15 August 2022

Mitsubishi XPANDER AP4 saat survey lintasan pada Kamis (4/8). (Dok/sh.id)

SinarHarapan.id – Mitsubishi XPANDER Rally Team (MXRT) bertekad jadi yang terbaik di ajang Rally Danau Toba, Sabtu-Minggu (6-8/2022).

Sejumlah persiapan pun dilakukan oleh tim yang diperkuat pereli nasional Rifat Sungkar dan navigator M. Redwan itu. Salah satunya adalah melakukan survey lintasan pada Jumat, (5/8/2022).

Saat start Sabtu (6/8/2022) pagi, lintasan becek dan licin lantaran hujan mengguyur seputaran Danau Toba sejak Jumat malam. Ada juga 1 SS (special stages) baru yang baru saja dibuka di putaran pertama kejurnas reli ini yaitu di Huta Tonga. Huta Tonga ini jalannya sangat mulus dengan pemandangan yang begitu indah.

Bagi penonton yang ingin sampai ke lokasi SS di Hutatonga ini butuh stamina ekstra dan lebih hati hati lantaran banyak monyet berkeliaran.

Survey yang dilakukan MXRT sejak Kamis pagi hingga sore berlangsung lancar dan tanpa kendala berarti. Dalam survey tersebut tim memetakan tantangan yang akan dihadapi, mulai dari karakter lintasan, jumlah dan jenis tikungan termasuk antisipasi terhadap perubahan cuaca.

Lintasan yang disajikan Rally Danau Toba terbilang sangat menantang, karena ada dua karakter utama pada lintasan gravel yang digunakan pada reli ini yaitu tanah merah dan tanah berbatu. Belum lagi jarak yang cukup panjang, yang mencapai total 330km. Kondisi tersebut akan menuntut performa tinggi bagi kendaraan maupun pembalapnya.

Menurut Rifat Sungkar, tantangan yang akan dihadapi di Rally Danau Toba terutama pada perbedaan karakter yang mencolok pada lintasan gravelnya.

Rifat Sungkar andalan Mitsubishi XPANDER Rally Team (MXRT). (Dok/sh.id)

“Area Huta Tonga memiliki lintasan tanah merah dengan kontur naik turun. Sementara SS di Aek Nauli dan Gorbus diisi oleh lintasan tanah berbatu, batunya besar-besar” papar Rifat.

Rifat Sungkar menuturkan bahwa lintasan tanah merah akan semakin menantang jika hujan turun karena membuat trek menjadi licin. Sedangkan tanah berbatu akan menguji ketangguhan ban.

“Dua karakter tanah yang berbeda itu membuat strategi penggunaan ban menjadi hal penting,” kata Rifat.

Kendati demikian Rifat Sungkar tetap optimistis dapat membawa Mitsubishi XPANDER AP4 meraih piala. Kendati Rally Danau Toba merupakan kali pertama Rifat kembali ke arena Speed Rally setelah 12 tahun lebih banyak beraksi di arena Sprint Offroad dan Sprint Rally, kendaraan Mitsubishi terbukti mampu mendukung Rifat Sungkar meraih berbagai gelar juara di dalam maupun luar negeri.

Di awal karir sebagai pereli, Rifat mendapat dukungan dari Mitsubishi Evolution. Di arena Sprint Offroad, putra dari pasangan pereli Helmy Sungkar (alm) dan Ria Sungkar itu membawa gelar Juara Nasional dengan menunggangi Mitsubishi Pajero Diesel. Dan di arena Sprint Rally, yang paling terkenang adalah saat membawa mobil jenis MPV yaitu Mitsubishi XPANDER menjadi juara.

“Mitsubishi itu seperti keluarga saya. Sebagai keluarga kami saling mendukung untuk memberi yang terbaik. Sejak lama Mitsubishi memberi dukungan penuh kepada saya dan saya pun memberikan yang terbaik bagi Mitsubishi,” papar Rifat.

“Termasuk di Rally Danau Toba ini, saya super excited untuk membawa Mitsubishi XPANDER AP4 finis dengan piala juara,” ucap Rifat dengan semangat.

Rally Danau Toba akan berlangsung dua hari (2 Leg) terbagi dalam 9 Special Stage (SS) dengan jarak lomba 150,5 km dan jarak keseluruhan (panjang SS dan jarak peserta berkendara) mencapai 326,08 km. Seluruh SS berada dalam tiga kawasan yaitu Aek Nauli, Huta Tonga dan Gorbus, dengan permukaan lintasan seluruhnya tanah atau gravel.  (non)