17 August 2022

Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Tantangan Kebangsaan dan Pentingnya Menjaga Keberagaman di Ruang Digital. (Dok/sh.id)

SinarHarapan.id -Teknologi merupakan bagian penting dalam kehidupan kita saat ini. Kemajuan teknologi telah memudahkan berbagai aktivitas masyarakat, bahkan berkembang pesatnya  teknologi  komunikasi dan informasi telah membawa kita semua ke peradaban baru yakni Era digital.

Indonesia saat ini sudah berada pada era digital yang ditandai dengan lebih dari separuh masyarakat Indonesia sudah terhubung ke dunia digital, bahkan angkanya akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya  aktivitas masyarakat yang berpindah ke ruang virtual.

Dengan meningkatkan penggunaan ruang digital, maka tantangan bangsa Indonesia juga semakin besar, salah satunya adalah berkurangnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan di ruang digital.

“Indonesia yang keberagaman ini masih sangat sulit untuk disatukan terutama di bidang-bidang tertentu seperti politik dan di momen-momen seperti pemilu adalah puncaknya bagaimana mereka bisa terpecah,” kata Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara Lustono dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Tantangan Kebangsaan dan Pentingnya Menjaga Keberagaman di Ruang Digital, Senin, 18 Juli 2022.

Acara hasil kerja sama Kemkominfo dan DPR RI itu menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel Abrijani Pengerapan dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia, Praktisi Komunikasi Irmanto Lukman.

Menurut Lustono, Indonesia harus siap menghadapi era digital dengan mampu beradaptasi  dengan tetap mempertahankan nilai lokal kebudayaan dan berbagai keragaman yang ada, khususnya saat berinteraksi bertransaksi dan menyampaikan informasi secara santun dan positif di ruang digital.

“Memanfaatkan literasi digital yang menekankan pada empat pilar utama yaitu budaya bermedia digital (digital culture), cakap bermedia digital (digital skills), etis bermedia digital (digital ethics), dan aman bermedia (digital safety),” katanya.

Untuk memastikan Indonesia aman dari dampak negatif kemajuan digital, maka perlu penguatan langkah-langkah pengamalan nilai Pancasila dalam budaya bermedia digital, membuka wawasan kebangsaan seluas-luasnya dan menanamkan nilai nilai Pancasila pada setiap masyarakat.

Sementara itu, Dosen Universitas Al Azhar Indonesia, Praktisi Komunikasi Irmanto Lukman mengungkapkan data dimana pengguna internet Indonesia yang sudah mencapai 202,6 juta orang dengan rata-rata waktu penggunaan mencapai 8 jam 52 menit. “Adapun pengguna media sosial mencapai 191,4 juta orang dimana 68,9 persen diantaranya menggunakan smartphone dan tablet,” ujarnya.

Lukman mengindentifikasi kasus-kasu di ruang digital yang mayoritas adalah penghinaan suku bangsa atau etnis, penghinaan agama dan penghinaan profesi. “Oleh karena itu, di media sosial yang diputuk saling menghargai dan menghormati perbedaan,” katanya.

Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengatakan sejak awal dibangun, Indonesia memang beragam bahasa dan suku.  “Indonesia hari ini adalah wajah yang berbeda dari Indonesia dulu. Tantangan kebangsaan kita apa saat ini? Tantangannya adalah masalah keutuhan bangsa,” katanya.

Dia menjelaskan, menjaga keberagaman di ruang digital sangat penting bagi Indonesia. Perlu merawatnya dengan semangat saling menhormati dan menghargai. “Boleh berbeda pendapat di ruang digital, tetapi tidak saling memaksakan,” katanya.  (non)