptasi dengan teknologi, dialah yang akan menjadi pemenang. Dan itu berlaku di bisnis direct selling. AP2LI sangat menyadari bahwa bisnis penjualan langsung sangat peka terhadap teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi harus diiringi oleh cepatnya komunikasi pemasaran para anggota bisnis penjualan langsung”, hal ini ditegaskan oleh Andrew Susanto, yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia) periode 2022 – 2026.

Andrew Susanto menambahkan bahwa Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) adalah asosiasi tempat berhimpunnya perusahaan yang bergerak di bidang industri penjualan langsung (direct selling) dan penjualan berjenjang (multilevel marketing) di Indonesia. AP2LI adalah sebuah sarana perjuangan dari dunia usaha penjualan langsung untuk merealisasikan hubungan industrial yang sehat, kondusif, positif dan harmonis, serta sarana untuk menyalurkan aspirasi, gagasan, pandangan dan harapan masyarakat industri penjualan langsung kepada Pemerintah selaku regulator, agar industri penjualan langsung senantiasa dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka turut serta pada upaya memperkokoh ketahanan ekonomi Indonesia.

“AP2LI terus memompa semangat para anggota untuk dapat beradaptasi cepat dalam membangun dan menjalakan bisnis penjualan langsung. Dan hasilnya adalah industri penjualan langsung mampu beradaptasi sangat cepat terhadap kondisi iklim dunia usaha. Keahlian dalam membangun jaringan, kualitas produk dan yang pasti dengan dukungan teknologi, kami bisa mengalahkan pandemi. Terbukti kami masih berdiri tegak. Tercatat dalam dua tahun terakhir, pada masa pandemi, mitra usaha bisnis penjualan langsung mampu meningkat sekitar 15 %, dan saya perkirakan akan meningkat di tahun 2022 sebesar  20 %”, kata Andrew Susanto dengan nada optimis.

“AP2LI ingin selalu aktif melakukan edukasi ke masyarakat bahwa penjualan langsung atau MLM bukan money game, bukan perusahan investasi, tetapi bisnis jaringan yang mengutamakan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Kerja keras membangun jaringan dan memasarkan produk. Kerja cerdas bagaimana melakukan presentasi dengan memanfaatkan teknologi agar masyarakat tertarik untuk membeli produk. Kerja ikhlas menerima hasil. Yang juga penting jangan mudah terbuai dengan penawaran muluk yang menjanjikan hasil pasti berupa keuntungan besar tanpa perlu melakukan kerja apapun,” tegas Andrew Susanto

Hal senada diutarakan oleh Ganang Rindarko selaku General Manager QNET Indonesia, salah satu anggota AP2LI yang mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi masa kini telah membawa dunia masuk pada era globalisasi dan liberalisasi perdagangan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam perkembangan industri penjualan langsung di Indonesia dimana globalisasi dan liberalisasi perdagangan telah membawa dampak positif maupun negatif bagi industri penjualan langsung.

“QNET telah membangun bisnis penjualan langsung selama lebih dari 23 tahun. Kami sudah sangat mengerti bagaimana iklim penjualan langsung di Indonesia. Kami sangat mendukung langkah AP2LI untuk mengembangkan bisnis penjualan langsung dengan mengedapankan teknologi sebagai media untuk meningkatkan penjualan serta mendukung upaya AP2LI memajukan industri penjualan langsung di Indonesia ,” tutup Ganang Rindarko.