26 September 2022

SinarHarapan.id, Jakarta – Politikus Senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rusli Effendi merespon adanya surat majelis partai yang meminta Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa untuk mundur dari jabatannya. Menurutnya, permintaan tersebut dilakukan untuk keselamatan dan kehormatan PPP.

“Saya melihat para ketua majelis syariah ini adalah ulama terhormat, bukan orang sembarangan yang ingin merespon publik dan kiai. Ini semua dilakukan demi menyelamatkan partai kita,” ujar Rusli Effendi, kemarin.

Menurut Rusli, para majelis bukan hanya merespon terkait masalah “amplop kiai” namun juga tentang masalah lainnya. Salah satunya, karena telah banyak aksi yang dilakukan dari mahasiswa hingga masyarakat yang meminta Suharso untuk mundur.

“Pernyataan majelis syariah tidaklah satu hal saja, banyak hal lain yang terkait dengan permintaan mundur ketua umum. Tidak ada sepanjang sejarah ada demonstrasi 11 kali di DPP PPP ini fakta baru kali ini, bahkan ada demo juga di Bappenas. Hal ini yang menyebabkan majelis minta Suharso mundur,” ungkapnya.

Terkait situasi PPP, Rusli juga menyebut elektabilitasnya di bawah rata-rata saat dipimpin oleh Suharso. Menurutnya, hal ini akan terus menjadi sebuah masalah jika tidak ada pergantian ketua umum.

“Situasi partai saat ini tidak membahagiakan karena elektabilitasnya dibawah partai kecil lainnya. Problem tidak pernah usai, partai ini didikan ulama tapi ketua umumnya bicarakan tentang ulama,” tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Ray Rangkuti menyebut permintaan para ketua majelis PPP semata-mata untuk menyelamatkan partai jelang Pemilu 2024. Sebab, kiai merupakan salah satu tulang punggung elektabilitas PPP.

“Saya kira bukan semata-mata soal masalah ini, tapi lebih besar tentang menyelamatkan PPP jelang Pemilu. Lebih baik dievaluasi sekarang, sehingga aman di 2024,” kata Ray Rangkuti.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa dalam pembekalan antikorupsi menceritakan pengalaman pribadinya kala bertandang ke sebuah pondok pesantren saat masih menjadi Plt Ketua Umum PPP. Dalam isi pidatonya, Suharso dinilai telah menghina para kiai dan pesantren.

Adapun Ketua Majelis Syariah KH Mustofa Aqil Siraj, Ketua Majelis Pertimbangan H Muhammad Mardiono, dan Ketua Majelis Kehormatan KH Zarkasih Nur telah mengirimkan surat kepada Suharso Monoarfa, memintanya untuk berbesar hati mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP PPP. Surat tersebut dibuat dan ditandatangani pada Senin, 22 Agustus 2022. (Van)