26 September 2022

Salah satu peserta FPS 2022 - Andi Nadaa Nafisaa, seorang perempuan difabilitas tuli. (Foto: Press Release)

SinarHarapan.id – PT Insight Investments Management (Insight) bersama Mitra CSR Yayasan Insipirasi Indonesia Membangun (YIIM) membantu Program Filmmaker Professional Support (FPS 2022) – Fundraising for The Deaf, dan Yayasan Mondiblanc Film Workshop memberikan beasiswa Film Workshop kepada teman difabilitas tuli.

Program bantuan tersebut juga dilakukan Insight untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang pertama yaitu mencegah kelaparan, kedelapan yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan ke-17 yakni kemitraan untuk mencapai tujuan.

Menggeliatnya industri perfilman nasional dalam beberapa bulan terakhir pasca pandemi Covid-19 dinilai sebagai kemajuan yang positif, terbukti dengan sederetan film Indonesia yang berhasil menarik perhatian banyak penonton.

Sayangnya, hal itu kurang diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat difabilitas. Salah satu penyebabnya adalah karena jarang ada masyarakat difabilitas yang menduduki posisi strategis dalam industri film.

Hal tersebut melatari Program FPS 2022 – Fundraising for The Deaf, yang dipelopori Yayasan Mondiblanc Film Workshop bekerja sama dengan beberapa perusahaan termasuk INSIGHT. Kerja sama dijalin guna memberikan kesempatan bagi para difabilitas tuli untuk berpartisipasi dalam program yang dimulai sejakMei 2022 lalu.

Praktik Produksi Film Inklusif bersama para difabilitas tuli. (Foto: Press Release)

Program tersebut diikuti sekitar 21 peserta. Mereka mengikuti workshop inklusif dan belajar mulai dari kelas produksi film, penulisan naskah, dhingga penyutradaraan.

Ria Meristika Warganda atau biasanya disapa Ria selaku Direktur PT Insight Investments Management (INSIGHT) menyampaikan bahwa pemberian beasiswa film kepada teman difabilitas tuli merupakan salah satu wujud komitmen Insight yang berkelanjutan berkontribusi dalam kegiatan sosial.

“Insight berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para difabilitas tuli untuk mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik, selain itu diharapkan bantuan ini juga dapat mendukung perfilman Indonesia agar bisa lebih inklusif,” kata Ria, Minggu (11/9).

Andi Nadaa Nafisaa, seorang peserta adalah perempuan difabilitas tuli dan pengguna bahasa Isyarat Indonesia. Dia baru saja membuat dua project profesional. Yakni video musik dan satu film pendek soal kekerasan seksual dan difabilitas pada September 2022.

Sejak Mei 2022, ia bergabung di Mondiblanc dan mengikuti 3 kelas yakni Production, Directing dan Scriptwriting. Nafisa berharap dengan belajar di Mondiblanc dia bisa menciptakan film tanpa hambatan dan menjadi inklusif untuk kedepannya.

Ria berterimakasih kepada para investor yang telah berinvestasi melalui produk Reksa Dana Pasar Uang yaitu Reksa Dana Insight Money (I-Money) karena para investor secara tidak langsung telah memberikan kontribusi untuk beragam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebagai catatan, Insight menyisihkan sebagian dari pendapatannya dari berbagai produk investasi untuk dialokasikan dalam beragam kegiatan CSR.

Reksa Dana I-Money yang merupakan produk Reksa Dana Pasar Uang dengan potensi imbal hasil menarik dan cenderung stabil, sangat cocok jika digunakan sebagai alokasi investasi untuk dana darurat.

Selain itu I-Money juga memiliki dampak sosial berupa bantuan dalam beragam program sosial kemanusiaan, sosial keagamaan, pendidikan, budaya, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.